Tampilkan postingan dengan label Dorama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dorama. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Mei 2014

Review: SHARK (Japanese Drama)


Profile:
  • Title: SHARK
  • Genre: Music
  • Broadcast network: NTV, YTV
  • Format: Renzoku
  • Episodes: 12
  • Viewership ratings: 2.4%
  • Broadcast period: 2014-Jan-11 to 2014-Mar-30
  • Air time: Saturday 24:50
  • Theme song: Keep Walking by SHARK
(Sumber: DramaWiki)


Review:
 
"SHARK" adalah dorama Jepang yang baru khatam gue tonton minggu ini. Yang bakal gue review ini adalah season pertama dari total 2 season doramanya yang tayang sejak awal tahun 2014 di Jepang. Yes, the dorama is still fresh from the oven, guys! So, kayaknya gue sama sekali nggak telat review kali ini! Yosh! *lempar pom-pom*


SHARK adalah nama sebuah band indie yang beranggotakan 5 personil yang tengah mengejar mimpi mereka untuk debut di major label. Sayang, di tengah perjuangan tersebut, mereka harus kehilangan sang vokalis Kitagawa Kazuki (Fujii Ryusei), yang meninggal akibat kecelakaan. Sepeninggal Kazuki, keempat personil SHARK lainnya, yaitu Hagiwara Kai (Hamada Takahiro), Ryuzaki Ayumu (Motsumura Hokuto), Satomi Kenzo (Iwamoto Hikaru), dan Adachi Teppei (Kamiyama Tomohiro) seolah kehilangan semangat bermusik. Perlahan, SHARK mulai ditinggalkan fans dan hubungan di antara keempat personilnya merenggang akibat konflik internal. Wonder Records sebagai perusahaan rekaman yang pada awalnya berminat merilis debut album SHARK pun mendadak memutuskan untuk me-cancel kontrak mereka. Pihak Wonder Records menganggap SHARK nggak mampu lagi menghasilkan profit karena mereka udah kehilangan nilai jual utama mereka, yaitu sang vokalis yang kharismatik.

Kazuki

Kecelakaan Kazuki

Keempat personil SHARK yang merasa kehilangan, kerap mengunjungi TKP tewasnya Kazuki

Saat semua orang merasa SHARK udah berada di ujung kehancuran, Komatsu Ichika (Yamashita Rio) yang merupakan karyawan di Wonder Records sekaligus manajer SHARK, justru merasa sebaliknya. Cewek ini nggak pernah putus asa untuk menjaga eksistensi SHARK dan memperjuangkan debut mereka. Ichika mencoba bernegosiasi ulang tentang debut SHARK pada atasannya, Yoshimura Takahiro (Okada Kohki). Melihat semangat pantang menyerah Ichika, Yoshimura mengatakan akan mempertimbangkan kembali kontrak debut SHARK, dengan 1 syarat: SHARK harus mencari vokalis baru--tentu aja, vokalis yang memiliki kharisma yang menyamai atau minimal mendekati kharisma Kazuki sang vokalis terdahulu.

Ichika

Keputusan untuk mencari vokalis baru membuat Ichika galau. Pasalnya, sejak kematian Kazuki, Kai sang gitaris lah yang menggantikan posisi vokalis sekaligus menjadi leader SHARK. Ichika sadar Kai pasti bakal sakit hati kalau Ichika merekrut vokalis lain. Tapi demi debut SHARK, Ichika memutuskan kali ini terpaksa mengorbankan perasaan Kai.

Kai

Singkatnya, Ichika akhirnya berhasil menemukan sosok yang tepat menjadi vokalis baru SHARK. Ichika secara nggak sengaja 'mendapatkan' si calon vokalis baru di sebuah pesta pernikahan rekan kantornya. Suara Kurata Mizuki (Hirano Sho) si vokalis incaran itu sukses membuat Ichika jatuh hati. Terlebih, Ichika speechless melihat adanya kemiripan style bernyanyi antara Kazuki dengan Mizuki. Seolah sosok Kazuki 'hidup' di dalam raga Mizuki. Kai yang saat itu menjadi pengisi acara pesta juga menyadari hal tersebut. Namun, Kai tegas menolak Mizuki bergabung menjadi vokalis SHARK. Bukan hanya karena Kai merasa SHARK nggak butuh vokalis baru, tapi juga karena attitude Mizuki yang nyebelin parah.

Mizuki

Secara mengejutkan, Ichika dan Kai menyaksikan Kazuki 'hidup' dalam raga Mizuki

Mizuki bernyanyi layaknya Kazuki bernyanyi di atas panggung

Yup! Di atas panggung, Mizuki emang sosok vokalis bersuara khas yang keren dan 'menjual'. Tapi selepas itu, karakter Mizuki bener-bener minus. Dia egois, emosian, arogan, ceplas-ceplos, tukang kritik, nggak tau sopan santun, suka merendahkan orang lain, selalu menganggap dirinya jenius, dan merasa yang paling hebat. Yeah, emang segitu nyebelinnya! Menurut Kai, cowok dengan karakter yang bertolak belakang banget sama Kazuki itu sama sekali nggak pantas jadi frontman SHARK. Sosok seperti Mizuki justru bakal membuat SHARK hancur total.

Mizuki yang doyan berantem

Mizuki yang nggak peduli tata krama

Mizuki yang mudah terpancing emosi, bahkan sama orang yang nggak dikenalnya! *tepok jidat*

Namun, Ichika yakin intuisinya nggak salah. Dia berusaha keras membujuk Mizuki untuk menjadi vokalis SHARK. Meski pada awalnya Mizuki sempat merendahkan SHARK dan dengan angkuhnya menolak bergabung dengan alasan dia udah direkrut untuk debut oleh label lain, tapi karena suatu hal akhirnya Mizuki memutuskan menerima tawaran Ichika.

Ichika terus merayu Mizuki agar mau menjadi vokalis SHARK

Formasi SHARK setelah Mizuki bergabung. Depan (ki-ka): Mizuki, Ayumu, dan Kai. Belakang (ki-ka): Teppei dan Kenzo.

Mizuki di atas panggung

Sesaat setelah Mizuki bergabung, apa yang dikhawatirkan Kai terjadi juga. Konflik internal di antara personil SHARK makin memanas akibat tersulut sikap arogan Mizuki hingga berujung pada bubar jalannya SHARK. Masing-masing personil sibuk dengan urusannya dan merasa nggak peduli lagi pada mimpi debut SHARK di major label. Masalah pun semakin kompleks karena ternyata Mizuki menyimpan kisah masa lalu yang disembunyikannya rapat dari para personil SHARK lainnya, termasuk Ichika, dan masa lalu Mizuki itulah yang justru bisa membuat mimpi debut SHARK di major label pupus sepenuhnya.

Foto SHARK di meja kerja Ichika. Kiri: foto SHARK versi Kazuki. Kanan: foto SHARK versi Mizuki.

SHARK di 'markas' mereka

Yak, cukup! Udah terlalu banyak spoiler berceceran kayaknya. Untuk tau cerita lengkapnya, langsung tonton aja doramanya, yee...! Wkwk!


Kenapa kudu nonton "SHARK"?

Bagi penggemar dorama bergenre musik (esp. Band), menurut gue dorama ini layak dipelototin. Bagi yang nggak demen genre musik juga kalau mau ikut mantengin nih dorama ya monggo. Cukup menghibur dan asik diikutin kok ceritanya! Dorama ini sukses bikin gue merasakan berbagai emosi jiwa sekaligus. Mulai dari ngakak, dongkol, gemes, kagum, penasaran, ngerasa simpati, sampe mewek sesengukan. Intinya, gue sangat menikmati tiap episode "SHARK" dari awal sampe finish.

Gue tertarik dengan tokoh Mizuki. Walau gue akui fisiknya oke secara doi ikemen, tapi syumpeh... karakternya itu bikin greget pengen nabok, mak! Sepintas sih gue sebel sendiri dengan sifat Mizuki yang nggak tau malu dan nggak ngerti menghargai orang. Terlebih, di sepanjang episode kita disuguhi arogansi dia melulu. Eneg nggak, tuh? Tapi setelah dicermati, Mizuki itu sebenernya orang paling tulus di antara yang lain. Dia ceplas-ceplos begitu karena berusaha untuk jujur tentang apa yang ada di pikirannya, sedangkan orang lain munafik menampilkan image diri mereka. Yah... mungkin cara Mizuki mengungkapkan kejujuran itu dianggap kurang tepat oleh banyak orang. Tapi toh orang-orang yang pernah 'kecipratan ludah' Mizuki pada akhirnya sadar kalau semua omongan Mizuki emang bener dan hal itu justru jadi spirit mereka. Namun, di balik sikap kerasnya, Mizuki sebenernya rapuh. Saking rapuhnya, tanpa disadari dia lah yang paling terluka saat melihat teman-temannya hancur dan rela melakukan apapun bahkan jika harus mengorbankan dirinya sendiri demi kebahagiaan mereka.

Seorang Mizuki yang sangat arogan pun bisa menangis

Seperti 2 sisi koin, nggak ada seorang manusia pun yang sempurna (karena kesempurnaan hanya milik Tuhan *cekipriw!*). Begitu juga dengan Mizuki. Di satu sisi, sikap arogan, egois, dan gampang emosi Mizuki emang nggak patut ditiru. Tapi di sisi lainnya, gimana Mizuki menunjukkan kejujuran, ketulusan, apa adanya, kesetiakawanan, dan rela berkorbannya adalah poin pembelajaran penting yang bisa kita petik tentang sisi humanis yang coba digambarkan tokoh Mizuki. Karakternya yang unik ini bisa kita jadikan refleksi diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Lantas pertanyaannya: dalam real life, apakah kita yakin orang lain bakal baik-baik aja menerima kalau kita 'se-jujur-apa-adanya' kayak Mizuki? Oh, well... pe-er buat kita, nih! :)

Hal lain yang bisa kita maknai dari cerita dorama ini adalah arti sebuah ikatan persahabatan yang sebenernya, semangat untuk nggak gampang menyerah, dan pentingnya menjaga mimpi agar terwujud--nggak peduli seberat apapun rintangan untuk menggapainya. Gue suka banget penggalan kalimat yang diucapkan Ayumu di salah satu scene episode 3 dorama ini, "hidup kadang emang nggak mudah. Tapi ada banyak hal lain yang dapat membuat kita untuk tetap bahagia.". So damn true, Ayumu-kun!

IMHO, nih... walau inti ceritanya terkesan klise, tapi "SHARK" tetep nggak lupa menyisipkan pesan moral yang dalem buat penonton. Pastinya beda banget kalau dibandingin cerita sinetron-sinetron di tipi saat ini yang episodenya nggak kelar-kelar dan makin lama makin gaje nggak layak tonton (dan entah kenapa, tetep aja laku!). Ehem! See, just my honest opinion. No need to offense, ya! :)

So, why don't you give it a try? Nonton dan silakan cuap-cuap sendiri. Oh ya, soundtrack "SHARK" yang judulnya "Keep Walking" dan "Answer" patut dikupingin juga. Aransemen dan liriknya keren, euy!

Nih gue kasih video cuplikan scene "SHARK" favorit gue dan paling bikin gue cengeng di antara scene lainnya, dengan diiringi lagu "Answer" yang liriknya ditulis oleh mendiang Kazuki. Video gue comot dari Youtube (uploader by addshot13). Anggep aja ini sekaligus trailer "SHARK" yang bisa gue sharing bagi siapa aja yang penasaran pengen nonton doramanya, yak! :D


Terakhir, fyi aja, dorama ini berlanjut di "SHARK 2nd Season". Udah sempet ngintip sinopsisnya tapi gue masih belum bisa komen. Secara sampe detik ini gue belum nonton sekuelnya, cing! Hehe. So, we'll wait and see what happens on the next season deh ya, bok! Semoga gue bisa nulis reviewnya kembali. Jaa, minna...!! ^_^


*) Foto: berbagai sumber

Minggu, 29 September 2013

Review: Nobunaga no Chef


Review dorama kali ini berjudul "Nobunaga no Chef" (literal title) atau "The Knife and The Sword" (English title). Perdana tayang di TV Asahi Jepang tanggal 11 Januari 2013 dengan perolehan rating rata-rata 10.8% (based on asianwiki.com). Dorama ini adalah adaptasi dari manga berjudul sama dengan literal title yang ditulis oleh Mitsuru Nishimura.

Suatu hari, seorang pemuda berpakaian putih ala chef membuka matanya dan kaget mendapati dirinya 'terdampar' di tengah pertempuran di zaman Sengoku. Sebelum sempat menyadari apa yang terjadi, beberapa prajurit berpakaian zirah dan membawa pedang mengejarnya karena menganggap dia musuh. Di tengah pelariannya meloloskan diri, pemuda itu ditolong oleh seseorang yang juga berpakaian chef dan memanggilnya Ken (Tamamori Yuta). Mihara (Toshiya Sakai), orang yang menolong Ken, kaget saat mengetahui Ken kehilangan ingatannya tentang siapa dirinya dan bagaimana dia ada di tempat itu. Mihara pun menjelaskan bahwa mereka secara tiba-tiba mengalami time slip dari periode Heisei ke era perang Sengoku.

Ken tiba-tiba 'terdampar' di tengah pertempuran

Mihara

Oke, pause! Sebelum lebih lanjut, sedikit info aja bagi yang belum tahu. Sengoku adalah zaman/periode pertempuran di Jepang yang dimulai sekitar tahun 1493-1573. Sedangkan Heisei adalah periode kehidupan masyarakat di Jepang sejak tahun 1989 hingga sekarang, yang dimulai sejak Kaisar Akihito naik tahta menggantikan Kaisar Hirohito yang meninggal pada 7 Januari 1989.

Lanjut! Di tengah pelarian, Mihara pun terbunuh oleh sekelompok orang liar--yang menurut gue kayak kanibal. Sebelum meninggal, Mihara berpesan pada Ken agar terus hidup supaya bisa kembali ke periode Heisei. Terdesak, Ken pun lompat ke jurang dan pingsan di tepi sungai. Dia ditolong oleh seorang gadis ahli pembuat pedang yang menyamar sebagai anak laki-laki bernama Natsu (Shida Mirai), dan membawa Ken ke rumahnya.




Di rumah Natsu, Ken menceritakan kalau dia mengalami amnesia tentang jati dirinya. Dia hanya ingat memori tentang kehidupannya sebelum berada di tempat itu, di mana terdapat banyak gedung bertingkat dan disebut era Heisei. Natsu yang menggangap cerita Ken nggak masuk akal, lebih memilih alur kalau Ken kehilangan ingatan dan berasal dari sebuah kota bernama Heisei. Tiba-tiba seorang prajurit mendobrak rumah Natsu dan berteriak meminta makanan. Nggak ada apapun di sana yang bisa dimakan kecuali seekor belut yang dibawa Ken saat dia ditolong Natsu di sungai. Ken bingung kenapa Natsu dan prajurit itu menyebut belut dengan "ujimaru" (fyi, di era Heisei kata "ujimaru" untuk menyebut belut nggak lagi digunakan dan digantikan dengan "unagi").

Natsu dan Saru, prajurit yang mendobrak rumah Natsu

Prajurit itu pun memerintahkan Natsu untuk memasak belut dan Natsu mengatakan kalau dia nggak bisa masak. Mendengar kata "masak", seolah memutar memori Ken yang sempat hilang. Entah kenapa, tiba-tiba Ken mengajukan diri memasak belut itu. Alih-alih mengalami amnesia tentang siapa dirinya, Ken justru mengingat betul bagaimana cara memasak. Di hadapan Natsu dan prajurit itu, Ken menunjukkan bagaimana mengolah belut menjadi makanan dengan cara yang berbeda yang biasa dilakukan masyarakat di zaman itu. Bukan hanya teknik, Ken pun menghidangkan masakan dengan plating ala resto bintang lima dan rasa yang sama sekali belum pernah mereka tahu. Hal ini membuat Natsu dan prajurit itu takjub dan mengatakan kalau masakan Ken sangat lezat seperti bukan berasal dari dunia.

Singkat cerita, setelah mengalami tragedi pengejaran oleh para prajurit musuh yang juga mendobrak rumah Natsu, ditolong oleh ninja wanita bernama Kaede (Ashina Sei) dan seorang prajurit lain bernama Yoshinari Mori (Takashi Ukaji), Ken terkejut melihat seorang laki-laki gagah memakai jubah bulu merah yang tiba-tiba muncul dan dipanggil Oyakata-sama atau Nobunaga (Mitsuhiro Oikawa). Berdasarkan sejarah Jepang yang diketahui (dan diingat) Ken, Nobunaga--atau lengkapnya Oda Nobunaga--adalah daimyo/bangsawan Jepang yang terkenal kejam dan kontroversial, yang berambisi menguasai Jepang dan berhasil menaklukkan Shogun ke-15 Ashikaga Yoshiaki (Bokuzo Masana). Diketahui kemudian bahwa prajurit yang meminta makanan ke rumah Natsu adalah Saru atau Hideyoshi Toyotomi (Gori), yang merupakan pengikut setia Nobunaga. Saru dan Mori adalah tokoh penting yang juga tercatat dalam sejarah Jepang terkait pergolakan era Nobunaga. Silakan googling sendiri untuk cari tahu lebih lanjut sepak terjang Nobunaga-sama. Soalnya banyak banget catatan sejarahnya :p

Oda Nobunaga

Nobunaga dan pasukannya

Kaede

Yoshinari Mori

Kembali ke cerita. Karena penasaran dan mencurigai Ken sebagai musuh, Nobunaga pun memerintahkan anak buahnya menangkap Ken dan memenjarakannya. Di dalam penjara, seseorang mengunjungi Ken dan berminat mendengarkan cerita Ken yang katanya berasal dari masa depan dan mengalami time slip ke zaman itu. Orang itu adalah orang pertama yang mau mempercayai cerita Ken dan menyelidiki tentang time slip. Namun, lagi-lagi Ken terkejut setelah mengetahui orang tersebut ternyata adalah Akechi Mitsuhide (Inagaki Goro), yaitu seorang pengikut setia Nobunaga yang pada akhirnya berkhianat dan membunuh Nobunaga dalam insiden Honno-ji tahun 1582.

 

Ken dan Akechi Mitsuhide

Cerita sesungguhnya dimulai setelah Ken menjadi tawanan Nobunaga. Berdasarkan pengakuan Saru dan Natsu yang mengatakan bahwa Ken pintar memasak dan rasanya sangat lezat, Nobunaga pun mengadakan pertandingan masak antara Ken dan Kepala Koki Inoue (Kitaro). Siapa yang kalah, dia harus mati. Ken memenangkan pertandingan dan diperintahkan harus membunuh Inoue. Ken tentu saja menolak. Nobunaga yang marah nyaris membunuh Ken. Namun Ken tetap berdiri tenang dan mengatakan Nobunaga nggak bakal membunuh seseorang yang berharga untuknya. Tertantang, Nobunaga pun memerintahkan jika Ken ingin tetap hidup, maka Ken harus membuktikan kata-katanya bahwa dia memang berharga bagi Nobunaga.




Setelah melewati tantangan memasak berikutnya, di mana Ken berhasil memikat Nobunaga dengan menunjukkan teknik cuisine-nya, Ken akhirnya diangkat sebagai Kepala Koki menggeser posisi Inoue. Sejak Ken diangkat sebagai Kepala Koki oleh Nobunaga, Ken adalah milik Nobunaga dan dia akan dibunuh jika mencoba melarikan diri.

Natsu dan Inoue

Masakan unik Ken yang berhasil mengalahkan masakan konvensional Inoue

Setelah berbagai hal yang terjadi dan Ken selalu berhasil melewatinya dengan hanya mengandalkan keahlian memasaknya, Nobunaga makin merasa Ken memang pantas dan berharga baginya. Bukan hanya sampai di situ, Nobunaga bahkan selalu membawa Ken ke mana pun dia pergi, termasuk medan perang. Bagi Nobunaga, Ken bukan lagi hanya sekedar Kepala Koki, tapi juga orang yang paling dipercayainya. Bahkan teknik memasak Ken dijadikan Nobunaga sebagai taktik perang untuk memukul mundur pasukan musuh dalam sebuah pertempuran.









 

Bersama Natsu yang sejak awal selalu setia mendampinginya, Ken bertekad akan bertahan hidup di tengah Periode Perang tersebut dan kembali ke zaman seharusnya dia berada, Heisei. Satu-satunya cara dia bertahan adalah melalui masakannya. Melihat bagaimana Ken yang sekilas tampak polos dan lemah, siapa sangka Ken ternyata cerdas dan mampu mengolah berbagai bahan sederhana menjadi sebuah makanan yang mewah, berkelas, dan lezat. Hal ini menunjukkan bahwa Ken adalah seorang chef yang memiliki pengalaman kuliner di atas rata-rata, bukan hanya di era Sengoku, bahkan di Heisei sekalipun.

 


 

Beberapa inovasi kuliner yang dilakukan Ken di era Sengoku, antara lain:
  1. Memperkenalkan berbagai kuliner ala barat seperti risotto, hamburger, paon (roti Perancis), dan berbagai macam cuisine lain yang namanya aja susah diinget -_-"
  2. Menyiasati kekurangan piring untuk menjamu tamu Nobunaga yang mencapai 200 orang, Ken memperkenalkan penyajian makanan yang sekarang disebut buffet/prasmanan, di mana para tamu bisa mengambil sendiri makanan yang disukai ke dalam piringnya. Pada saat itu cara ini dianggap sangat nggak sopan karena semestinya tamu dianggap bak raja, makanan harus disajikan ke dalam piring dan diantar ke meja masing-masing.
  3. Menciptakan sendiri bahan dasar makanan yang saat itu sangat terbatas atau bahkan nggak ada sama sekali, kayak ragi, minyak goreng, soyu, dan butter.
  4. Kuliner Jepang saat itu masih sangat terbatas. Ken memperkenalkan berbagai kuliner khas Jepang yang saat itu belum dikenal, kayak bento, shabu-shabu, tempura, dan teriyaki. Bahkan karena terkesan setelah mencicipi teriyaki buatan Ken, Shogun Yoshiaki (ingat, kan? Dia adalah Shogun yang berhasil ditaklukkan Nobunaga) pada akhirnya menculik Ken dan memaksanya untuk menjadi koki pribadinya.

Nobunaga dan Shogun Yoshiaki

Ken yang diculik sang Shogun

Di tengah segala hal yang dialaminya, memori Ken semakin hari semakin kuat pada satu-satunya orang yang diingat Ken dari era Heisei, yaitu sesosok wanita cantik bernama Youko (Yu Kashii). Sayang, ingatan Ken terbatas pada sosok itu. Namun dari potongan-potongan memori Ken, kita bisa menyimpulkan kalau Youko adalah teman sesama chef Ken, keduanya memiliki hubungan istimewa di era Heisei, bahkan sepertinya Ken sempat ingin menikahi Youko. Selebihnya, Ken nggak ingat lebih jauh siapa Youko sebenarnya. And you know what? Youko tiba-tiba muncul juga di periode Sengoku! Dan lebih mengagetkan lagi, Youko adalah koki kesayangan dari Kennyo (Kamejiro Ichikawa), seorang pendeta Buddha Ishiyama Hongan-ji yang menurut sejarah bersekutu dengan klan Azai-Asakura dalam Aliansi Anti-Nobunaga.

Youko dalam ingatan Ken di era Heisei

Youko dan Kennyo di era Sengoku

Kenapa kudu nonton dorama ini?

Sebelumnya gue bukan tipe yang demen nonton film atau dorama kolosal dan segala hal yang berbau perang. Awal tahu cover dorama ini juga pikiran itu masih ada. Tapi iseng baca resensinya... koki... time slip... amnesia... dan... Tamamori Yuta! Why shouldn't I give it a try? :D

Ternyata, walaupun bernuansa perang kolosal, alurnya asik buat diikutin. Bikin gue penasaran, bahkan dari awal sampai akhir dorama. Lho kok? Yup, sejak awal dorama ini mulai, kita nggak dikasih clue sama sekali tentang latar belakang si tokoh utama Ken karena tahu-tahu aja dia udah ada di tengah medan perang. Satu-satunya sumber pengetahuan kita tentang siapa Ken sebenarnya adalah dari penggalan-penggalan memori Ken yang minim banget itu. Tapi tetep aja, nggak ada ingatan sama sekali gimana Ken bisa time slip dari Heisei ke Sengoku. Kasih bocoran sedikit, endingnya pun masih bikin gue penasaran. Menurut gue, semua masih 'abu-abu'. Jadi berharap banget semoga ada season kedua dari dorama ini--dengan Yuta tetep sebagai Ken pastinya. Hehe.

Dorama yang nggak melulu bercerita soal perang dan sejarah, nggak bikin gue ngantuk atau cepet bosen kayak biasanya gue nonton film atau dorama kolosal lainnya. Dorama ini juga diselipi humor, tips-tips kuliner yang jarang banget kita tahu, dan tentu aja, percintaan.

Ken si tokoh sentral adalah heroin untuk 3 cewek sekaligus:
  • Pertama, Natsu. Sejak awal udah keliatan banget kalau Natsu memang suka dan care banget sama Ken. Setiap kali Ken mendapat kesulitan dan ditangkap, Natsu selalu berusaha untuk menyelamatkan Ken nggak peduli apapun rintangannya. Tentang perasaannya pada Ken juga terlihat jelas setiap kali Ken teringat pada sosok Youko. Natsu selalu memandang Ken pasrah seolah pengen ngomong, "cewek itu penting banget buat kamu, ya? Padahal ada aku di sini, yang bakal selalu setia di samping kamu.". Oh... begitulah cinta. Penderitaannya tiada akhir... 
Natsu: "Aku akan melakukan apapun untuk menolongmu."

Natsu: "Jangan nangis, Ken. Ada aku di sini. Cup, cup, cup!"
  • Kedua, Youko. Berdasarkan memori Ken, Youko sepertinya adalah kekasih Ken di era Heisei. Selain itu, di sebuah scene diceritakan betapa Youko mati-matian berusaha untuk bertemu dengan Ken dan setelah akhirnya bertemu, Youko tampak senang memeluk Ken erat. Jadi jelas, Youko juga sangat menyukai Ken. How sweet...
Betapa Youko sangat merindukan Ken...

Pelukan Youko ini membuat Natsu yang melihatnya jadi jealous
  • Ketiga, Kaede. Yang ini sih agak absurd. Tapi dari pengamatan gue sebagai seorang perempuan, Kaede jelas menyimpan hati pada Ken sejak Ken menolongnya setelah mereka diserang gerombolan bandit. Meski selalu bersikap dingin di depan Ken, sosok Ken terus mengusik benak Kaede. Namun, Kaede yang seringkali diberi tugas oleh Nobunaga untuk mengawasi Ken, jelas tahu persis kedekatan antara Ken dan Natsu. Setelah mengetahui kalau Ken pun memberikan perhatian yang sama pada Natsu, Kaede mundur teratur. Cinta bertepuk sebelah tangan, cinta nggak berbalas, ini yang paling nyakitin...
Saat pertama kali Kaede menyukai Ken

Perhatikan bagaimana Kaede memandang Ken. Dia nggak bisa bohongin perasaanya.

Dan alasan terakhir sekaligus jadi magnet kuat gue nonton dorama ini adalah... tentu aja nggak lain dan nggak bukan... Tamamori Yuta! Aheeey!! Sejak berperan sebagai murid berandalan Reita Takasugi di "Gokusen the Movie", gue jadi jatuh cintrong liat ikemen ini. Banyak yang bilang Yuta mirip sama Jae Joong (mungkin karena bentuk mata dan bibirnya? Eum... dunno!). Biar kata Jae Joong salah satu kandidat cowok paling cantik se-Asia, gue tetep milih Yuta! Alesannya karena Yuta itu termasuk ikemen (atau bishounen?) dan dia orang Jepang. Bagi gue, ikemen/bishounen dan Jepang adalah perpaduan perfect yang nggak bisa dikalahin sama apapun! *semangat kibarin bendera di atas karang*

Ken "the Hottest-Time-Slipping-Amnesiac-Chef" :p

Gue suka banget sama messy hair-nya Ken di scene ini

Pengen puk-puk Ken kalau liat tampang sedihnya gini :'-(

Cowok yang basah kuyup kehujanan kayak gini menurut gue... *speechless* *nosebleeding*

Akhirnya, kesimpulan gue setelah nonton dorama ini adalah dorama ini memang layak ditonton! Banyak banget pengetahuan baru yang bisa kita dapetin. Bukan cuma seputar sejarah Jepang, tapi juga berbagai hal yang berkaitan dengan kuliner atau cuisine. Ada yang tahu caranya memotong seekor bebek utuh dengan daging yang alot tanpa pisau atau benda tajam apapun? Gue tahu. Tentu aja setelah nonton dorama ini.

Baidewei eniwei onthewei, ada bonus piku iseng penampilan Ken-Nobunaga di era Sengoku dan kalau keduanya ada di era Heisei:

Pertama kita liat, ini yang sebenarnya terjadi antara Ken dan tuannya Nobunaga di era Sengoku. Status yang jelas berbeda...



Dan coba kita bandingkan, ini yang bakal terjadi seandainya Ken-Nobunaga berada di periode Heisei...

...

...

...


Cieeee... se-gang nih, ye! Dan hei... ternyata si Bro Nobu bisa senyum juga! Jiakakak! *dipelototin Nobunaga*

Atau mungkin yang ini...? :D

Cieeee... akhirnya jadi model majalah! Bisa bergaya juga si Om Nobu. Gaya fashionable-nya nggak mau kalah sama Ken tuh! Huahaha!!! *dihujam samurai sama Nobunaga*


*) Gambar: berbagai sumber
 

Blog Template by BloggerCandy.com

Full Edited by lovelyshironeko.blogspot.com