Tampilkan postingan dengan label Movie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Movie. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 September 2016

Review Wolf Girl and Black Prince Live Action


Film yang dibintangi oleh si aktor ganteng yang lagi laris manis di Jepang, Yamazaki Kento, ini dirilis pertama kali pada 28 Mei 2016. Film ini merupakan live action adaptasi dari manga dan anime karya Ayuko Hatta dengan judul "Ookami Shoujo to Kuro Ouji" yang artinya kalau diromajikan ya "Wolf Girl and Black Prince".

Kiri: versi live action. Kanan: versi manga/anime.


Inti ceritanya tentang Erika Shinohara (Fumi Nikaido), seorang siswi SMA yang pengen keliatan ngeksis di antara temen gank-nya di sekolah. Jadi si Erika ini, sejak pertama masuk ke SMA, kayak semacam terobsesi pengen nge-gank dan takut sendirian nggak punya temen. Walau akhirnya Erika berhasil nge-gank, tapi ternyata teman-teman gank Erika itu adalah cewek-cewek yang doyan gosip, dendong, dan ahli dalam hal pacaran. Sementara Erika? Well, doi tuh jomblo akut sejak orok. Grook! -_-

Fumi Nikaido sebagai Erika Shinohara

Tapi demi bisa tetap dianggep keren sama gank-nya, Erika ngarang cerita kalau doi juga punya cowok ikemen dan terdengar begitu ahli dalam berpacaran. Dan demi mendukung cerita khayalnya, doi kadang sampe minta Ayumi Sanda (Mugi Kadowaki), sohibnya dari kecil, untuk nelpon doi di tiap jam istirahat dan berpura-pura kalau itu telepon dari pacarnya Erika.

Sampe saat Erika lagi terima telepon dari sohibnya itu di toilet, doi nguping temen-temen gank-nya yang kepo gimana cowok Erika sebenernya. Mereka terdengar mulai curiga kalau Erika cuma omdo alias ngemeng doang kalau doi beneran punya cowok secara Erika nggak pernah nunjukkin cowoknya kayak apa. Ngedenger itu, Erika galau. Doi nggak mau kalau gegara ini doi didepak dari gank dan punya masa SMA suram sendirian tanpa temen.

Waktu Erika lagi curhat soal kegalauannya ini dengan sohibnya si San-Chan di cafe, tetiba doi ngeliat sesosok cowok ikemen yang heboh dikepoin pengunjung cafe lagi jalan di luar. Dan tetiba ide nggak masuk akal itu kepikiran sama Erika. Nggak pake pikir panjang, Erika dan San-Chan stalking si cowok sepanjang jalan. Dan saat ada kesempatan... jepret! Erika langsung moto muka si cowok ikemen dari depan dengan hapenya dan kabur gitu aja!


Besoknya, dengan sok iyes banget, Erika pamerin foto si cowok ikemen nggak dikenal itu sebagai pacarnya di depan gank-nya. Jelas aja, gank-nya ter-wow-ria liat foto 'pacar' Erika yang emang beneran ikemen kayak yang selama ini diceritain. Tapi salah satu temen gank-nya tetiba inget kalau si 'pacar' Erika itu nggak lain nggak bukan adalah cowok yang dijuluki Pangeran di sekolah mereka, Sata Kyouya (Yamazaki Kento). Dan saat mereka beneran yakin kalau foto itu adalah Kyouya, mereka buru-buru ngibrit ke kelas Kyouya untuk buktiin keyakinan mereka. Terus Erika? Panik setengah hidup!

Yamazaki Kento sebagai Sata Kyouya

Begitu sampe di depan kelas Kyouya, ternyata cowok yang dimaksud nggak ada di dalem dan justru berdiri di belakang mereka. Saat itu, Kyouya tetiba inget dengan Erika si cewek mesum yang kemarin udah moto dia diem-diem di jalan. Tapi sepersekian detik berikutnya, dengan panik Erika buru-buru narik Kyouya menjauh dari gank-nya. Melihat 'keakraban' antara Kyouya dan Erika itu, teman-temannya mulai yakin kalau mereka benar berpacaran.


Di kolam renang sekolah, saat situasi udah dirasa aman tanpa teman-temannya, Erika menjelaskan situasi sebenarnya pada Kyouya dan alasan kenapa kemarin dia nekad mengambil foto Kyouya. Tanpa diduga, Kyouya memaklumi alasan Erika dengan tersenyum. Bahkan saat Erika memberanikan diri untuk meminta Kyouya berpura-pura menjadi pacarnya agar teman-temannya nggak curiga, Kyouya langsung setuju dengan tetap tersenyum manis. Erika berpikir, pantes aja nih cowok disebut Pangeran. Selain ganteng setengah busyet, doi juga ramah dan baik hati banget! Erika jadi beneran melted dengan Kyouya.

Etapiiii... itu cuma pikiran sesaat Erika aja. Karena tetiba sikap Kyouya berubah saat doi mengajukan syarat untuk menjadi pacar boongan si Erika. Nggak ada lagi senyum manis khas Pangeran yang ditunjukkin Kyouya. Bahkan doi ngasih syarat aneh kalau Erika minta doi jadi pacarnya: Erika kudu muter tiga kali, abis itu menggonggong sambil pegang tangannya Kyouya kayak doggy. Dan selama mereka nanti berstatus 'pacaran', maka selama itu juga Erika resmi menjadi 'anjing peliharaan' Kyouya. Ebusyeeet!


Daaan... sejak itulah dimulai drama dalam hidup Erika. Semua karena Kyouya. Yup, Sata Kyouya, cowok yang dijuluki Pangeran di sekolah itu, aslinya nggak lebih dari seorang cowok tersadis yang pernah dikenal Erika. Dan entah kenapa, kesadisan Kyouya cuma ditunjukkin di depan Erika aja.

Well, untuk selanjutnya? Yeah, same as you think! You know lah standar drama cecintaan gimana endingnya! Uhuks!

* * *

Berbulan-bulan gue galau tingkat kecamatan nungguin link download film ini. Dan begitu link-nya nongol... oh well... gimana ya ngomongnya... eerrr... sorry to say, tapiii... gue ngerasa agak nggak worth it gitu penantian selama berbulan-bulan! T_T

Untuk manganya, gue emang cuma baca setengahnya aja. Tapi versi animenya, gue udah nonton sampe khatam. Jadi at least, sebelum nonton live action ini, gue udah tau inti cerita dan para tokohnya. Jadi yaaah... gitu deh... jujur aja gue kecewa dengan penggarapan live action ini yang nggak sesuai ekspektasi awal. Padahal yang maen Yamazaki Kento. Which is doi dijuluki Shoujo Manga Prince (baca: Pangeran yang muncul dari dalam shoujo manga/komik cewek Jepang karena seringnya doi main live action shoujo manga didukung pula dengan tampang dan fisiknya yang ikemen). Sebenernya gue juga lagi kesintingan banget sama Kento. Jadi segala film dan doramanya gue pantengin (review gue tentang film live action doi yang lain "Orange", ada di sini). Makanya gue pikir pasti keren deh nih live action kalau yang maen Sang Shoujo Manga Prince. Ekspektasi gue sih bakal seseru filmya Kento dulu, "Heroine Shikakku". Nyatanyaaa...

  • Pertama, alurnya lambaaaaaaat banget! Tipikal kebanyakan film Jepang emang gitu sih, tapi gue nggak berpikir kalau live action ini bakal punya alur selambat gitu juga! Huhu. Secara kalau dibandingin dengan manga atau animenya, keduanya seru banget diikutin dan nggak bikin ngantuk. Waktu nonton live action ini, baru beberapa menit pertama aja gue udah bosen. Gue pikir itu cuma di awal doang dan bakal ada kemajuan alur atau kejutan di scene-scene berikutnya. Ternyata... ya gitu, deh!
  • Kedua, ceritanya dibuat sedikit berbeda dengan versi manga/anime. Well, banyak sih live action dibuat dengan cerita yang beda dengan versi asli manga/animenya. So, bagi gue it's not a big deal. Toh inti ceritanya tetep sama. Tapi... heeeiii... mereka hilangin ke mana humor dan kekocakan khas live action Jepang? Garing sumpah!
  • Ketiga, menurut gue pengambilan angle kamera dan editing film ini buruk! Gue bukan ahli sinematografi, tapi sebagai orang awam pecinta film dan dengan background gue di Ilmu Komunikasi (which is waktu kuliah gue juga mempelajari basic dunia perfilman), film ini jadi kayak digarap sama orang-orang amatir. Please deh, kenapa harus selalu ngambil long shot mulu? Gue sampe nggak tau di mana dan gimana ekspresi si tokoh yang lagi ngobrol karena selalu disorot dari jarak jauuuuh banget dan yang keliatan cuma jalanan doang! Long shot oke, tapi seenggaknya ngeditnya kasih effort dikit, kek! Gonta-ganti angle dengan close up ke wajah para tokohnya bisa, doooong? Selain itu, ada beberapa scene yang menurut gue nggak penting untuk ditampilin dengan durasi yang kepanjangan. Misalnya, saat Erika pulang dari apartemen Kyouya sambil nyanyi sepanjang jalan, atau waktu Erika nangis pulang sepanjang jalan setelah berantem dengan Kyouya di cafe. Gue pikir dengan durasi begitu bakal ada kejutan di jalan, ternyata ya flat gitu doang! *tepok jidat*
  • Keempat, oh my God... what happen to you, Kento? Ke mana Sang Shoujo Manga Prince yang mampu memerankan tokoh cowok ikemen dari shoujo manga dengan perfect? Apa dia nggak inget kalau dia berperan sebagai Kuro Ouji alias Black Prince? Well, semua pasti setuju kalau Kento aslinya emang beneran punya aura Pangeran yang bisa bikin cewek manapun klepek-klepek (termasuk eikeh... uhuks!). Tapi untuk sampe ke level Black Prince... gue rasa nggak! Kento itu masih terlalu sweet untuk dijuluki Black Prince. Gue rasa yang cucok dijuluki sampe setingkat Black Prince itu ya si Nakajima Kento (iye, namanya sama-sama Kento!) di live action "Kurosaki-kun no Iinari ni Nante Naranai". Cowok sadis dengan mata iblis tapi tetep hot! Eeaaaa...!

Tapiiii... walau dengan segala minusnya, live action ini tetep gue kelarin juga dan masih banyak orang yang kepo melototin live action ini sampe sekarang. Makasih buat Kento. Iya, walaupun akting Kento nggak sesuai ekspektasi, tapi pamor live action ini ketolong banget dengan adanya doi. Ya iyalah, fans Kento tuh bejibun dari seluruh dunia dan emang doi PLN (Pasaran Lagi Naik) banget sekarang. Apalagi di live action ini Kento tampil beda dengan ngecat blonde rambutnya. Jadi mau gimana juga nih bentuk live action, gue yakin, selama yang maen si Kento sih aman ajalah! *ditimpuk bata sama massa*

Masih ada beberapa live action Kento yang dijadwalkan launching akhir tahun ini dan tahun depan. Semoga di beberapa live action itu Kento bisa tampil lebih maksimal sesuai julukannya sebagai Shoujo Manga Prince. Eh, tapi kalau orang ganteng mah bebas, sih! Mau gimana juga, Kento tetep ganteng! *apasih*

Yang kepo tapi ragu pengen ikut nonton, monggo ceki dulu trailernya di bawah...


Yang butuh link buat sedot filmnya, nih gue kasih...
Versi Subtitle Bahasa Inggris
Versi Subtitle Bahasa Indonesia

Happy watching! Okehtengsbai!

*) Gambar: berbagai sumber

Kamis, 16 Juni 2016

Review J-Movie: Orange (Orenji)


Menurut elo, dunia paralel itu ada, nggak? Itu lho, dunia yang menghubungkan antara masa lalu dan masa depan. Gue masih ragu sama segala yang berkaitan dengan penjelajahan waktu. But who knows?

Well at least, apa yang dialami Takamiya Naho (Tao Tsuchiya) pada musim semi yang bertepatan di hari upacara penerimaan siswa baru di sekolahnya, nunjukin kalau dunia paralel itu emang ada. Saat itu Naho tetiba mendapati surat yang dikirim untuknya yang saat ini berusia 16 tahun dan masih duduk di bangku kelas 2 SMA, dari dirinya sendiri di 10 tahun mendatang di masa depan.


Dalam surat tertulis bahwa Naho di masa depan meminta pada Naho yang masih duduk di bangku SMA untuk membantunya mengubah semua hal di masa lalu yang disesali Naho di masa depan. Dan semuanya bermula dari hari itu. Dalam surat dikatakan, pada hari itu akan ada siswa pindahan dari Tokyo bernama Naruse Kakeru (Yamazaki Kento) dan dia akan duduk di sebelah Naho. Dan bener aja, bertepatan saat itu, guru Naho memperkenalkan seorang siswa baru dari Tokyo bernama Naruse Kakeru dan memintanya duduk di sebelah Naho. Persis. Semua persis seperti yang ditulis di surat. Sampai di sini, Naho mulai curiga dan takut. Apakah seseorang tengah mengerjainya?

Naruse Kakeru (Yamazaki Kento)

Saat pulang sekolah, Naho mengecek kembali isi suratnya. Lagi-lagi, apa yang tertulis di surat, sungguh terjadi pada dunia Naho sebenarnya. Di sana tertulis kalau Naho dan para sahabatnya, antara lain Hiroto Suwa (Ryo Ryusei), Saku Hagita (Dori Sakurada), Takako Chino (Hirona Yamazaki), dan Azusa Murasaka (Kurumi Shimizu), akan mengajak Kakeru untuk jalan bersama mereka sepulang sekolah. Di surat, 'Naho' meminta agar jangan sampai Kakeru ikut dengan mereka. Pokoknya jangan. Nyatanya, mereka memang mengajak Kakeru dan Kakeru sempat menolak tapi kemudian atas bujukan para sahabatnya, Kakeru pun bersedia ikut bersama mereka. Naho ragu untuk mengikuti permintaan di surat atau nggak. Tapi pada akhirnya Naho berpikir kalau mengajak Kakeru adalah keputusan yang tepat karena membuat suasana semakin seru dan menjadi awal keakraban mereka. Naho saat itu, sama sekali nggak pernah menyangka apa yang bakal terjadi selanjutnya akibat telah memilih sebuah keputusan yang bertolak belakang dengan permintaan dalam surat.

"Orange" versi live action. Dari ki-ka: Takako, Azu, Hagita, Naho, Kakeru, Suwa.

"Orange" versi manga.

Setelah hari itu, Kakeru absen selama dua minggu. Nggak ada petunjuk apapun di surat mengenai absennya Kakeru. Namun saat Kakeru kembali masuk sekolah, Naho nggak melihat ada yang aneh pada diri Kakeru dan Kakeru tetap mengikuti pertandingan sepak bola sekolah sebagai pemain cadangan. Naho kembali teringat pada isi surat. Pada hari itu, Naho diminta untuk menghapus penyesalan lainnya. Dan di atas itu semua, pada hari yang sama, tertulis kalau Naho akan mulai jatuh cinta pada Kakeru.


Oke, cinta. Jadi ini film cecintaan? Mungkin. Tapi mungkin juga bukan. Karena kisah tentang isi surat Naho mengenai penyesalannya di masa depan dan--tentu aja--Kakeru, masih berlanjut...

Jadi, sejak jalan bareng di hari upacara penerimaan siswa baru, Kakeru, Naho, dan para sahabat Naho menjadi akrab. Tapi ternyata hal itu nggak lantas membuat Kakeru membuka diri begitu aja dengan mereka. Naho dan para sahabatnya sama sekali nggak tau bahwa ternyata Kakeru selama ini menyimpan kepedihan yang begitu mendalam akibat kematian ibunya yang bunuh diri tepat di hari upacara penerimaan siswa baru. Kakeru terus memendam penyesalan karena sebelumnya telah bertengkar dengan ibunya dan nggak bisa berada di sisi ibunya saat itu. Kakeru merasa ibunya bunuh diri karena dia. Naho di masa depan menulis jika dia begitu menyesal karena nggak pernah menyadari beban kepedihan yang ditanggung sendiri oleh Kakeru tersebut. Naho di masa depan juga menulis ada begitu banyak hal lain yang disesalinya karena nggak dia lakukan untuk Kakeru, meski dia begitu ingin melakukannya. Dan yang paling utama, Naho di masa depan menyesal karena dia dan para sahabatnya nggak bisa menyelamatkan dan memenuhi janji mereka pada Kakeru. Karena di 10 tahun mendatang, Kakeru nggak lagi bersama dengan mereka. Kakeru telah meninggal karena kecelakaan. Nggak, mungkin lebih tepatnya kecelakaan yang disengaja. Kakeru bunuh diri menabrakkan sepeda yang dinaikinya ke arah mobil akibat nggak kuat lagi menahan kepedihan dan rasa bersalahnya atas kematian ibunya.

Kakeru membayangkan ibunya masih hidup dan berada di depannya

Naho, tentu aja, nggak mau hal yang tertulis dalam surat menjadi kenyataan dan menimpa Kakeru. Untuk itulah, Naho yang masih duduk di bangku SMA bertekad akan menghapus semua penyesalan Naho di masa depan, termasuk menyelamatkan dan memenuhi janji mereka pada Kakeru.

Namun, Naho berpikir nggak mungkin semudah itu menghapus segala penyesalan yang ada, terlebih menyelamatkan Kakeru. Lagipula, surat dari dirinya sendiri di masa depan? Siapa yang bakal percaya?

Tapi ternyata sesuatu yang lain mengejutkan Naho. Bukan hanya dia yang menerima surat yang ditulis oleh dirinya sendiri di masa depan. Sahabatnya, Suwa, juga menerima surat yang sama, yang ditulis oleh dirinya sendiri dari 10 tahun di masa depan. Dan apa yang tertulis di surat yang diterima Suwa, nggak beda jauh dengan apa yang tertulis pada surat Naho. Tentang segala hal mengenai Kakeru dan tentang penyesalan Suwa serta para sahabatnya yang nggak bisa memenuhi janji mereka pada Kakeru.

Meski awalnya sempat menyembunyikan perihal surat mereka pada Hagita, Takako, dan Azu, namun pada akhirnya Naho dan Suwa menceritakan semua kepada ketiganya. Walau mereka sulit percaya pada surat dari masa depan, tapi demi Kakeru, mereka bersedia melakukan apapun. Mereka akan menghapus penyesalan mereka di masa depan, karena berdasarkan yang tertulis di surat, dulu mereka nggak peka atas beban dan kepedihan yang ditanggung sendiri oleh Kakeru. Maka saat ini, mereka ingin Kakeru menyadari bahwa dia nggak sendirian. Mereka ingin agar Kakeru tau bahwa dia punya para sahabat yang akan selalu melindungi dan bersedia berbagi beban yang disembunyikannya. Dan tentu aja, mereka ingin menyelamatkan Kakeru. Mereka nggak mau Kakeru bunuh diri karena terlalu berat menanggung semuanya sendiri.


Tapi, tepat di tanggal 31 Desember, tanggal kematian Kakeru seperti yang tertulis di surat, Kakeru nggak bisa dihubungi dan nggak datang ke tempat janjian mereka untuk merayakan tahun baru bersama. Naho dan para sahabatnya mulai khawatir. Akankah apa yang tertulis di surat menjadi nyata? Akankah Kakeru benar-benar meninggal karena bunuh diri hari itu? Akankah mereka mengulang penyesalan yang sama di masa depan karena nggak mampu menyelamatkan Kakeru? Lantas, seandainya Kakeru berhasil diselamatkan, apakah mereka yakin masa depan akan berubah?

* * *

Aaaaahh~~~~ it moved my heart! Truly, really, deeply!

Berulang kali nonton film ini, tetep aja gue mewek. Terutama di scene-scene tertentu yang nunjukin gimana tulusnya Naho dan para sahabatnya yang siap sedia berbagi beban, melindungi, dan melakukan apapun demi Kakeru. Kayak nemuin harta karun kalau punya sahabat kayak gitu. Iya, nggak, sih? T_T *lap mata*

Awalnya gue cuma penasaran aja pengen nonton semua film dan doramanya Yamazaki Kento alias Yamaken sejak liat dia di live action "Another" lanjut perannya sebagai L di "Death Note" dorama (yang "Death Note" agak bikin kecewa sih karena penggambaran karakter L versi Yamaken beda sama penggambaran versi manga asli dan live action movie-nya). Tapi finally, dari sekian film dan dorama Yamaken yang udah gue tonton, "Orange" adalah salah satu yang paling bikin hati gue nyesss klepek-klepek gimana gitu. Yah, emang dasarnya gue lebih demen film dan dorama persahabatan dibanding cecintaan, jadi waktu nonton ini gue dengan gampangnya langsung melted lebay.

Film "Orange" (atau "Orenji" dalam pelafalan Bahasa Jepangnya) ini merupakan live action dari manga karya Ichigo Takano dengan judul yang sama yang diterbitkan pada tahun 2012. Film ini rilis di Jepang pada Desember 2015 dan disutradarai oleh Kojiro Hashimoto. Gue belum baca manganya, jadi nggak bisa komen banyak, apalagi ngebandingin dengan versi live actionnya ini. Tapi menurut gue, Yamaken yang berperan sebagai Kakeru cukup oke berakting menjadi seorang cowok frustasi tapi tetep pengen keliatan tegar di depan sahabat-sahabatnya. Terbukti, gue jadi pengen banget ikutan puk-puk doi tiap liat ekspresi putus asanya itu. Pake sedikit peyuk-peyuk manja juga nggak apa-apa deh biar lebih varokah, vroh! *eh*

Dari segi cerita, walau nggak masuk ke otak gue gimana caranya surat dari masa depan bisa terkirim ke masa lalu, tapi alurnya enak diikutin dan berhasil buat gue kepo bakal kayak apa endingnya. Ikatan persahabatan antara Naho, Kakeru, Suwa, Hagita, Takako, dan Azu yang begitu kuat, ngajarin kita sesuatu. Persahabatan sejati itu nggak melulu soal hepi-hepi bareng. Justru di titik terendah di hidup kita, ketulusan persahabatan itu diuji. Orang-orang yang masih setia di sebelah kita, bahkan rela melakukan apapun demi kita, itulah yang pantas disebut sahabat sejati.

Judul "Orange" ini juga lumayan bikin gue penasaran dari awal. Simple tapi bikin bertanya-tanya. Apalagi kalau belum baca sinopsisnya. Orange? Cerita tentang jeruk? Hehe. Well, elo kudu nonton film ini sampe akhir dulu dan cermati. Setelahnya, elo baru bisa nyimpulin sendiri kenapa film ini dikasih judul "Orange". Hehe. Oh dan baidewei, setelah nonton film ini, gue jadi mikir, seandainya dunia paralel itu beneran ada, apa gue juga minat untuk kirim surat ke diri gue sendiri di masa lalu? Karena kayaknya gue juga punya banyak penyesalan yang pengen gue ubah di masa ini. Hmmm...

So? Recommended? Iyes, pake banget! Cerita yang ringan tapi juga complicated. Banyak pesan moral yang bisa dipetik dan dihayati dari film ini. :)

Last, di internet banyak yang bilang masih susah cari link donlot film ini. Tapi mungkin kalau ada yang mau sedot, bisa gue bantu untuk klik sini aja. Di situ udah pake subtitle Bahasa Indonesia, kok! :)

Bagi yang sekedar pengen kepoin dulu trailernya, monggo ceki videonya ini...

Versi pendeknya...


Versi agak panjangnya...


Yak, sekian! Happy watching! Ja neee...!


*) Gambar: berbagai sumber.

Kamis, 30 Mei 2013

"The Gifted Hands - Psychometry" Movie Review


Psychometry. Ini kosa kata baru buat gue. Gue mungkin nggak bakal tau kalau nggak nonton film Korea "The Gifted Hands - Psychometry".

Eh, apa? Korea? Pipi aja sampe ngomong tumben banget gue mau nonton film Korea. Secara emang dari dulu gue setia banget sama Jepang. Walau Indonesia dan dunia lagi dilanda Korean Wave, gue tetep nggak bisa pindah ke lain hati selain Jepang. Tapi sumpah, film yang satu ini bikin gue 'selingkuh' dikit ke Korea! :p

Film ini masih anyar banget. Baru rilis di Korea tanggal 7 Maret 2013 dan diputar di Blitzmegaplex Indonesia tanggal 5 Mei 2013. Yaay... kita kebagian tayangnya! \(=^u^=)/

Jadi ceritanya, ada seorang detektif konyol bernama Yang Choon-Dong (diperankan Kim Kang-Woo) yang nggak pernah berprestasi dan selalu bikin kekacauan di kantornya. Suatu saat ada seorang ibu yang melaporkan kalau anaknya diculik. Tapi nggak ada satu pun polisi di sana yang menanggapi serius laporan si ibu, kecuali si detektif bodoh itu. Yang Choon-Dong merasa kasus penculikan anak ini serius. Akhirnya, dengan semangat menggebu, si detektif dikasih tugas buat menyelidiki kasus ini sama atasannya.

Kim Kang-Woo sebagai Yang Choon-Dong

Nah, suatu malam, Yang Choon-Dong buang air kecil sembarangan di sebuah tembok. Tanpa dia sadari, di sebelahnya berdiri seorang cowok misterius memakai jaket hoodie hitam yang menutupi kepala dan mukanya. Cowok itu baru aja selesai melukis graffiti di tembok tempat Yang Choon-Dong buang air kecil. Yang Choon-Dong mengajak ngobrol cowok itu soal graffiti yang baru aja dibuatnya. Tapi si cowok malah minggat cuek. Karena nggak terima dicuekin, Yang Choon-Dong ngomel ke cowok itu dan baru aja mau ribut, si cowok udah lebih sigap menyemprotkan pilox yang tadi dipakenya bikin graffiti ke mata Yang Choon-Dong terus si cowok kabur gitu aja.




Sebulan kemudian, di sebuah taman bermain ditemukan mayat anak perempuan si ibu yang dulu pernah melaporkan kasus penculikan anaknya itu ke kantor Yang Choon-Dong. Yang Choon-Dong merasa bersalah karena nggak berhasil mengungkap kasus penculikan itu. Malamnya, Yang Choon-Dong menonton berita di televisi soal penemuan mayat anak perempuan tersebut. Dan seketika Yang Choon-Dong kaget saat berita itu menayangkan TKP penemuan mayat yang direkam reporter dari jembatan yang berada di atas taman. Pasalnya, lokasi itu persis dengan lukisan graffiti di tembok yang dibuat si cowok misterius sebulan sebelumnya. Bahkan kondisi mayat saat ditemukan pun persis dengan gambar graffiti di tembok.

Graffiti yang sama persis dengan kasus penculikan dan pembunuhan anak yang ditangani Yang Choon-Dong

Penasaran setengah busyet, Yang Choon-Dong pun menyelidiki si cowok misterius. Yang Choon-Dong menduga cowok itu adalah pelakunya, secara dia bisa melukis sama persis kasus penculikan dan pembunuhan anak perempuan tersebut. Setelah akhirnya berhasil menemukan si cowok yang tinggal sendirian di sebuah atap gedung bobrok, alih-alih menangkap, ternyata Yang Choon-Dong mendapati hal yang sama sekali nggak diduganya. Cowok misterius yang kemudian diketahui namanya Kim Joon (diperankan Kim Bum) itu ternyata adalah seseorang yang memiliki kemampuan psychometry. Ini diketahui Yang Choon-Dong saat tangan Kim Joon menyentuh tangannya waktu dia hendak menangkap Kim Joon. Ekspresi dan mata Kim Joon tiba-tiba berubah, dan dia mengatakan tentang masa lalu kelam Yang Choon-Dong yang nggak mungkin diketahui orang lain. Itulah sebabnya juga kemudian Yang Choon-Dong mengetahui bagaimana Kim Joon bisa melukis graffiti yang sama persis dengan kasus penculikan yang tengah ditanganinya. Dan ternyata bukan cuma itu. Kim Joon juga kerap mendapatkan clues berbagai kejahatan lainnya melalui kemampuannya, hingga membuatnya merasa tersiksa dan akhirnya memilih hidup menyendiri.

Kim Joon yang misterius, diperankan oleh Kim Bum

 


Sejak menyadari itu, Yang Choon-Dong meminta maaf sekaligus meminta bantuan Kim Joon untuk menolongnya mengungkap kasus penculikan dan pembunuhan anak dengan kemampuannya itu sebelum jatuh korban berikutnya. Awalnya Kim Joon sempat menolak karena dia nggak mau siapa pun tau tentang kemampuannya. Tapi karena merasa berhutang budi setelah ditolong Yang Choon-Dong dari orang-orang yang mengeroyoknya, Kim Joon pun bersedia membantu meski taruhannya nyawa. Ya, soalnya kemampuan psychometry yang dimiliki Kim Joon bisa membahayakan dirinya sendiri setiap kali digunakan. Minimal Kim Joon bakal mimisan tiap kali 'baca' histori dari objek yang dipegangnya. Bahkan nggak jarang Kim Joon muntah darah dan lemas kehabisan tenaga tiap kali menggunakan psychometry-nya.

Begini yang bakal dialami Kim Joon setelah memakai psychometry-nya

 

Kim Joon kerap kali nggak bisa mengontrol kemampuan psychometry yang dimilikinya


Kim Joon yang tengah mengeluarkan psychometry-nya untuk membantu kasus pembunuhan anak

Di sinilah dimulai keseruan duet Yang Choon-Dong dan Kim Joon untuk mengungkap kasus penculikan dan pembunuhan anak. Namun, di tengah penyelidikan, keduanya mendapat hambatan setelah Kim Joon dicurigai dan ditangkap oleh rekan dan atasan di kantor Yang Choon-Dong. Nggak tau apa alasannya, Kim Joon malah mengatakan kalau dialah pelaku yang mereka cari selama ini setelah menunjukkan psychometry-nya di ruang interogasi di hadapan para penyidik, termasuk rekan dan atasan Yang Choon-Dong yang menangkapnya.



 

Nah, lho! Apa yang terjadi selanjutnya? Penasaran? Cari tau sendiri aja dengan nonton langsung film ini! :p

Yang pasti menurut gue film Korea yang satu ini beda. Jarang banget gue nemuin film Korea dengan genre kayak gini. Seru, tegang, bikin penasaran, dan asik banget dipantengin dari awal sampe finish. Ditambah lagi si Kim Bum di film ini kakkoi banget. Gue suki banget sama hairstyle dia di film ini. Hei, jarang banget lho gue muji aktor Korea! Hehe. Tapi jujur, gue nggak bisa menutupi kekaguman gue sama akting dan penampilan si Kim Bum sebagai Kim Joon. Aura misteriusnya dapet banget. Dan ekspresi cool dan datarnya itu... aduh, bikin melting banget!! >,<





 "The Gifted Hands - Psychometry" pastinya film tahun ini yang wajib ditonton! Kalau dikasih bintang, eum... gue kasih lima bintang untuk film ini, deh! Happy watching, everybody! (^,^)v

Buat yang penasaran, ini gue kasih liat trailernya biar makin penasaran. Wkwkwk!


*) Foto: berbagai sumber

Minggu, 14 Oktober 2012

New Kindaichi Tantei Live Action: Yamada Tantei is Back!

Yamada Ryosuke. Sejak liat dia pertama kali di dorama "Hidarime Tantei Eye", gue udah kepincut sama nih bocah bishou (baca: cowok cantik in Japanese). Sejak itu, Ryo-kun*) jadi idola gue sepanjang zaman. Nah, saking kesintingannya gue sama Ryo, Pipi pun otomatis dendem mampus. Pipi sampai punya julukan istimewa untuk Ryo, yaitu "kate" (baca: maksudnya itu cebol, pendek, kuntet, dan temen-temen sejenisnya). Jiaaah... untuk yang ini gue nggak bisa ngomong banyak. Secara nyatanya, memang si Ryo itu... haduh, nggak tega ngomongnya... itu lho... anu... bon-cel...  =..=" *ditimpuk granat sama Ryo*

Fyi, untuk yang belum atau mau tahu lebih jauh siapa itu Ryo a.k.a Yama-chan a.k.a Yamada Ryosuke, langsung ke TKP sini aja ya ---> Profile Yama-chan. Soalnya terlalu panjaaang kalau gue bahas soal dia di sini. Hehe. Dan pastinya bakal ada yang protes gila-gilaan nantinya. *lirik Pipi*

Anyway, kali ini yang bakal gue bahas soal Ryo adalah dorama detektif terbarunya, "Kindaichi Shonen no Jikenbo: Hongkong Kowloon Treasure Murder Case".

 Ini Ryo sebagai Kindaichi Hajime

Ini Kindaichi versi manga

Apa? Dorama detektif? Lagi??? Yup! Ryo lagi-lagi main sebagai detektif di doramanya! Yamada Tantei is back! (fyi, tantei means detective in English). Mungkin yang udah tahu Ryo, bisa hitung sendiri berapa kali Ryo berperan sebagai detektif. Haha! Mungkin karakter detektif terlalu melekat sama dia sejak pertama nongolin peran detektifnya sebagai Amakusa Ryuu di "Tantei Gakuen Q". Dan sejak itu, peran detektif terus diberikan padanya! Kakkoii, Ryo-kun! :D

Ini adalah dorama yang diadaptasi dari manga berjudul "Kindaichi Shonen no Jikenbo". Nah, berdasarkan hasil googling gue, dorama ini ternyata udah dipersiapkan sang produser dan penulis untuk dimainkan Ryo sejak sekitar 5 tahun lalu. Wow! Sounds great since Ryo like the most wanted actor of the century! Great job, Ryo! Hahaha! Tapi karena waktu itu Ryo masih muda belia (emang skrg udh uzur?*plak*), jadilah produksi dorama ini ditunda sampai tampang dan fisik Ryo dianggap pantas memerankan Kindaichi Hajime, sang tokoh utama.

Dorama ini nantinya kebanyakan akan mengambil setting di Hongkong. Sang produser bilang kalau ini adalah produksi dorama berskala besar. So, pemainnya pun bukan cuma berasal dari Jepang. Tapi juga para aktor/aktris terkenal dari Taiwan dan Korea Selatan. Aktris Taiwan Vivian Hsu (37) akan memerankan fashion designer bernama Ivy Liu, pemeran kunci yang memegang rahasia menuju "Kowloon Treasure". Artis Taiwan lainnya yang ikut berperan dalam dorama ini adalah mantan anggota Farenheit, Wu Zun, yang memerankan polisi bernama Li Byron dan Eric Tsang yang berperan sebagai Wan Ron, "The King of Kowloon". Selain itu, member boyband Korea Big Bang, V.I, akan memerankan murid pertukaran dari Korea bernama Kim London. Artis Jepangnya sendiri selain Ryo, ada Arioka Daiki (dia ini 1 boyband bareng Ryo di Hey! Say! JUMP), Saki Ryuji, dan Kiritani Kenta.

Secara garis besar, dorama ini bercerita tentang sebuah fashion show di Hongkong yang diikuti teman masa kecil Kindaichi, Miyuki. Nah, suatu hari Miyuki diculik. Kindaichi pun harus menyelamatkan Miyuki dan memecahkan kasus pembunuh berantai di acara tersebut, sebelum Miyuki menjadi salah satu korban sang pembunuh. Hyaaa... kowaaiii...!!! >,<

Proses syuting di Hongkong

Hyaa... Ryo pake kuncir! Yes, it's soooo Kindaichi's style! >,<

Dorama ini bakal ditayangkan pada musim dingin tahun ini. Amaki Seimaru, sang penulis manga Detektif Kindaichi untuk pertama kalinya akan menuliskan skrip drama spesial ini. Secara mungkin si Seimaru ini kayaknya udah nazar banget pengen Ryo yang jadi Kindaichi sejak beberapa tahun silam kayak yang udah gue jelasin sebelum ini. Ngefan banget kali yak sama Ryo sampai segitunya. Jiakakak! *dicekek Seimaru*

Ryo adalah generasi keempat dari pemeran Hajime Kindaichi. Sebelumnya, aktor Domoto Tsuyoshi (33), Matsumoto Jun (28), dan Kamenashi Kazuya (26) adalah beberapa aktor yang pernah memerankan Hajime Kindaichi in live action. Gue sendiri udah nonton dorama Kindaichi versi Kamenashi Kazuya. Saat itu gue sempet mikir, Kame kurang cucok meranin Kindaichi. Rambut Kame sama sekali nggak mirip Kindaichi. Selain itu, tampang Kame terlalu jauh dari kesan bloon dan mesumnya Kindaichi! Wkwk! *dihajar massa fans Kame*

Gini... maksud gue, sebenernya kan image si Kindaichi berdasarkan manga-manganya yang gue baca memang tipikal cowok SMU yang genit, mesum, playboy, bloon, konyol, tapi punya IQ di atas rata-rata. Nah, waktu tahu Ryo memerankan Kindaichi, sempet shock juga sih. Secara karakter dia selama ini kan cool mampus. Terakhir gue liat dia main rada-rada blenyon gitu di doramanya "Risou no Musuko". Itu pun kesan dinginnya masih kentara. Nah, sekarang gimana dia harus memerankan si Kindaichi yang punya karakter bertolak belakang banget sama image dia selama ini? Well, kita liat aja. Pastinya, gue nggak sabar buat nonton! Yaay! Ganbatte, Yamada Tantei-kun!! \(^,^)/

Nih gue kasih bonus foto Ryo yang lagi akting sebagai Kindaichi. Di foto-foto ini bisa keliatan, seberapa mesum dan konyolnya karakter Kindaichi sebenernya. Inget ya, si Kindaichi bukan Ryo!





credit to: seruu.com, heysayjumplounge.blogspot.com, yamadalie.blogspot.com

*) P.S. Ryo-kun itu panggilan gue untuk Yamada Ryosuke, walau sebenernya dia lebih sering dipanggil Yama-chan. Tapi gue lebih suka manggil dia Ryo-kun. Secara spelling-nya agak-agak mirip dengan "Ryuu"--nama Jepun yang paling gue suka--dan gue nggak tahu kenapa gue bisa suka banget sama nama "Ryuu" di antara ribuan nama Jepang lainnya. Hehe. *nggak ada yang nanya*  (_ _")
 

Blog Template by BloggerCandy.com

Full Edited by lovelyshironeko.blogspot.com