Jumat, 23 Mei 2014

K "Moi dix Mois" Meninggal Dunia


Kabar duka baru aja terdengar dari jagat dunia musik V-Kei Jepang. K, vokalis sekaligus gitaris band Moi dix Mois, secara mengejutkan ditemukan meninggal dunia pada 19 Mei 2014 lalu di rumahnya. Berita kematian K ini disampaikan melalui situs resmi Moi dix Mois. Hingga kini, penyebab kematian K masih simpang siur dan belum ada keterangan resmi, baik dari pihak keluarga maupun Moi dix Mois sendiri.

Melalui sebuah blog, Mana-sama, gitaris dan leader Moi dix Mois, mengomentari kematian K, "sangat tiba-tiba dan mengejutkan. Saya tidak bisa menemukan kata-kata mengenai hal ini."

K "Moi Dix Mois". Left: without make up. Right: with make up.

Akibat kematian mendadak K tersebut, Moi dix Mois harus membatalkan sejumlah schedule mereka, yang di antaranya tampil dalam program "Duo Music Exchange" pada 24 Mei 2014 mendatang dan rencana manggung di Rusia pada musim panas tahun ini.

Saat mendengar berita ini, jujur, gue juga kaget. Pasalnya, setelah udah lama gue nggak denger kabar dari Moi dix Mois, sekarang malah berita duka yang gue dapet dari band ini.

Moi dix Mois adalah salah satu V-Kei band favorit gue. Sebelumnya, Mana-sama tergabung dalam band Malice Mizer yang disband pada 2002. Pasca bubarnya Malice Mizer, Mana-sama kemudian membentuk proyek band baru bernama Moi dix Mois yang berarti "Aku Sepuluh Bulan" dalam Bahasa Perancis. Moi dix Mois sempet beberapa kali berganti personil, hingga formasi yang terakhir adalah Mana (gitar, keyboard, leader), Seth (vokal), K (gitar, vokal), Sugiya (bass), dan Hayato (drum, perkusi).

Mana-sama sendiri termasuk sosok 'legenda' dalam dunia V-Kei dan fashion di Jepang. Dalam dunia fashion Jepang, Mana-sama terkenal sebagai pencetus subkultur fashion Harajuku yang happening banget sampe sekarang di seluruh dunia, yang disebut Gothic Lolita.

Mana-sama

Well, ini berita duka yang memang sangat mengejutkan bagi para penggemar V-Kei dan Moi dix Mois. Tapi semoga kematian K nggak membuat Mana-sama dan personil Moi dix Mois lainnya kehilangan semangat untuk kembali menghasilkan karya-karya keren. K, semoga arwahmu tenang di sisi-Nya, ya! :)
K (gitar, vokal), Sugiya (bas), dan Hayato (drum, perkusi). - See more at: http://m.liputan6.com/showbiz/read/2052162/vokalis-band-gothic-jepang-wafat-secara-misterius#sthash.LqognbxJ.dpuf
K (gitar, vokal), Sugiya (bas), dan Hayato (drum, perkusi). - See more at: http://m.liputan6.com/showbiz/read/2052162/vokalis-band-gothic-jepang-wafat-secara-misterius#sthash.LqognbxJ.dpuf
K (gitar, vokal), Sugiya (bas), dan Hayato (drum, perkusi). - See more at: http://m.liputan6.com/showbiz/read/2052162/vokalis-band-gothic-jepang-wafat-secara-misterius#sthash.LqognbxJ.dpuf

Rabu, 21 Mei 2014

Review: SHARK (Japanese Drama)


Profile:
  • Title: SHARK
  • Genre: Music
  • Broadcast network: NTV, YTV
  • Format: Renzoku
  • Episodes: 12
  • Viewership ratings: 2.4%
  • Broadcast period: 2014-Jan-11 to 2014-Mar-30
  • Air time: Saturday 24:50
  • Theme song: Keep Walking by SHARK
(Sumber: DramaWiki)


Review:
 
"SHARK" adalah dorama Jepang yang baru khatam gue tonton minggu ini. Yang bakal gue review ini adalah season pertama dari total 2 season doramanya yang tayang sejak awal tahun 2014 di Jepang. Yes, the dorama is still fresh from the oven, guys! So, kayaknya gue sama sekali nggak telat review kali ini! Yosh! *lempar pom-pom*


SHARK adalah nama sebuah band indie yang beranggotakan 5 personil yang tengah mengejar mimpi mereka untuk debut di major label. Sayang, di tengah perjuangan tersebut, mereka harus kehilangan sang vokalis Kitagawa Kazuki (Fujii Ryusei), yang meninggal akibat kecelakaan. Sepeninggal Kazuki, keempat personil SHARK lainnya, yaitu Hagiwara Kai (Hamada Takahiro), Ryuzaki Ayumu (Motsumura Hokuto), Satomi Kenzo (Iwamoto Hikaru), dan Adachi Teppei (Kamiyama Tomohiro) seolah kehilangan semangat bermusik. Perlahan, SHARK mulai ditinggalkan fans dan hubungan di antara keempat personilnya merenggang akibat konflik internal. Wonder Records sebagai perusahaan rekaman yang pada awalnya berminat merilis debut album SHARK pun mendadak memutuskan untuk me-cancel kontrak mereka. Pihak Wonder Records menganggap SHARK nggak mampu lagi menghasilkan profit karena mereka udah kehilangan nilai jual utama mereka, yaitu sang vokalis yang kharismatik.

Kazuki

Kecelakaan Kazuki

Keempat personil SHARK yang merasa kehilangan, kerap mengunjungi TKP tewasnya Kazuki

Saat semua orang merasa SHARK udah berada di ujung kehancuran, Komatsu Ichika (Yamashita Rio) yang merupakan karyawan di Wonder Records sekaligus manajer SHARK, justru merasa sebaliknya. Cewek ini nggak pernah putus asa untuk menjaga eksistensi SHARK dan memperjuangkan debut mereka. Ichika mencoba bernegosiasi ulang tentang debut SHARK pada atasannya, Yoshimura Takahiro (Okada Kohki). Melihat semangat pantang menyerah Ichika, Yoshimura mengatakan akan mempertimbangkan kembali kontrak debut SHARK, dengan 1 syarat: SHARK harus mencari vokalis baru--tentu aja, vokalis yang memiliki kharisma yang menyamai atau minimal mendekati kharisma Kazuki sang vokalis terdahulu.

Ichika

Keputusan untuk mencari vokalis baru membuat Ichika galau. Pasalnya, sejak kematian Kazuki, Kai sang gitaris lah yang menggantikan posisi vokalis sekaligus menjadi leader SHARK. Ichika sadar Kai pasti bakal sakit hati kalau Ichika merekrut vokalis lain. Tapi demi debut SHARK, Ichika memutuskan kali ini terpaksa mengorbankan perasaan Kai.

Kai

Singkatnya, Ichika akhirnya berhasil menemukan sosok yang tepat menjadi vokalis baru SHARK. Ichika secara nggak sengaja 'mendapatkan' si calon vokalis baru di sebuah pesta pernikahan rekan kantornya. Suara Kurata Mizuki (Hirano Sho) si vokalis incaran itu sukses membuat Ichika jatuh hati. Terlebih, Ichika speechless melihat adanya kemiripan style bernyanyi antara Kazuki dengan Mizuki. Seolah sosok Kazuki 'hidup' di dalam raga Mizuki. Kai yang saat itu menjadi pengisi acara pesta juga menyadari hal tersebut. Namun, Kai tegas menolak Mizuki bergabung menjadi vokalis SHARK. Bukan hanya karena Kai merasa SHARK nggak butuh vokalis baru, tapi juga karena attitude Mizuki yang nyebelin parah.

Mizuki

Secara mengejutkan, Ichika dan Kai menyaksikan Kazuki 'hidup' dalam raga Mizuki

Mizuki bernyanyi layaknya Kazuki bernyanyi di atas panggung

Yup! Di atas panggung, Mizuki emang sosok vokalis bersuara khas yang keren dan 'menjual'. Tapi selepas itu, karakter Mizuki bener-bener minus. Dia egois, emosian, arogan, ceplas-ceplos, tukang kritik, nggak tau sopan santun, suka merendahkan orang lain, selalu menganggap dirinya jenius, dan merasa yang paling hebat. Yeah, emang segitu nyebelinnya! Menurut Kai, cowok dengan karakter yang bertolak belakang banget sama Kazuki itu sama sekali nggak pantas jadi frontman SHARK. Sosok seperti Mizuki justru bakal membuat SHARK hancur total.

Mizuki yang doyan berantem

Mizuki yang nggak peduli tata krama

Mizuki yang mudah terpancing emosi, bahkan sama orang yang nggak dikenalnya! *tepok jidat*

Namun, Ichika yakin intuisinya nggak salah. Dia berusaha keras membujuk Mizuki untuk menjadi vokalis SHARK. Meski pada awalnya Mizuki sempat merendahkan SHARK dan dengan angkuhnya menolak bergabung dengan alasan dia udah direkrut untuk debut oleh label lain, tapi karena suatu hal akhirnya Mizuki memutuskan menerima tawaran Ichika.

Ichika terus merayu Mizuki agar mau menjadi vokalis SHARK

Formasi SHARK setelah Mizuki bergabung. Depan (ki-ka): Mizuki, Ayumu, dan Kai. Belakang (ki-ka): Teppei dan Kenzo.

Mizuki di atas panggung

Sesaat setelah Mizuki bergabung, apa yang dikhawatirkan Kai terjadi juga. Konflik internal di antara personil SHARK makin memanas akibat tersulut sikap arogan Mizuki hingga berujung pada bubar jalannya SHARK. Masing-masing personil sibuk dengan urusannya dan merasa nggak peduli lagi pada mimpi debut SHARK di major label. Masalah pun semakin kompleks karena ternyata Mizuki menyimpan kisah masa lalu yang disembunyikannya rapat dari para personil SHARK lainnya, termasuk Ichika, dan masa lalu Mizuki itulah yang justru bisa membuat mimpi debut SHARK di major label pupus sepenuhnya.

Foto SHARK di meja kerja Ichika. Kiri: foto SHARK versi Kazuki. Kanan: foto SHARK versi Mizuki.

SHARK di 'markas' mereka

Yak, cukup! Udah terlalu banyak spoiler berceceran kayaknya. Untuk tau cerita lengkapnya, langsung tonton aja doramanya, yee...! Wkwk!


Kenapa kudu nonton "SHARK"?

Bagi penggemar dorama bergenre musik (esp. Band), menurut gue dorama ini layak dipelototin. Bagi yang nggak demen genre musik juga kalau mau ikut mantengin nih dorama ya monggo. Cukup menghibur dan asik diikutin kok ceritanya! Dorama ini sukses bikin gue merasakan berbagai emosi jiwa sekaligus. Mulai dari ngakak, dongkol, gemes, kagum, penasaran, ngerasa simpati, sampe mewek sesengukan. Intinya, gue sangat menikmati tiap episode "SHARK" dari awal sampe finish.

Gue tertarik dengan tokoh Mizuki. Walau gue akui fisiknya oke secara doi ikemen, tapi syumpeh... karakternya itu bikin greget pengen nabok, mak! Sepintas sih gue sebel sendiri dengan sifat Mizuki yang nggak tau malu dan nggak ngerti menghargai orang. Terlebih, di sepanjang episode kita disuguhi arogansi dia melulu. Eneg nggak, tuh? Tapi setelah dicermati, Mizuki itu sebenernya orang paling tulus di antara yang lain. Dia ceplas-ceplos begitu karena berusaha untuk jujur tentang apa yang ada di pikirannya, sedangkan orang lain munafik menampilkan image diri mereka. Yah... mungkin cara Mizuki mengungkapkan kejujuran itu dianggap kurang tepat oleh banyak orang. Tapi toh orang-orang yang pernah 'kecipratan ludah' Mizuki pada akhirnya sadar kalau semua omongan Mizuki emang bener dan hal itu justru jadi spirit mereka. Namun, di balik sikap kerasnya, Mizuki sebenernya rapuh. Saking rapuhnya, tanpa disadari dia lah yang paling terluka saat melihat teman-temannya hancur dan rela melakukan apapun bahkan jika harus mengorbankan dirinya sendiri demi kebahagiaan mereka.

Seorang Mizuki yang sangat arogan pun bisa menangis

Seperti 2 sisi koin, nggak ada seorang manusia pun yang sempurna (karena kesempurnaan hanya milik Tuhan *cekipriw!*). Begitu juga dengan Mizuki. Di satu sisi, sikap arogan, egois, dan gampang emosi Mizuki emang nggak patut ditiru. Tapi di sisi lainnya, gimana Mizuki menunjukkan kejujuran, ketulusan, apa adanya, kesetiakawanan, dan rela berkorbannya adalah poin pembelajaran penting yang bisa kita petik tentang sisi humanis yang coba digambarkan tokoh Mizuki. Karakternya yang unik ini bisa kita jadikan refleksi diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Lantas pertanyaannya: dalam real life, apakah kita yakin orang lain bakal baik-baik aja menerima kalau kita 'se-jujur-apa-adanya' kayak Mizuki? Oh, well... pe-er buat kita, nih! :)

Hal lain yang bisa kita maknai dari cerita dorama ini adalah arti sebuah ikatan persahabatan yang sebenernya, semangat untuk nggak gampang menyerah, dan pentingnya menjaga mimpi agar terwujud--nggak peduli seberat apapun rintangan untuk menggapainya. Gue suka banget penggalan kalimat yang diucapkan Ayumu di salah satu scene episode 3 dorama ini, "hidup kadang emang nggak mudah. Tapi ada banyak hal lain yang dapat membuat kita untuk tetap bahagia.". So damn true, Ayumu-kun!

IMHO, nih... walau inti ceritanya terkesan klise, tapi "SHARK" tetep nggak lupa menyisipkan pesan moral yang dalem buat penonton. Pastinya beda banget kalau dibandingin cerita sinetron-sinetron di tipi saat ini yang episodenya nggak kelar-kelar dan makin lama makin gaje nggak layak tonton (dan entah kenapa, tetep aja laku!). Ehem! See, just my honest opinion. No need to offense, ya! :)

So, why don't you give it a try? Nonton dan silakan cuap-cuap sendiri. Oh ya, soundtrack "SHARK" yang judulnya "Keep Walking" dan "Answer" patut dikupingin juga. Aransemen dan liriknya keren, euy!

Nih gue kasih video cuplikan scene "SHARK" favorit gue dan paling bikin gue cengeng di antara scene lainnya, dengan diiringi lagu "Answer" yang liriknya ditulis oleh mendiang Kazuki. Video gue comot dari Youtube (uploader by addshot13). Anggep aja ini sekaligus trailer "SHARK" yang bisa gue sharing bagi siapa aja yang penasaran pengen nonton doramanya, yak! :D


Terakhir, fyi aja, dorama ini berlanjut di "SHARK 2nd Season". Udah sempet ngintip sinopsisnya tapi gue masih belum bisa komen. Secara sampe detik ini gue belum nonton sekuelnya, cing! Hehe. So, we'll wait and see what happens on the next season deh ya, bok! Semoga gue bisa nulis reviewnya kembali. Jaa, minna...!! ^_^


*) Foto: berbagai sumber

Senin, 19 Mei 2014

Resep Orange Jelly


Sebagai ibu rumah tangga baru *tsaah!*, mau nggak mau gue kudu belajar dan searching berbagai resep masakan baru tiap harinya. Niatnya sih buat nyenengin suami dong, ya? Ehem! Tapi berhubung gue adalah wanita karir kurir yang (sok) sibuk, jadilah resep yang gue coba adalah resep yang mudah aja untuk dipraktekkan tapi tetep oishii. Salah satunya Orange Jelly.

Gara-gara foto hasil uji coba bikin Orange Jelly iseng-iseng gue upload di pesbuk dan ig, banyak yang nanya resepnya ke gue. Yowes, berhubung gue dermawan dan budiman *hoek!*, ini gue bagi resepnya untuk yang pengen coba bikin juga. Simple bingits, kok! ;-)


Bahan:
  • 1 bungkus Nutrijell rasa jeruk
  • 4 buah jeruk sunkist
  • 1 gelas (200 g) gula pasir
  • 3 1/2 gelas (700 ml) air matang

Cara Membuat:
  • Belah jeruk menjadi 2 bagian, kerok daging buahnya hingga tersisa kulitnya yang berbentuk mangkok. Hati-hati kulitnya jangan sampai sobek.
  • Campurkan 1 bungkus Nutrijell dengan gula pasir dan air. Jika suka, bisa ditambahkan juga dengan air perasan jeruk yang sudah dikerok tadi. Rebus hingga mendidih.
  • Setelah matang, tuang Nutrijell ke dalam kulit-kulit jeruk.
  • Tunggu hingga jelly padat, lalu simpan dalam kulkas.
  • Setelah dingin, potong kulit jeruk menjadi 2 bagian lagi atau sesuai selera.
  • Ready to be served!
Pegimane? Gampang, kaaann??? Cincay lah! Siapa aja bisa bikin, kok! Selamat mencoba, ceman-cemans! :D *menghilang dengan cantik*

Sabtu, 17 Mei 2014

Nikah Cukup 1 Kata: SAH!

Just sharing. Copas dari Google. :3


Udah gitu aja. 
Sumpah, random banget. 
Bodo ah! :p
Happy weekend, everybodeh! :D

Kamis, 08 Mei 2014

Bunkasai Teknokrat X

Oke, gue bakal fast review aja, ya!

Festival Kebudayaan Jepang atau Bunkasai adalah acara jejepangan yang rutin diadakan tiap tahun oleh D3 Bahasa Jepang STBA Teknokrat Bandar Lampung. Tahun 2014 ini terhitung udah sepuluh kali Bunkasai diadakan. Menurut gue, event ini salah satu hajatan besar bagi para pecinta Jepang di Lampung yang wajib didatengin tiap tahunnya.

Well, gue sendiri adalah pengunjung setia Bunkasai tiap tahunnya. Saking setianya, akhirnya gue pun menemukan jodoh gue di acara Bunkasai. Yup, seriusan! Kalau ada yang pernah intip posting gue tentang gimana cerita awal jadiannya gue dan pipi, pasti masih inget kalau kami dipertemukan pertama kali saat Bunkasai V tahun 2009. Bagi yang belum baca postingnya, silakan flashback ke sini. :)


Teru-teru bozu yang digantung sepohon ini ampuh kayaknya. Soalnya pas Bunkasai nggak ujan sama sekali, padahal udah mendung! :D

Bunkasai X diadakan sejak Sabtu, 3 Mei 2014 sampe Minggu, 4 Mei 2014. Khusus di hari Sabtu diselenggarakan perlombaan akademik kejepangan yang diikuti oleh siswa-siswi SMA se-Provinsi Lampung, sementara di hari Minggu menampilkan perlombaan umum seperti cosplay dan j-band.

Berikut brosur acara Bunkasai X yang gue comot dari situsnya:


IMHO ya... dari lini cosplay tahun ini gue acungin jempol! Para peserta semakin berani mengeksplor kostum yang tingkat detailnya lumayan rumit. Gue perhatiin dari tahun ke tahun kreativitas para cosplayer Bunkasai makin ciamik dan peserta cosplay juga makin membludak melebihi kuota. Mudah-mudahan tahun depan cosplayer makin 'gila' lagi.




Tapi sorry to say, berbanding terbalik dengan cosplay, peserta j-band justru nggak ada yang bikin gue greget. Terlebih dari segi visualisasi kostum dan hair style. Semua peserta menampilkan performance yang boleh dibilang standar. Padahal yang menjadi ciri khas j-band dibanding genre musik lain justru terlihat pada 'permainan' kostum dan rambut. Ah... gue kecewa bingits! No offence buat para peserta. Ini cuma pendapat jujur gue sebagai penonton aja. Gomen, gue nggak ada foto dokumentasi j-band. :p

Selain cosplay dan j-band, yang jadi perhatian gue laennya di Bunkasai X adalah bazaarnya. Tahun ini rame pake banget, cing! Bukan cuma yang buka lapak tapi pengunjungnya juga. Sayangnya, zona lapak bazaar terlalu sempit. Mesti rela deh berjejalan-ria cuma demi beli 3 biji taiyaki doang. Fiuh! *lap keringet*

Taiyaki dari lapaknya temen gue

Dan seperti biasa, bukan gue namanya kalau nggak ber-narsis-ria di Bunkasai. Tapi yang gue pamerin ini foto-foto editan dari hape yang udah gue upload di pesbuk dan ig gue aja yak! Wkwk!


 






Sekian review kali ini. Entah review macam apa ini? Haha! Tapi yang pasti mah semua yang gue tulis di sini adalah opini gue pribadi dan nggak ada maksud menjelekkan pihak mana pun. Justru harapan gue review ini bisa jadi masukan biar Bunkasai Teknokrat di tahun-tahun selanjutnya lebih oke lagi. Cmiiw! Ganbatte! (=^_^=)P
 

Blog Template by BloggerCandy.com

Full Edited by lovelyshironeko.blogspot.com