Tampilkan postingan dengan label Korea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Korea. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Mei 2013

"The Gifted Hands - Psychometry" Movie Review


Psychometry. Ini kosa kata baru buat gue. Gue mungkin nggak bakal tau kalau nggak nonton film Korea "The Gifted Hands - Psychometry".

Eh, apa? Korea? Pipi aja sampe ngomong tumben banget gue mau nonton film Korea. Secara emang dari dulu gue setia banget sama Jepang. Walau Indonesia dan dunia lagi dilanda Korean Wave, gue tetep nggak bisa pindah ke lain hati selain Jepang. Tapi sumpah, film yang satu ini bikin gue 'selingkuh' dikit ke Korea! :p

Film ini masih anyar banget. Baru rilis di Korea tanggal 7 Maret 2013 dan diputar di Blitzmegaplex Indonesia tanggal 5 Mei 2013. Yaay... kita kebagian tayangnya! \(=^u^=)/

Jadi ceritanya, ada seorang detektif konyol bernama Yang Choon-Dong (diperankan Kim Kang-Woo) yang nggak pernah berprestasi dan selalu bikin kekacauan di kantornya. Suatu saat ada seorang ibu yang melaporkan kalau anaknya diculik. Tapi nggak ada satu pun polisi di sana yang menanggapi serius laporan si ibu, kecuali si detektif bodoh itu. Yang Choon-Dong merasa kasus penculikan anak ini serius. Akhirnya, dengan semangat menggebu, si detektif dikasih tugas buat menyelidiki kasus ini sama atasannya.

Kim Kang-Woo sebagai Yang Choon-Dong

Nah, suatu malam, Yang Choon-Dong buang air kecil sembarangan di sebuah tembok. Tanpa dia sadari, di sebelahnya berdiri seorang cowok misterius memakai jaket hoodie hitam yang menutupi kepala dan mukanya. Cowok itu baru aja selesai melukis graffiti di tembok tempat Yang Choon-Dong buang air kecil. Yang Choon-Dong mengajak ngobrol cowok itu soal graffiti yang baru aja dibuatnya. Tapi si cowok malah minggat cuek. Karena nggak terima dicuekin, Yang Choon-Dong ngomel ke cowok itu dan baru aja mau ribut, si cowok udah lebih sigap menyemprotkan pilox yang tadi dipakenya bikin graffiti ke mata Yang Choon-Dong terus si cowok kabur gitu aja.




Sebulan kemudian, di sebuah taman bermain ditemukan mayat anak perempuan si ibu yang dulu pernah melaporkan kasus penculikan anaknya itu ke kantor Yang Choon-Dong. Yang Choon-Dong merasa bersalah karena nggak berhasil mengungkap kasus penculikan itu. Malamnya, Yang Choon-Dong menonton berita di televisi soal penemuan mayat anak perempuan tersebut. Dan seketika Yang Choon-Dong kaget saat berita itu menayangkan TKP penemuan mayat yang direkam reporter dari jembatan yang berada di atas taman. Pasalnya, lokasi itu persis dengan lukisan graffiti di tembok yang dibuat si cowok misterius sebulan sebelumnya. Bahkan kondisi mayat saat ditemukan pun persis dengan gambar graffiti di tembok.

Graffiti yang sama persis dengan kasus penculikan dan pembunuhan anak yang ditangani Yang Choon-Dong

Penasaran setengah busyet, Yang Choon-Dong pun menyelidiki si cowok misterius. Yang Choon-Dong menduga cowok itu adalah pelakunya, secara dia bisa melukis sama persis kasus penculikan dan pembunuhan anak perempuan tersebut. Setelah akhirnya berhasil menemukan si cowok yang tinggal sendirian di sebuah atap gedung bobrok, alih-alih menangkap, ternyata Yang Choon-Dong mendapati hal yang sama sekali nggak diduganya. Cowok misterius yang kemudian diketahui namanya Kim Joon (diperankan Kim Bum) itu ternyata adalah seseorang yang memiliki kemampuan psychometry. Ini diketahui Yang Choon-Dong saat tangan Kim Joon menyentuh tangannya waktu dia hendak menangkap Kim Joon. Ekspresi dan mata Kim Joon tiba-tiba berubah, dan dia mengatakan tentang masa lalu kelam Yang Choon-Dong yang nggak mungkin diketahui orang lain. Itulah sebabnya juga kemudian Yang Choon-Dong mengetahui bagaimana Kim Joon bisa melukis graffiti yang sama persis dengan kasus penculikan yang tengah ditanganinya. Dan ternyata bukan cuma itu. Kim Joon juga kerap mendapatkan clues berbagai kejahatan lainnya melalui kemampuannya, hingga membuatnya merasa tersiksa dan akhirnya memilih hidup menyendiri.

Kim Joon yang misterius, diperankan oleh Kim Bum

 


Sejak menyadari itu, Yang Choon-Dong meminta maaf sekaligus meminta bantuan Kim Joon untuk menolongnya mengungkap kasus penculikan dan pembunuhan anak dengan kemampuannya itu sebelum jatuh korban berikutnya. Awalnya Kim Joon sempat menolak karena dia nggak mau siapa pun tau tentang kemampuannya. Tapi karena merasa berhutang budi setelah ditolong Yang Choon-Dong dari orang-orang yang mengeroyoknya, Kim Joon pun bersedia membantu meski taruhannya nyawa. Ya, soalnya kemampuan psychometry yang dimiliki Kim Joon bisa membahayakan dirinya sendiri setiap kali digunakan. Minimal Kim Joon bakal mimisan tiap kali 'baca' histori dari objek yang dipegangnya. Bahkan nggak jarang Kim Joon muntah darah dan lemas kehabisan tenaga tiap kali menggunakan psychometry-nya.

Begini yang bakal dialami Kim Joon setelah memakai psychometry-nya

 

Kim Joon kerap kali nggak bisa mengontrol kemampuan psychometry yang dimilikinya


Kim Joon yang tengah mengeluarkan psychometry-nya untuk membantu kasus pembunuhan anak

Di sinilah dimulai keseruan duet Yang Choon-Dong dan Kim Joon untuk mengungkap kasus penculikan dan pembunuhan anak. Namun, di tengah penyelidikan, keduanya mendapat hambatan setelah Kim Joon dicurigai dan ditangkap oleh rekan dan atasan di kantor Yang Choon-Dong. Nggak tau apa alasannya, Kim Joon malah mengatakan kalau dialah pelaku yang mereka cari selama ini setelah menunjukkan psychometry-nya di ruang interogasi di hadapan para penyidik, termasuk rekan dan atasan Yang Choon-Dong yang menangkapnya.



 

Nah, lho! Apa yang terjadi selanjutnya? Penasaran? Cari tau sendiri aja dengan nonton langsung film ini! :p

Yang pasti menurut gue film Korea yang satu ini beda. Jarang banget gue nemuin film Korea dengan genre kayak gini. Seru, tegang, bikin penasaran, dan asik banget dipantengin dari awal sampe finish. Ditambah lagi si Kim Bum di film ini kakkoi banget. Gue suki banget sama hairstyle dia di film ini. Hei, jarang banget lho gue muji aktor Korea! Hehe. Tapi jujur, gue nggak bisa menutupi kekaguman gue sama akting dan penampilan si Kim Bum sebagai Kim Joon. Aura misteriusnya dapet banget. Dan ekspresi cool dan datarnya itu... aduh, bikin melting banget!! >,<





 "The Gifted Hands - Psychometry" pastinya film tahun ini yang wajib ditonton! Kalau dikasih bintang, eum... gue kasih lima bintang untuk film ini, deh! Happy watching, everybody! (^,^)v

Buat yang penasaran, ini gue kasih liat trailernya biar makin penasaran. Wkwkwk!


*) Foto: berbagai sumber

Selasa, 16 Oktober 2012

Review: BRTC Blemish Recover Balm Sample Sachet

Produk yang bakal gue review kali ini, yaitu BRTC Blemish Recover Balm Sample Sachet. Buat yang belum tahu, ini adalah salah satu BB cream Korea yang cukup terkenal. Gue mutusin untuk beli sample sachet BB cream ini karena melihat banyaknya review bagus mengenai produk ini. Gue beli samplenya dulu karena harga tube BB cream ini tergolong lumayan mahal buat gue. Gue juga takutnya udah mahal-mahal dibeli, tapi ujungnya kalau nggak cocok kan sayang ya, bok?

BRTC Blemish Recover Balm Sample Sachet

Katanya sih BB cream ini mampu mengontrol kelebihan minyak pada wajah dan cocok banget buat yang punya kulit muka berjerawat (hell yeah, that's me!). Selain itu, coverage BB cream ini juga katanya jempolan. Nah, siapa coba yang nggak tergoda buat nyoba kalau udah gitu? Hahay! *tipe yang mudah tergoda iklan*

Berdasarkan website-nya, BRTC Blemish Recover Balm mengklaim:
  • Perfect Cover
  • Oil Control
  • BB Cream
  • SPF 28
  • Anti Oxidant
  • Moisturizer
Eniwei, waktu barang orderan gue dateng, sempet skeptis juga. Jangan-jangan ini barang KW. Secara sachet yang gue dapet beda banget sama sachet yang dibeli dan di-review di banyak blog. Malah ada salah satu blogger yang beli di online shop yang sama dengan gue tapi sample sachet yang didapatnya beda sama punya gue. Ngehe. Masa sih bisa beda barang padahal dari sumber yang sama? Padahal kita beli di trusted online shop. Setelah gue konfirmasi sama online shop yang bersangkutan, katanya sih itu kemasan terbaru. Hmmmm... gitu, ya?

Penampakan BRTC Blemish Recover Balm Sample Sachet yang gue dapet

Ini perbandingan BRTC Blemish Recover Balm Sample Sachet lainnya yang gue maksud

Berhubung udah terlanjur dibeli (entah KW atau memang kemasan terbaru kayak yang dibilang), tetap aja gue mau coba. Nah, apakah benar BB cream ini mampu melakukan tugasnya dengan baik di muka gue seperti klaim produknya? Well, inilah review gue setelah kurang lebih seminggu pemakaian:
  • Oil control-nya tergolong biasa untuk muka gue yang super duper oily. Padahal tadinya gue berharap lebih sama BB cream ini. Ternyata kilang minyak di T area gue mulai bocor dalam waktu 1-2 jam setelah pemakaian. Tapi kalau gue timpa loose powder terus ditimpa lagi sama compact powder sesudah BB cream ini, ternyata bisa bertahan lebih lama.
  • Coverage-nya medium, nggak jelek tapi nggak bagus-bagus amat juga. Untuk produk semahal ini, awalnya gue pikir kualitas coverage-nya yahud banget. Ternyata coverage BB cream ini cuma mempan untuk menutupi noda jerawat yang ringan, tapi bukan jerawat merah yang gede. Tapi nggak tahu kenapa, walau 'dosa-dosa' di muka gue nggak sepenuhnya tercover dengan BB cream ini, muka gue bisa keliatan lebih flawless. Apalagi kalau ditimpa sama compact powder yang cucok. Love it!
  • Warnanya nggak masuk untuk kulit muka gue T_T. Kebanyakan BB cream memang cuma menyediakan shade yang terbatas. Termasuk BB cream ini yang cuma punya 1 shade. Menurut gue sih shade BB cream ini lebih ke pinkish, sementara muka gue cenderung yellow. Tapi untungnya BB cream ini lama-lama bisa menyesuaikan dengan warna muka gue beberapa saat setelah pemakaian. Setau gue, itu memang sifat dari semua produk BB cream. Apapun warnanya, bakalan menyesuaikan dengan kulit muka kita. Dan gue suka itu. Solusinya biar nggak pektay kayak pakai topeng, menurut gue bisa pakai loose/compact powder yang shade-nya lebih gelap setelah pakai BB cream ini. Dan itu berhasil buat muka gue. :-)
  • Pengaruh sama jerawat gue? Eum... nope! Ada jerawat-jerawat kecil yang doyan bersemayam di pipi gue. Setelah pemakaian BB cream ini kurang lebih seminggu, nggak ngaruh apa-apa tuh sama jerawat gue. Mereka masih adem ayem aja di sana. Nggak hilang, tapi nggak meradang juga. -__-
  • Even out my skin dan hasilnya dewy di muka gue. Muka gue jadi keliatan lebih cerah, nggak kusam, dan sehat. Ini juga hal yang gue demen dari produk ini. :-) 
  • Susah banget buat di-blend! Ini termasuk produk BB cream yang paling susah buat di-blend dari beberapa produk BB cream lain yang pernah gue coba. Butuh kesabaran ekstra untuk nge-blend BB cream ini di muka kita. Kalau nggak rata, hasilnya jadi belang. Hufft!
  • It has SPF! Yes, gue suka banget sama produk yang mengandung SPF. Hei, SPF itu penting lho untuk muka! Dengan adanya SPF di produk yang kita pakai, bisa memberikan perlindungan ekstra buat muka kita saat berada di bawah sinar matahari. Kita jadi terhindar dari gejala penuaan dini dan resiko kanker kulit. Sip, kan? ;-)
  • Teksturnya ringan. Gue nggak suka make up yang terasa berat dan lengket di muka. Thanks God, BB cream ini nggak begitu. Ini yang gue suka banget dari produk Korea yang 1 ini. Menurut gue cocok untuk daily use. Makanya, gue suka pakai BB cream ini untuk keseharian di kantor. :-)
  • And yes, the last and one thing for sure, harganya soooo expensive! Ampun dah! Untuk sample sachet 1 ml ini aja harganya Rp5.900,-. Per sachet-nya bisa digunakan untuk pemakaian 2-3 kali. Tapi karena gue orangnya terlalu hemat (atau pelit? *plak*), jadi bisa sampai 4x! Jiakakak! Nah, untuk harga tubenya yang per 40 ml bisa 200 ribuan. Yang paling murah gue ketemu di online shop harganya Rp208.000,-. Sisanya di online shop lainnya, harganya di atas itu! >,<
And here's for the swatch: 

On my hand:

 


See the different? :-)


On my face:

Before: my bare face.
Dimohon dengan sangat untuk mengacuhkan ekspresi sok cemberut itu! >,<

After: I use BRTC Blemish Recover Balm only.
Astaga... pipi gue chubby banget di foto ini!! >,<

Will I repurchase?
Hmmm... pengen, sih... asalkan BB cream ini mengeluarkan shade yang lebih masuk untuk kulit muka gue dan harganya bisa lebih murah. Hehe.

Harga: Rp5.900,-/sachet
 

Blog Template by BloggerCandy.com

Full Edited by lovelyshironeko.blogspot.com