Profile:
- Title: SHARK
- Genre: Music
- Broadcast network: NTV, YTV
- Format: Renzoku
- Episodes: 12
- Viewership ratings: 2.4%
- Broadcast period: 2014-Jan-11 to 2014-Mar-30
- Air time: Saturday 24:50
- Theme song: Keep Walking by SHARK
(Sumber:
DramaWiki)
Review:
"SHARK"
adalah dorama Jepang yang baru khatam gue tonton minggu ini. Yang bakal
gue review ini adalah season pertama dari total 2 season doramanya yang
tayang sejak awal tahun 2014 di Jepang. Yes, the dorama is still fresh
from the oven, guys! So, kayaknya gue sama sekali nggak telat review
kali ini! Yosh! *lempar pom-pom*

SHARK
adalah nama sebuah band indie yang beranggotakan 5 personil yang tengah
mengejar mimpi mereka untuk debut di major label. Sayang, di tengah
perjuangan tersebut, mereka harus kehilangan sang vokalis Kitagawa
Kazuki (Fujii Ryusei), yang meninggal akibat kecelakaan. Sepeninggal
Kazuki, keempat personil SHARK lainnya, yaitu Hagiwara Kai (Hamada
Takahiro), Ryuzaki Ayumu (Motsumura Hokuto), Satomi Kenzo (Iwamoto
Hikaru), dan Adachi Teppei (Kamiyama Tomohiro) seolah kehilangan
semangat bermusik. Perlahan, SHARK mulai ditinggalkan fans dan hubungan
di antara keempat personilnya merenggang akibat konflik internal. Wonder
Records sebagai perusahaan rekaman yang pada awalnya berminat merilis
debut album SHARK pun mendadak memutuskan untuk me-cancel kontrak
mereka. Pihak Wonder Records menganggap SHARK nggak mampu lagi
menghasilkan profit karena mereka udah kehilangan nilai jual utama
mereka, yaitu sang vokalis yang kharismatik.
 |
| Kazuki |
 |
| Kecelakaan Kazuki |
 |
| Keempat personil SHARK yang merasa kehilangan, kerap mengunjungi TKP tewasnya Kazuki |
Saat
semua orang merasa SHARK udah berada di ujung kehancuran, Komatsu
Ichika (Yamashita Rio) yang merupakan karyawan di Wonder Records
sekaligus manajer SHARK, justru merasa sebaliknya. Cewek ini nggak
pernah putus asa untuk menjaga eksistensi SHARK dan memperjuangkan debut
mereka. Ichika mencoba bernegosiasi ulang tentang debut SHARK pada
atasannya, Yoshimura Takahiro (Okada Kohki). Melihat semangat pantang
menyerah Ichika, Yoshimura mengatakan akan mempertimbangkan kembali
kontrak debut SHARK, dengan 1 syarat: SHARK harus mencari vokalis
baru--tentu aja, vokalis yang memiliki kharisma yang menyamai atau
minimal mendekati kharisma Kazuki sang vokalis terdahulu.
 |
| Ichika |
Keputusan untuk mencari vokalis baru
membuat Ichika galau. Pasalnya, sejak kematian Kazuki, Kai sang gitaris
lah yang menggantikan posisi vokalis sekaligus menjadi leader SHARK.
Ichika sadar Kai pasti bakal sakit hati kalau Ichika merekrut vokalis
lain. Tapi demi debut SHARK, Ichika memutuskan kali ini terpaksa
mengorbankan perasaan Kai.
 |
| Kai |
Singkatnya, Ichika akhirnya berhasil
menemukan sosok yang tepat menjadi vokalis baru SHARK. Ichika secara
nggak sengaja 'mendapatkan' si calon vokalis baru di sebuah pesta
pernikahan rekan kantornya. Suara Kurata Mizuki (Hirano Sho) si vokalis
incaran itu sukses membuat Ichika jatuh hati. Terlebih, Ichika
speechless melihat adanya kemiripan style bernyanyi antara Kazuki dengan
Mizuki. Seolah sosok Kazuki 'hidup' di dalam raga Mizuki. Kai yang saat
itu menjadi pengisi acara pesta juga menyadari hal tersebut. Namun, Kai
tegas menolak Mizuki bergabung menjadi vokalis SHARK. Bukan hanya
karena Kai merasa SHARK nggak butuh vokalis baru, tapi juga karena
attitude Mizuki yang nyebelin parah.
 |
| Mizuki |
 |
| Secara mengejutkan, Ichika dan Kai menyaksikan Kazuki 'hidup' dalam raga Mizuki |
 |
| Mizuki bernyanyi layaknya Kazuki bernyanyi di atas panggung |
Yup!
Di atas panggung, Mizuki emang sosok vokalis bersuara khas yang keren
dan 'menjual'. Tapi selepas itu, karakter Mizuki bener-bener minus. Dia
egois, emosian, arogan, ceplas-ceplos, tukang kritik, nggak tau sopan
santun, suka merendahkan orang lain, selalu menganggap dirinya jenius,
dan merasa yang paling hebat. Yeah, emang segitu nyebelinnya! Menurut
Kai, cowok dengan karakter yang bertolak belakang banget sama Kazuki itu
sama sekali nggak pantas jadi frontman SHARK. Sosok seperti Mizuki
justru bakal membuat SHARK hancur total.
 |
| Mizuki yang doyan berantem |
 |
| Mizuki yang nggak peduli tata krama |
 |
| Mizuki yang mudah terpancing emosi, bahkan sama orang yang nggak dikenalnya! *tepok jidat* |
Namun,
Ichika yakin intuisinya nggak salah. Dia berusaha keras membujuk Mizuki
untuk menjadi vokalis SHARK. Meski pada awalnya Mizuki sempat
merendahkan SHARK dan dengan angkuhnya menolak bergabung dengan alasan
dia udah direkrut untuk debut oleh label lain, tapi karena suatu hal
akhirnya Mizuki memutuskan menerima tawaran Ichika.
 |
| Ichika terus merayu Mizuki agar mau menjadi vokalis SHARK |
 |
| Formasi SHARK setelah Mizuki bergabung. Depan (ki-ka): Mizuki, Ayumu, dan Kai. Belakang (ki-ka): Teppei dan Kenzo. |
 |
| Mizuki di atas panggung |
Sesaat
setelah Mizuki bergabung, apa yang dikhawatirkan Kai terjadi juga.
Konflik internal di antara personil SHARK makin memanas akibat tersulut
sikap arogan Mizuki hingga berujung pada bubar jalannya SHARK.
Masing-masing personil sibuk dengan urusannya dan merasa nggak peduli
lagi pada mimpi debut SHARK di major label. Masalah pun semakin kompleks
karena ternyata Mizuki menyimpan kisah masa lalu yang disembunyikannya
rapat dari para personil SHARK lainnya, termasuk Ichika, dan masa lalu
Mizuki itulah yang justru bisa membuat mimpi debut SHARK di major label
pupus sepenuhnya.
 |
| Foto SHARK di meja kerja Ichika. Kiri: foto SHARK versi Kazuki. Kanan: foto SHARK versi Mizuki. |
 |
| SHARK di 'markas' mereka |
Yak,
cukup! Udah terlalu banyak spoiler berceceran kayaknya. Untuk tau
cerita lengkapnya, langsung tonton aja doramanya, yee...! Wkwk!
Kenapa kudu nonton "SHARK"?
Bagi
penggemar dorama bergenre musik (esp. Band), menurut gue dorama ini
layak dipelototin. Bagi yang nggak demen genre musik juga kalau mau ikut
mantengin nih dorama ya monggo. Cukup menghibur dan asik diikutin kok
ceritanya! Dorama ini sukses bikin gue merasakan berbagai emosi jiwa
sekaligus. Mulai dari ngakak, dongkol, gemes, kagum, penasaran, ngerasa
simpati, sampe mewek sesengukan. Intinya, gue sangat menikmati tiap
episode "SHARK" dari awal sampe finish.
Gue tertarik
dengan tokoh Mizuki. Walau gue akui fisiknya oke secara doi ikemen, tapi
syumpeh... karakternya itu bikin greget pengen nabok, mak! Sepintas sih
gue sebel sendiri dengan sifat Mizuki yang nggak tau malu dan nggak
ngerti menghargai orang. Terlebih, di sepanjang episode kita disuguhi
arogansi dia melulu. Eneg nggak, tuh? Tapi setelah dicermati, Mizuki itu
sebenernya orang paling tulus di antara yang lain. Dia ceplas-ceplos
begitu karena berusaha untuk jujur tentang apa yang ada di pikirannya,
sedangkan orang lain munafik menampilkan image diri mereka. Yah...
mungkin cara Mizuki mengungkapkan kejujuran itu dianggap kurang tepat
oleh banyak orang. Tapi toh orang-orang yang pernah 'kecipratan ludah'
Mizuki pada akhirnya sadar kalau semua omongan Mizuki emang bener dan
hal itu justru jadi spirit mereka. Namun, di balik sikap kerasnya,
Mizuki sebenernya rapuh. Saking rapuhnya, tanpa disadari dia lah yang
paling terluka saat melihat teman-temannya hancur dan rela melakukan
apapun bahkan jika harus mengorbankan dirinya sendiri demi kebahagiaan
mereka.
 |
| Seorang Mizuki yang sangat arogan pun bisa menangis |
Seperti 2 sisi koin, nggak ada seorang
manusia pun yang sempurna (karena kesempurnaan hanya milik Tuhan
*cekipriw!*). Begitu juga dengan Mizuki. Di satu sisi, sikap arogan,
egois, dan gampang emosi Mizuki emang nggak patut ditiru. Tapi di sisi
lainnya, gimana Mizuki menunjukkan kejujuran, ketulusan, apa adanya,
kesetiakawanan, dan rela berkorbannya adalah poin pembelajaran penting
yang bisa kita petik tentang sisi humanis yang coba digambarkan tokoh
Mizuki. Karakternya yang unik ini bisa kita jadikan refleksi diri
sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Lantas pertanyaannya: dalam real
life, apakah kita yakin orang lain bakal baik-baik aja menerima kalau
kita 'se-jujur-apa-adanya' kayak Mizuki? Oh, well... pe-er buat kita,
nih! :)
Hal lain yang bisa kita maknai dari cerita
dorama ini adalah arti sebuah ikatan persahabatan yang sebenernya,
semangat untuk nggak gampang menyerah, dan pentingnya menjaga mimpi agar
terwujud--nggak peduli seberat apapun rintangan untuk menggapainya. Gue
suka banget penggalan kalimat yang diucapkan Ayumu di salah satu scene
episode 3 dorama ini, "hidup kadang emang nggak mudah. Tapi ada banyak
hal lain yang dapat membuat kita untuk tetap bahagia.". So damn true,
Ayumu-kun!
IMHO, nih... walau inti ceritanya terkesan
klise, tapi "SHARK" tetep nggak lupa menyisipkan pesan moral yang dalem
buat penonton. Pastinya beda banget kalau dibandingin cerita
sinetron-sinetron di tipi saat ini yang episodenya nggak kelar-kelar dan
makin lama makin gaje nggak layak tonton (dan entah kenapa, tetep aja
laku!). Ehem! See, just my honest opinion. No need to offense, ya! :)
So,
why don't you give it a try? Nonton dan silakan cuap-cuap sendiri. Oh
ya, soundtrack "SHARK" yang judulnya "Keep Walking" dan "Answer" patut
dikupingin juga. Aransemen dan liriknya keren, euy!
Nih
gue kasih video cuplikan scene "SHARK" favorit gue dan paling bikin gue
cengeng di antara scene lainnya, dengan diiringi lagu "Answer" yang
liriknya ditulis oleh mendiang Kazuki. Video gue comot dari Youtube
(uploader by addshot13). Anggep aja ini sekaligus trailer "SHARK" yang
bisa gue sharing bagi siapa aja yang penasaran pengen nonton doramanya,
yak! :D
Terakhir,
fyi aja, dorama ini berlanjut di "SHARK 2nd Season". Udah sempet
ngintip sinopsisnya tapi gue masih belum bisa komen. Secara sampe detik
ini gue belum nonton sekuelnya, cing! Hehe. So, we'll wait and see what
happens on the next season deh ya, bok! Semoga gue bisa nulis reviewnya
kembali. Jaa, minna...!! ^_^
*) Foto: berbagai sumber