Sabtu, 25 Mei 2013

Mahar (yang Katanya) ala-ala Scrapbook...

Oke, setelah bahas mahar apa yang gue minta dari Pipi yang curhatannya bisa diintip di sini, sekarang sesuai janji, gue mau bahas soal hias maharnya.

Kayak yang gue sebutin di posting soal mahar itu, gue pengen hias mahar sendiri. Kayaknya ribet banget gue jadi bocah, yak? Padahal kan tinggal bayar orang bikinin hiasan maharnya dan selesai! Tapi karena gue pengen semua yang berhubungan dengan pernikahan gue meninggalkan kesan, makanya gue usahain semuanya dikerjain sendiri, termasuk printilan kayak hias mahar gini. Ada kepuasan batin yang nggak bakal bisa dibeli dengan uang berapa pun kalau semua hasil keringet kita sendiri. Iya tho? *bangga elus-elus dagu*

Dari pertama gue pengennya sih bisa hias mahar ala scrapbook. Selain unik karena masih jarang yang hias mahar ala scrapbook (fyi, di tempat gue tinggal Bandar Lampung, peminat scrapbook masih minoritas banget dan toko yang jual bahan-bahan scrapbook cuma ada sebiji doang), gue liatnya lucu aja gitu kalau mahar dihias ala scrapbook daripada mesti dihias bentuk macem-macem kayak masjid, binatang, orang-orangan, endebreh endebrah. Eits, ini murni soal selera lho! *salim sama yang maharnya gitu*

Scrapbook sendiri berasal dari kata scrap yang dalam Bahasa Inggris artinya barang sisa. Scrapbook merupakan seni kreatif menempelkan foto, barang-barang sisa, dan sejenisnya pada sebuah media (biasanya kertas). Tapi ternyata, biar kata namanya 'scrap', bahan pembuat scrapbook sekarang sih nggak melulu dari barang bekas. Malah sekarang biar lebih cihuy diliat, scrapbook dibuat dengan menggunakan bahan-bahan khusus untuk scrapbooking. Dan berdasarkan pengalaman gue yang beli material scrapbook untuk hias mahar di store-nya, gue baru tau ternyata harganya nggak bisa dibilang murce, cyiin! Kamu kudu siapin budget minimal cepek cuma buat beli bunga-bungaan dan kupu-kupu malam hiasannya. And you know what? Total kerusakan beli semua bahan-bahan scrapbook itu 400 ribuan! He-eh, seriusan deh! Ternyata nggak semua yang bekas-bekas itu murah meriah ya, bok? T_T

Bahan-bahan scrapbook yang begituan doang mahalnya aje gile jungkir balik jengkang!

Oke, lupakan tragedi dompet-langsing-dalam-hitungan-detik gara-gara si material scrapbook! Karena emang niat awalnya pengen iseng bikin hias mahar sendiri, apapun resikonya dihadepin aja, deh! Semangat! *hibur diri*

Jadi, bermodal nekad dan jiwa kreatif (baca: kere, aneh, dan aktif), akhirnya gue hiaslah itu mahar yang udah dikasih Pipi. So, this is my very first time bikin kerajinan tangan mahar scrapbook kayak gini--dibantu Pipi ngerjainnya. Setelah gupek cari referensi dari berbagai sumber, inilah dia hasil prakarya gue: mahar (yang katanya) ala-ala scrapbook! :D

Mahar sebelum dibingkai

Maharnya udah dibingkai jadinya begini :-)

Yang ini juga lebih jelasnya mahar yang udah dibingkai ^^

Tema maharnya apa, ya? Eum... bunga dan kupu-kupu galau kali, ya? :D

Betewe, itu yang gulungin duit-duit kertasnya Pipi, lho! Hehe. Bangga deh sama si cami yang mau diajak kerja rodi hias mahar ini! :-*



Secara hasrat ngeksis sebagai banci foto yang gede, maka foto prewed gue dan Pipi harus ada juga di mahar, duong! Hahaha! Tapi biar nggak disangka kelewat narsis, jadi yang gue pamerin cuma foto kaki gue dan Pipi aja. Mukanya diumpetin dulu ajalah, ya? :p

Kaki-kaki yang eksis :p

Dan ini foto-foto pengerjaan dan detail mahar scrapbook yang gue bikin. ^^











Not bad lah ya untuk amatiran kayak gue? Iyain ajalah! Wkwkwk. Ada yang minat pengen dibuatin mahar macem gini? Boleh... asaaaaalll, wani piro? Jiakakak!

Siapa tau ada yang pengen ikutan bikin sendiri maharnya ala scrapbook kayak gini, ya monggo aja. Mudah-mudahan bisa jadi referensi buat para bridezilla yang lagi kebingungan pengen dibikin apaan hiasan maharnya. Makasih yang udah mau baca. Update-an tentang prepare merit gue lainnya menyusul, ya! :-)

Jumat, 24 Mei 2013

Maharku adalah Kesanggupanmu...

Wow! Wow! Wow! Nggak kerasa ternyata tinggal kurang lebih sebulan lagi sebelum hari H. Dan woooow... masih banyak banget hutang gue untuk update blog ini tentang segala macem persiapan merit. Huhu. Sebenernya sih pengen banget bisa posting satu per satu dari kemarin-kemarin. Tapi berhubung banyak banget hal yang mesti disiapin, gue jadi males buat curhat di blog yang nggak seberapa ini. _ _"

Oke, sekarang gue cicil ya persiapan yang belum di-update. Hehe. Kita mulai dari yang menurut gue penting dulu dalam sebuah pernikahan, yaitu mahar. Kalau dalam ajaran agama gue, salah satu syarat menikah ya kudu ada maharnya.

Mahar atau Mas Kawin adalah harta yang diberikan oleh pihak mempelai laki-laki (atau keluarganya) kepada mempelai perempuan (atau keluarga dari mempelai perempuan) pada saat pernikahan (source: id.wikipedia.org). Bentuk mahar biasanya berupa uang tunai, emas, tanah, rumah, dan macam lainnya yang memiliki nilai uang sebagai acuannya. Tapi ada juga yang memberikan seperangkat alat solat, jasa, atau menaikkan haji istrinya. Mahar sepenuhnya hak dari CPW untuk meminta atau menolak pada CPP yang melamarnya. Namun, meski diberi hak veto menentukan bentuk dan jumlah mahar apa yang diinginkannya dari CPP, sebaiknya CPW menetapkan mahar yang nggak memberatkan sang CPP, ya! ^^

“Mahar yang paling baik adalah mahar yang paling sederhana.” (HR An-Nasa’i)

“Sesungguhnya termasuk keberuntungan perempuan adalah mudah lamarannya, ringan maskawinnya, dan subur rahimnya.” (HR Ahmad)

Mahar sifatnya bukan ketetapan tapi kesepakatan antara kedua belah pihak. Kemampuan tiap orang berbeda. Jadi sebaiknya mahar disesuaikan dengan kemampuan CPP untuk bisa memenuhinya. Mahar bisa dibilang 'nafkah' pertama suami kepada istrinya. Jadi, yang terpenting dan perlu diperhatikan, bukan besar kecilnya nilai mahar, tapi gimana usaha si laki-laki dalam memenuhi kewajibannya mendapatkan mahar itu.

Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.” (An-Nisa: 4)

Awalnya gue sempat bingung waktu ditanya pengen mahar apa. Tapi sejak awal, gue nggak mau alat solat sebagai mahar--cukup ada di seserahan aja. Bagi gue terlalu berat mahar dengan seperangkat alat solat. Bukan karena mengacuhkan kewajiban solat. Tapi itu kan simbol agama yang mesti kita jaga amanahnya tiap saat dan nggak boleh disepelekan. Jadi, setelah mikir lagi, akhirnya dengan berpedoman hadits dan Al-Qur'an di atas, gue mutusin minta mahar di luar alat solat yang insyaallah nggak memberatkan Pipi. Gue nggak minta emas puluhan gram, duit berpuluh-puluh juta, rumah, atau bahkan mobil mewah seharga milyaran rupiah. Mahar yang gue minta dari Pipi cukup uang tunai yang disesuaikan dengan tanggal merit kami nanti. Sempat gonta-ganti nominalnya sampe akhirnya gue pilih yang paling simpel dan ringan sejumlah Rp23.613,-. Semuanya sesuai tanggal pernikahan nanti, yaitu 23 Juni 2013. Satu hal lagi yang gue minta untuk mahar itu adalah uang maharnya harus uang kuno semua. Terserah dari tahun berapa aja. Pipi menyanggupi dan bilang kalau mahar gue nggak memberatkan dia sama sekali.

Setelah menyanggupi sejak akhir tahun lalu, Pipi langsung berburu berbagai lapak uang kuno dari berbagai sumber, termasuk internet, sampe akhirnya Pipi berhasil mengumpulkan semua uang mahar yang gue minta. Nah, di sinilah kebegoan gue kumat. Awalnya gue minta uang maharnya koin semua. Eh, setelah Pipi kumpulin susah-payah, tiba-tiba seenak udel gue minta ganti beberapa uang koin jadi uang kertas! Alesannya? Karena gue pengen hias sendiri mahar gue nanti. Kalau maharnya koin semua, gue bingung mesti hias begimane! =..=" *alesan bego*

Final uang mahar yang gue minta dari Pipi ^^

Untungnya, Pipi nggak ada masalah dan langsung aja gitu dia nyanggupin sampe akhirnya terkumpullah duit mahar sejumlah yang gue minta, nggak kurang dan nggak lebih. Makasih, sayaaaangg!!! *peyuk Pipi kenceng*

Jadi, duit maharnya udah ada. Sekarang tinggal hiasnya. Kayak yang gue bilang, gue pengen hias mahar sendiri. Gimana hiasnya? Dilanjut aja di postingan berikutnya, ya! Ja ne...!!! ^^

Rabu, 08 Mei 2013

Angsulan Chapter 1

Dalam rentetan pernikahan adat (khususnya Jawa) di Indonesia, dikenal adanya istilah seserahan atau hantaran, yang diberikan pihak calon pengantin pria (CPP) kepada calon pengantin wanita (CPW). Seserahan sendiri berupa barang-barang keperluan si CPW. Kalau dulu soal seserahan biasanya diserahkan sepenuhnya pada pihak CPP, sekarang udah banyak CPW yang terlibat atau dilibatkan dalam urusan seserahan. Mulai dari pemilihan barang-barangnya hingga hiasnya. Hal ini dimaksudkan agar nantinya yang diberi seserahan ini--yaitu si CPW sendiri--nggak merasa kecewa dengan barang yang diterimanya, sesuai seleranya, pas ukurannya, dan pastinya bakalan bisa dipakai dengan riang gembira setelah merit. :p

Fyi, yang minat cek posting gue soal seserahan ada di sini, ya! :-)

Penyerahan barang-barang hantaran ini biasanya dilakukan dalam suatu acara khusus, tergantung adat daerah masing-masing. Kalau di Jawa biasanya di malam Midodareni. Tapi zaman sekarang sih demi kepraktisan, banyak yang menyerahkan seserahan sebelum berlangsungnya akad nikah. Nah, setelah seserahan diberikan, di akhir acara, biasanya bakalan ada 'oleh-oleh' yang diberikan pihak keluarga CPW kepada pihak keluarga CPP, sebagai balasan atau simbol rasa terima kasih atas seserahan yang telah diberikan. Nah, 'oleh-oleh' untuk CPP inilah yang disebut angsulan atau angsul-angsul.

Contoh angsulan segala macam toiletries atawa perlenongan cowok

Contoh angsulan seperangkat alat solat

Contoh angsulan pakaian kerja

Dalam pernikahan gue nanti, gue pun udah menyiapkan angsulan untuk Pipi. Jumlah angsulan sesuai adat Jawa (katanya) harus ganjil tapi nggak boleh melebihi jumlah seserahan. Setelah diskusi sama Yang Mulia Ayahanda dan Ibunda Ratu (baca: bapak'e dan mbok'e), plus si empunya penerima angsulan itu--yang nggak lain nggak bukan adalah Pipi sendiri--box angsulan yang bakal dikasih nanti ditetapkan sejumlah 5 box aja, udah termasuk 2 box untuk makanan. Jiaaah... dikit amat kali ya kalau dibanding seserahan gue yang 13 box itu? Ini modus pelit atau ngirit? Jiakakak!

Contoh angsulan yang disebut "Kancing Gelung", yaitu seperangkat
pakaian yang bakal dipakai CPP saat akad

Sama halnya dengan seserahan yang semuanya barang-barang kebutuhan gue, isi angsulan itu nantinya adalah barang-barang keperluan Pipi. Kalau semua seserahan gue yang bayarnya dibandarin Pipi, untuk angsulan gantian gue yang jadi bandarnya dan Pipi cuma tinggal asoy geboy milih barang-barang apa aja yang dia mau untuk angsulan. Udah sempet parno duluan, jangan-jangan ini bisa jadi ajang balas dendam Pipi meras dompet gue. Hiks! Tapi untungnya, cami gue yang satu ini amat sangat perhatian dan penuh belas asih kayak Tong Sam Cong gurunya Sun Go Kong. Dia sama sekali nggak ada niat untuk 'memiskinkan' gue! Wkwkwk! Malahan dia dengan sangat hati-hati memilih barang-barang yang harganya 'nggak ngajak berantem' dan nggak bikin ATM gue meledak. Hwuaa... makasih, chayanx! *peluk Pipi sampe gepeng*

Angsulan kayak gini nih yang bakalan bikin ATM kemarau
dalam hitungan detik! :D

Pemilihan barang-barang angsulan Pipi terbilang cepat secara emang box-nya sedikit. Tapi bukan cuma karena itu. Pipi juga sebenernya nggak ribet kayak gue kalau milih barang-barang yang dia mau. Nggak perlu thawaf ngelilingin satu mall dulu atau kunjungan door to door ke semua butik/toko dulu dan ujung-ujungnya balik ke butik/toko yang pertama kali dikunjungin cuma demi beli barang inceran yang pertama kali diincer di butik/toko itu. Wkwkwk!

Kalau Pipi, barang apa yang dia mau untuk angsulan langsung aja dia cari pas kebetulan kita lagi jalan di mall. Kalau kebetulan barang yang dia mau stoknya lagi kosong atau warnanya nggak ada, dia kreatif, inisiatif, dan pemaaf banget untuk langsung cari alternatif barang lainnya. Ya ampun, kalau gue sih ya, misal barang yang gue mau lagi kosong, gue bakal maki-maki etalase sama mbak2-mbak SPG-nya *lho?* terus minggat cari tempat lain yang jual barang yang sama, dan kalau masih tetep kosong di semua tempat, gue nggak bakalan berpaling ke lain hati dan bakalan keukeuh nunggu tuh barang nongol sampe si Atun adeknya si Doel kurus terus gemuk lagi terus kurus lagi! Oke... mungkin inilah yang namanya perbedaan tipis antara setia, ngotot, sama bego! -__-

Daaaan... apa aja barang-barang angsulan untuk Pipi? Ini dia list-nya:

Box 1: 
Handuk (1 pcs), undies (2 pcs), dan segala keperluan perlenongan Pipi (parfum, deodoran, shaver, hand and body lotion, pembersih muka, dan toiletries cowok lainnya).

Box 2:
Perlengkapan solat (Baju Koko, Sajadah, Peci, dan Sarung). 

Box 3:
Peralatan Makan (setengah lusin set cangkir + tatakan dan setengah lusin piring kecil).
Note: box ini isinya atas saran dari nyokap yang katanya kudu ada alat makannya biar nanti pas berumah tangga nggak kekurangan pangan. Aamiin. Seserahan gue juga ada alat makannya.

Box 4:
Jadah dan Wajik.
Note: ini sih ngikutin adat Jawa yang katanya juga harus ada makanan tradisional yang lengket biar mempelainya lengket terus selamanya. Aamiin. Di seserahan gue juga ada jadah-wajiknya.

Box 5:
Jajan pasar.

Alhamdulillah semuanya udah lengkap, kecuali makanan yang disiapin di hari H aja. Semua box angsulan berwarna merah cabe, agak beda dikit sama box seserahan gue yang bernuansa merah maroon. Intinya tetep ada warna merah sesuai nuansa nikah gue. :-)

Proses hias-menghias box Pipi pun nyaris kelar, cuma tinggal sentuhan dikit lagi. Untuk urusan hias-menghiasnya, cukup gue aja yang ngerjain dibantu sama Pipi. Dan bukan cuma angsulan, tapi juga seserahan dan beberapa printilan merit lainnya gue yang hias sendiri dibantu asisten tercinta, tentu aja si Pipi. Apa aja itu dan gimana hasilnya? Ditunggu aja update-annya, ya!

Semoga posting ini bermanfaat untuk temen-temen yang juga lagi butuh referensi nyiapin merit. Arigatou!


*) Sumber gambar: Google
UPDATE!!
Enihaauuu... bagi yang di seputaran Bandar Lampung dan butuh jasa hias/sewa box seserahan, gue siap membantu, lho! Yup... sekarang gue buka jasa hias-menghias seserahan, mahar, mobil pengantin, dan make up (prewed, wisuda, pesta, etc.). Harga in shaa allah bersahabat, genks! Yuuk... cusss lah ceki ceki instagram Little Mimi Art untuk pelototin foto-foto karya ter-update dari gue! Ditunggu bookingannya, yak! Okehtengsbai! :D

Minggu, 14 April 2013

Happy Anniversary, Dear...


April 14th, 2013.

Our special date, our special day, our special moment, our special anniversary...

When we started the journey, we were mere strangers. But today, we are the best friends who have shared many moments of life together. May we stay like this forever. Happy anniversary, dear...

"An anniversary is a time to celebrate the joys of today, the memories of yesterday, and the hopes of tomorrow."
~Anonymous ~

Thanks to have you for whole these years...
Thanks to you for being here with me, in any condition...
Thanks for everything you've done to me...
Thanks for all the moments we've shared together...
Thanks for all joys...
Thanks for all tears...
Thanks for accepting me to be your wife...
Thanks for the love...

Happy anniversary, dear. This love always belong to you, forever and ever.


Your one and only,
Mimi

Sabtu, 13 April 2013

Pre Wedding Chapter 3

Fine. Gak usah banyak pidato, so this is it... hasil akhir foto-foto pre wedding punya gue dan Pipi! ^^

Tema: Japan School












Tema: Vintage Vespa





Nggak perlu ke luar kota apalagi luar negeri untuk bisa dapetin foto-foto prewed sesuai tema yang kita pengen. Nggak perlu ke Jepang, di deket kantor gue ada sekolah yang pas untuk foto tema Japan School. Nggak perlu ke Roma, Perancis, atau mana pun untuk bisa menghasilkan foto prewed tema vintage vespa yang bagus. Amat sangat menghemat budget dan waktu sekali, kan? Huahaha! *bilang aja kere* #plak

Kuncinya--serius, yang ini penting banget untuk bisa dapetin foto prewed bagus tanpa harus keluar banyak budget--kita harus pinter-pinter cari fotografer 'cerdas' yang bisa merealisasikan tema prewed kayak apa yang kita pengen melalui lensa fotonya. Asik bahasanya...! *joget-joget goyang itik*

Kita bisa diskusi dengan sang fotografer tentang lokasi yang pas dan hal apa aja yang bisa mendukung tema kita itu. Jangan segan, jadiin fotografer seperti teman kita, karena dia juga pasti akan melakukan hal yang sama. Dengan begitu, kita bakal lebih terbuka untuk ungkapin apa aja ide kita dan sesi foto prewed pasti bakalan lebih seru dan santai. Untuk urusan angle foto, kalau kita kurang pengalaman dalam hal permodelan, serahin sepenuhnya sama fotografer. Karena dia pasti udah lebih paham dan kita tinggal ikutin instruksi dia aja. Mungkin sedikit saran, biar kita bisa dapetin foto sesuai sama yang kita pengen, kita bisa sharing referensi foto-foto prewed orang lain yang menurut kita bagus ke dia. Dari foto-foto itulah dia juga bisa dapet ide segar seperti apa angle, tone, dsb yang kita mau dari hasil foto prewed kita nanti.

Dan satu lagi, jangan berhenti berekspresi! Try to think out of box! Emang nggak ada salahnya ngikutin foto-foto yang udah banyak orang lain lakuin, mungkin dengan alasan simpel dan semacamnya, kayak foto berkebaya di studio, berdua di pantai sambil nunjuk langit, dan pose-pose umum lainnya. No offense. Tapi, kalau kamu punya ide kreatif apapun tentang tema prewed, jangan malu buat diungkapin. Hal itu justru bisa buat foto prewed kita semakin lucu, unik, dan berkesan. :-)

Akhirnya, semoga ini bisa sedikit memberi referensi dan inspirasi buat temen-temen yang mau prewed juga, yaa! ^^

P.S.
Kalau ada yang minat berfoto prewed kayak gue dengan harga yang masih sangat 'waras', bisa contact ke fanpage Infra Photoworks atau langsung ke FB ownernya Infra Irfan Chan.
 

Blog Template by BloggerCandy.com

Full Edited by lovelyshironeko.blogspot.com