Rabu, 19 Maret 2014

Cover Versions of SID's 妄想日記 (Mousou Nikki)


Dalam rangka 10th Anniversary-nya SID, 10 band Jepang bikin project meng-cover salah satu single jadul tenar milik SID berjudul 妄想日記 (Mousou Nikki). Band-band yang terlibat dalam project itu antara lain: AYABIE, R-Shitei, Alice Juban X Steamgirls, Kameleo, ZORO, DIV, DaizyStripper, DOG inThe Parallel World Orchestra, v[NEU], dan Moran. DVD single cover ini telah dirilis pada 11 Desember 2013 lalu.

Mereka meng-cover single tersebut dengan karakter musiknya masing-masing. Jadi ada berbagai versi, mulai dari electronic versions, heavy versions, jazz versions, punk versions, bahkan sampe dance versions. Bagi yang penasaran, kamu bisa ceki berbagai MV cover versionnya di Youtube.

Nah, favorit gue yang versinya DIV. Selain MV-nya yang ciamik dan paling 'klik' sama liriknya, aransemennya paling nyantol di telinga gue, dan pastinya si Chisa juga cantik kakkoi bingittss di MV ini! Nyehehehe! Syumpeh eikeh jujur nggak pake dusta, cing! (^u^)v

Sekilas info aja bagi yang belum kenal, sebenernya DIV ini masih terbilang anak bawang karena baru dua tahunan nongol di kancah per-Vkei-an Jepang. Tapi perform mereka udah menarik banyak perhatian dan saat ini fanbasenya bertebaran di dunia maya. Keempat personilnya sangat ikemen, terutama Chisa si vokalis yang tampangnya feminin abis! For further information silakan Googling sendiri yee! :p



Owkeyh... coba sekarang kita bandingin sama yang versi originalnya dari SID, nih! ^^



Hayooo... menurut kamu keren yang mana? Menurut gue sih dua-duanya sama-sama asik dikupingin dan bikin hasrat pengen geal-geol menggebu euuyy...! XD

Sekalian nih gue pamerin lirik sama translate English dan Indo-nya. Maksud hati biar yang belum tau bisa pada ngeh lagu ini sebenernya bercerita tentang apa gitchuuu...! Oh baidewei, liriknya mancaaaaappp, bang! Agak-agak psycho gimana gitu! *acungin jempol ke tante Mao and the gank*


--妄想日記 (Mousou Nikki)--

unmeiteki na deai o hateshita futari o musubu akai ito
nikkichou o hiraite mata kyou mo asu mo itsumo tsuzurimasu

matowaritachi ni wa yasashii egao sou iu toko ga nikumenai
ninkimono no anata da kara sukoshi gurai wa shikata nai wa ne

hitorikiri no heya futatsu narabu shashin mikkago ni aeru no
machikogarete wa machikogarete wa kyou mo nemureranai

tegami ni soeta denwa bangou kakete kureru to shinjiteru wa
anata wa SHAI na hito da kara kitto yuuki ga nai no ne
sonna ni mitsumenaide mawari ni kizukarechau wa
anata to watashi wa himitsu no kankei

yakimochi yaki na watashi o yurushite anata no GOMI o asarimasu
hoka ni mo onna ga iru no ne watashi dake o mite ite hoshii no

uwaki wa yokunai wa yakusoku shita ja nai asa made yamanai
mugon denwa de mugon denwa de kyou mo nekasenai

tegami ni soeta denwa bangou kakete kureru to shinjiteru wa
anata wa SHAI na hito da kara kitto yuuki ga nai no ne
sonna ni mitsumenaide mawari ni kizukarechau wa
anata to watashi wa himitsu no kankei

hitorikiri no heya futatsu narabu shashin mikkago ni aeru no
machikogarete wa machikogarete wa kyou mo nemureranai

tegami ni soeta denwa bangou kakete kureru to shinjiteru wa
anata wa SHAI na hito da kara kitto yuuki ga nai no ne
sonna ni mitsumenaide mawari ni kizukarechau wa
anata to watashi wa himitsu no kankei

koe mo karada mo yubi mo kami mo negao mo kokoro sae mo zenbu
hitotsu nokorazu aishiteru no watashi dake no mono da wa
hito wa mousou da to ka itte watashi o BAKA ni suru deshou
anata wa watashi no kao mo shiranai no


English Translation:
--Diary of Delusions--

Our fateful meeting has resulted in a red thread tying us together
Opening my diary again, I write in today, tomorrow, and always

You always give gently smile to everyone around you, I can't hate you for something like that
Because you're popular, a little of such can't be helped

Alone in my room, two lined photographs, we'll meet three days later
I wait so impatiently, so impatiently, today I can't sleep again

I believe you'll call the number I added in my letter
Surely you lack the courage to call because you're a SHY person
Don't look at me like that, people around us will realise
Your secret relationship with me

Forgive me for burning with jealousy, I'm fishing around in your garbage
There are other girls besides me, right? I want you to look at me only!

It's not good to be unfaithful. Haven't you promised me? I won't stop before morning
Calling you without speaking, calling you without speaking, I won't let you sleep tonight either

I believe you'll call the number I added in my letter
Surely you lack the courage to call because you're a SHY person
Don't look at me like that, people around us will realise
Your secret relationship with me

Alone in my room, staring at your photos, we'll meet three days later
I wait so impatiently, so impatiently, today I can't sleep again

I believe you'll call the number I added in my letter
Surely you lack the courage to call because you're a SHY person
Don't look at me like that, people around us will realise
Your secret relationship with me

Your voice, body, fingers, hair, sleeping face too, even your heart and everything else
My love won't exclude a single thing. You belong only to me!
Others probably think I'm nuts, saying that this is nothing more than a delusion
You don't even know my face


Indonesian Translation:
--Diari Khayalan--

P.S. This Indonesian translation made by me. So it would be appreciated if you give me credit when you want to copy. Respect is a must. Sangkyuu!

Benang merah yang mengikat kita berdua telah menakdirkan kita bertemu
Membuka diariku lagi, menulisnya hari ini, esok, dan seterusnya

Kau selalu memberikan senyuman hangat pada semua orang di sekitarmu, aku tidak bisa membencimu karena hal itu
Karena kau populer, hal seperti itu tak bisa kucegah

Sendiri di dalam kamarku, dua foto berjejer, tiga hari lagi kita akan bertemu
Aku menanti dengan tidak sabar, dengan tidak sabar, hari ini aku tidak bisa tertidur lagi

Aku yakin kau akan menelepon nomor yang kuberikan dalam suratku
Pastinya kau tidak punya cukup keberanian untuk menelepon karena kau pemalu
Jangan menatapku seperti itu, orang-orang akan mengetahui
Hubungan rahasia antara kita berdua

Maafkan aku yang terbakar api cemburu, aku memungut sampahmu
Ada gadis lain selain aku, kan? Aku ingin kau hanya melihatku!

Sangat tidak baik jika kau berbohong. Kau sudah berjanji, kan? Aku tidak akan berhenti hingga pagi
Meneleponmu tanpa bicara, meneleponmu tanpa bicara, aku tidak akan membiarkanmu tidur malam ini

Aku yakin kau akan menelepon nomor yang kuberikan dalam suratku
Pastinya kau tidak punya cukup keberanian untuk menelepon karena kau pemalu
Jangan menatapku seperti itu, orang-orang akan mengetahui
Hubungan rahasia antara kita berdua

Sendiri di dalam kamarku, dua foto berjejer, tiga hari lagi kita akan bertemu
Aku menanti dengan tidak sabar, dengan tidak sabar, hari ini aku tidak bisa tertidur lagi

Aku yakin kau akan menelepon nomor yang kuberikan dalam suratku
Pastinya kau tidak punya cukup keberanian untuk menelepon karena kau pemalu
Jangan menatapku seperti itu, orang-orang akan mengetahui
Hubungan rahasia antara kita berdua

Suaramu, tubuhmu, jarimu, rambutmu, wajahmu saat tertidur, bahkan hatimu dan semuanya
Aku menyukai semuanya. Kau hanya milikku seorang!
Orang lain mungkin menganggapku gila, mengatakan kalau ini hanya khayalan
Kau bahkan tidak mengetahui wajahku


Source: www.en.barks.jp, MV credit to Youtube, romaji+English lyric credit to animelyrics.com and jpopasia.com

Jumat, 14 Maret 2014

ISI BLOG GUE DICURI...!!!!

Semalem waktu lagi iseng browsing entah-apa, tiba-tiba gue terdampar di sebuah blog. Dan detik itu gue speechless. Kaget. Kesel. Marah. Apa lagi, ya? Pokoknya nyampur! Alesannya?

ADA ORANG NGGAK PUNYA ETIKA UDAH MALING ISI POSTINGAN DI BLOG GUE, TERUS DIPAMERIN DI BLOG DIA, TANPA KASIH LINK KE BLOG GUE...!!! BUKAN CUMA 1 POSTING, TAPI BANYAAAKKK...!!!! INI LINK BLOG SI PENCURI --> BLOGNYA MALING

Iya, gue sewot! Siapa coba yang nggak sewot kalau tulisan yang capek-capek dibikin, tiba-tiba seenak jidat ada orang yang copy paste mentah-mentah ke blognya seolah itu dia yang tulis sendiri???? Padahal udah jelas-jelas gue pampangin di blog gue: "If you want to copy one of my postings, please give me credit. Respect is a must.". Jelas, kan??? Apa dia nggak ngerti artinya?? Ampun daaah... besok gue tulisin pake Bahasa Urdu biar dia paham!

Pencurian artikel emang bukan hal baru dalam dunia blogging. Banyak blogger yang mengeluhkan tentang seringnya tindak copy paste artikel original mereka oleh oknum nggak bertanggung jawab. Bagi gue, kerjaan copy paste artikel adalah tindakan yang menyedihkan! Totally 100% pathetic! Ngaku blogger tapi nulis aja males! Ke laut aja gih sono! Grrrrr...!!!

Apa jangan-jangan blog gue dijadiin 'mangsa' dari sebuah kecanggihan yang disebut autoblog? Itu lho... blognya blogger pemalas yang punya pengaturan akan meng-update secara otomatis artikel-artikel yang bersumber dari copas artikel blog lain. Sumpah, pengaturan autoblog sangat merugikan! Khususnya bagi blogger yang mati-matian menulis sendiri postingannya dan membutuhkan waktu berjam-jam cuma buat nulis sebuah artikel sampe dipublish di blognya--kayak gue! Seolah gue yang ngetikin postingan untuk blog mereka! HAH...!!! Tolong ini jangan pernah ditiru kalau emang kamu ngaku blogger! Hargai dong karya orang! Okay????

Waktu tau tulisan-tulisan gue dijiplak sama si oknum, gue langsung share soal ini via semua socmed yang gue punya. Gue mau seluruh dunia tau kalau ada seorang copycat yang lagi bergentayangan! Gue udah coba menegur secara baik-baik yang bersangkutan tapi belum direspon sampe sekarang. Untungnya gue udah menemukan cara gimana untuk melaporkan pencurian artikel blog ke Google dan membuat blog yang bersangkutan diblokir bahkan dihapus. Gue bakal melakukan pelaporan itu kalau blog yang bersangkutan udah bener-bener merugikan gue. Sementara ini gue masih bersikap toleran sampe tiba saatnya ketika ulahnya udah kelewatan, maka jangan salahin gue kalau blog dia tiba-tiba musnah dari jagat dunia maya! Saat itu gue cuma bisa titip salam sambil nyanyi duet bareng KD, "I'm sorry, good bye!".

Gue bakal sangat menghargai para blogger bertanggung jawab yang berbaik hati menyertakan link blog gue di tiap postingan gue yang dicopas atau sekedar direview di blog mereka. Gue pribadi juga selalu menyertakan link sumber kalau emang artikel itu bukan punya gue. Kalau gue lupa dari mana sumbernya, minimal gue bakal kasih catatan kalau gue dapetin dari berbagai sumber. Yang pasti gue nggak bakal mengakui apapun yang memang bukan milik atau hasil karya gue! Itu karena gue mencoba menjaga etika blogging dan silaturahmi di dunia per-blog-an. Jadi ayolah... berhenti mencuri artikel atau konten apapun milik blog orang lain dan mempublishnya di blog seolah si pencuri sendiri yang menulis atau memiliki konten tersebut!

No pic hoax! Jadi gue screenshot aja isi blog dari oknum yang copas dari blog gue tersebut. Nggak semuanya, cuma sebagian aja. Secara terlampau banyak postingan gue yang dibajak sama dia! Masing-masing gambar gue sertakan link blognya si pencuri dan blog gue dengan artikel yang sama persis sesuai screenshot-nya. Silakan diceki dan bandingkan sendiri antara posting si pencuri dan posting original gue. Beberapa hal yang nggak berhubungan dengan copas ini, pada gambar sengaja gue blur. Yang gue lingkari merah adalah hal-hal yang patut diperhatikan, seperti alamat blog si pencuri, judul posting yang sama persis dengan punya gue, dan foto yang juga sama persis dengan foto yang ada di blog gue.

1. Ini postingan tentang mahar scrapbook pernikahan gue.
Cek blognya maling 
Posting original dari blog gue 


2. Ini tentang curhatan gue soal pesta pernikahan impian ala gue.
Cek blognya maling
Posting original dari blog gue


3. Ini review resepsi pernikahan gue. Beberapa hari lalu gue sempet edit postingan di paragraf awal, tapi sisanya bener-bener persis!
Cek blognya maling
Posting original dari blog gue


4. Ini review tentang akad nikah gue.
Cek blognya maling
Posting original dari blog gue
 

5. Bahkan foto-fotonya pun sama persis! Itu bokap gue, lho!! Grrrr...!!!

Ini yang original dari blog gue:


Ini yang abal-abal:


Jadi begitulah drama hari ini. Buat para blogger lainnya semoga ini bisa jadi pembelajaran untuk lebih berhati-hati oleh ulah para copas-ers blog yang sangat pemalas dan merugikan! Ke depannya gue berharap kita bisa lebih saling menghargai karya, tulisan, atau konten orang lain, so... kegiatan ngeblog bisa jadi sangat menyenangkan! Okey???

Salam blogger!

Rabu, 05 Maret 2014

Sotosop Absurd! :D

Jadi sebenernya ini cuma postingan nggak penting absurd, yang intinya adalah gue cuma pengen pamerin hasil editan foto gue yang nggak seberapa banget, kakaaaakk!!! :D

Ceritanya gue lagi pose bareng kotak-kotak seserahan gue. Secara ya waktu acara seserahan taon lalu gue nggak sempet foto bareng kotak-kotak itu saking rempongnya gue waktu itu! Hiks! :'(

Tapi tiap blogwalking dan liat foto orang-orang yang pada girang mendokumentasikan dirinya dengan penampakan kotak-kotak seserahannya, gue jadi ngerasa dengkiiiii gitchuuuu...!!! So, dengan alesan nggak genah itu, muncullah foto editan abal-abal ini! Nyehehe. Gue cuma maen crop-brush-warna aja, pemirsong! Keliatan yak crop-an gue-nya yang kurang rapi jali ituh? Bener-bener nggak seberapa bangetlah hasil sotosop gue! Secara ya eikeh masih belajar, cing! Jadi mohon dipermaklumkan, ya? :D

Akhirnya yah, sodara-sodara se-Tanah Air Beta, eikeh punya foto bareng kotak-kotak seserahan kayak kalian juga, lho! Aheeeeyy!!! *sujud syukur*

Rabu, 26 Februari 2014

Titip Rindu untuk Suamiku...

Di Senin pagi itu aku menangis...

Setelah memelukku erat dan mencium keningku, dia pamit ke kantor--seperti biasa. Seperti biasa pula, aku tersenyum. Dengan Nyan-Chan si kucing kesayangan kami dalam gendonganku, aku menatap nanar punggungnya yang menjauh hingga menghilang di ujung sana--tentu saja, masih tersenyum. Aku kembali ke dalam rumah dan menutup pintu. Menghela nafas, lantas dalam sepersekian detik, pertahananku jebol. Cairan mata yang sejak tadi coba kusembunyikan di balik senyumanku mengantar keberangkatan sang suami ke kantor, akhirnya menggenang riuh. Membanjiri pipiku tanpa ampun. Tanpa sanggup aku tahan, air mata terus mendesak keluar. Aku goyah. Aku bingung. Yang bisa kulakukan hanya menangis. Ya, di Senin pagi itu, aku pun menangis...

Sebelumnya, tepatnya di Sabtu malam, di tengah perjalanan menuju ke warung padang untuk membeli nasi, suamiku memulai pembicaraan, "ada kabar baik dan kabar buruk yang mau Pipi sampein ke Mimi."

Sekilat aku menatap wajah lelaki terkasihku itu sambil terus berjalan di sisinya. Aku siap mendengarkan.

"Kabar baiknya," lanjut suamiku perlahan. "Pipi dapet promosi jabatan."

Langkahku sempat terhenti demi mencurahkan kebahagiaan mendengar yang baru saja dia katakan. Alhamdulillah. Betapa bahagianya hingga nyaris aku mencium suamiku, kalau saja aku tidak buru-buru ingat tengah berada di jalan umum. Oh, dan aku tersadar ini belum selesai. Masih ada kabar buruk, kan?

"Kabar buruknya..." kali ini suamiku berkata jauh lebih perlahan dibanding sebelumnya. Sangat hati-hati. "Pipi ditempatin di Kalianda..."

Terjadi juga. Sesuatu yang selama ini kutakutkan terjadi juga. Aku berharap suatu saat suamiku mendapat promosi jabatan yang lebih baik dari sekarang. Dan aku berharap--sangat berharap--agar promosi itu tidak mesti ditempatkan di luar kota. Oke, aku tahu jarak antara Kalianda dan Bandar Lampung tidaklah sejauh yang dipikirkan. Masih di provinsi yang sama, hanya berbeda kabupaten. Nglaju Kalianda-Bandar Lampung mungkin bisa. Tentu, itu bisa saja jika sikonnya memungkinkan. Tapi sikon di tempat suamiku ditempatkan nanti tidak memungkinkannya untuk PP Kalianda-Bandar Lampung. Untuk itulah kantornya sudah menyiapkan sebuah rumah untuk menginap selama bekerja di sana. Berdasarkan jadwal kerjanya, Pipi bisa pulang kembali ke Bandar Lampung hanya pada waktu weekend.

Ah, saat itu aku tidak tahu mesti bahagia atau sedih. Pada akhirnya Allah menjawab doaku, walau aku harus kompromi dengan kenyataan lain yang sudah direncanakan Allah untuk kami. Mau tidak mau, suka tidak suka.

Bukannya tidak ingin mendukung. Hanya saja selama ini, sejak kami pacaran, aku selalu tidak pernah menyetujui jika dia harus bekerja di kota lain. Aku sadar sepenuhnya ada banyak kesempatan yang lebih baik baginya di luar sana, tapi sungguh, untuk berhubungan jarak jauh atau minimal bertemu hanya seminggu sekali, aku tidak sanggup. Dan demi aku, demi cinta kami, Pipi mengalah untuk terus berkutat dalam karir di dalam kota. Karena itulah saat mendengar apa yang dikatakan Pipi tentang promosi jabatannya di luar kota, aku kehilangan kata-kata. Di satu sisi, aku tidak ingin menjadi istri yang tidak membuka pintu saat kesempatan bagi suaminya datang mengetuk. Apalagi kesempatan sering tidak datang untuk kedua kalinya. Take it or leave it. Tapi di sisi lain, itu berarti aku harus berpisah jarak darinya padahal selama ini kami selalu bersama, kan? Aku tidak bisa lagi berpikir. Aku hanya diam.

Di tengah penerangan lilin temaram di meja makan karena lampu tengah padam, ibuku dan suamiku bercakap tentang promosi jabatan yang dia ceritakan padaku di jalan tadi. Ternyata suamiku sudah menceritakan hal ini pada ibuku. Ibu memberikan dukungan penuh pada suamiku. Beliau lantas menceritakan bagaimana kehidupannya dulu di tahun-tahun pertama pernikahannya dengan ayahku. Mereka juga mengalami hal yang sama: berhubungan jarak jauh. Ayahku bekerja di salah satu BUMN di Bandar Lampung dan ibu mengajar di kota Salatiga, Jawa Tengah. Setelah tiga tahun berlalu, ayahku akhirnya memutuskan mengajak ibu untuk pindah dan berkumpul layaknya keluarga di Bandar Lampung. Cerita ini sudah sering kali kudengar dari kedua orang tuaku. Tapi entahlah, aku tidak pernah bosan jika harus mendengarnya berulang kali lagi.

Suami dan ibuku terus mengobrol. Aku hanya diam dan mendengarkan. Ada banyak hal yang singgah di otakku, saling berebut menjalin benang kusut yang memusingkan. Malam itu aku menghabiskan makan malamku dengan cepat dan berbisik pada suamiku, "habisin cepet makannya, pi. Mi mau ngomong serius di kamar."

Dan dia tertawa kecil. Dia sudah tahu hal serius apa yang akan aku bicarakan dengannya.

Tidak lama, Pipi menemuiku di kamar. Dia duduk di depanku. Aku siap untuk mengatakan apa yang ingin kukatakan tentang kepindahan suamiku itu ke luar kota. Bahkan aku sudah menyusun dengan cermat kata-kata apa yang akan aku ucapkan. Akhirnya. Ya, akhirnya aku bisa mengatakan yang ingin kukatakan. Paling tidak, itulah yang kupikirkan.

Tapi nyatanya... nyatanya tidak ada sepatah kata pun termuntahkan dari mulutku. Semua kata-kata keren yang sempat aku simpan di otakku buyar. Seiring dengan tangisku yang seketika pecah di pelukan suamiku. Aku urung mengatakan apapun yang ingin kukatakan. Aku hanya menangis... benar-benar menangis sambil terus memeluk suamiku. Aroma tubuhnya yang begitu kusukai mampir di indera penciumanku. Ah... sungguh, tidak ingin kulepas laki-laki terindah ini barang sesenti pun.

Pipi membelai lembut rambutku dan berbisik, "Pipi mau Mimi ikhlas, ya?"

Aku menutup mata. Itulah yang sebenarnya ingin kukatakan tadi, tapi tidak sanggup terlontar dari mulutku. Air mata justru memonopoli lebih dulu. Entahlah. Mungkin, masih terlalu berat rasanya melepas seseorang yang selama ini selalu bersama kita, merelakannya berada di tempat lain, dan tidak lagi bisa terus menemani sepanjang hari.

Aku mendongak. Pipi tersenyum. Lemah, aku mengangguk. Aku menyerah. Tidak, ini bukan sebuah kepasrahan pada keadaan. Tapi sebuah keikhlasan. Ikhlas demi masa depan suami, masa depan kami, yang Allah tawarkan untuk lebih baik.

"Mimi cuma mau Pipi janji satu hal." Aku lirih, masih sesengukan sambil menggenggam erat tangan suamiku. Lelaki di hadapanku menatapku penuh. "Selama di sana, jaga selalu hati Pipi cuma untuk Mimi, ya?"

Kembali, senyum terlukis di wajah suamiku. Seraya mengecup hangat kedua tanganku, dia menjawab, "Pipi janji."

Hanya sebuah kalimat singkat. Namun itu pun telah cukup menenangkanku. Seperti sihir. Aku menyeka mataku dan ikut tersenyum bersamanya.

Aku bersyukur, di usia pernikahan kami yang bahkan belum genap setahun, suamiku sudah mendapat posisi kerja yang lebih baik di kantornya. Mungkin untuk beberapa hari di tiap minggunya, ranjang itu akan terlalu luas untuk kutiduri sendiri tanpanya. Mungkin untuk beberapa hari di tiap minggunya, tidak ada lagi seseorang yang kuseduhkan kopi atau teh di pagi hari. Mungkin untuk beberapa hari di tiap minggunya, aku akan kehilangan teman bercerita. Mungkin untuk beberapa hari di tiap minggunya, tidak ada lagi seseorang yang merengek manja minta dipijat karena lelah bekerja seharian. Mungkin untuk beberapa hari di tiap minggunya, tidak ada yang akan jahil dan menggodaku genit di rumah. Tapi itu semua hanya untuk beberapa hari. Toh aku tetap bisa menikmati kembali hal-hal yang hilang itu saat akhir minggu tiba.

Lagipula, kurasa aku jauh lebih beruntung dibanding ibuku dulu yang ditinggal merantau ayahku ke Bandar Lampung. Beliau hanya tinggal bertiga dengan kakakku yang masih balita dan seorang pembantu. Tanpa keluarga, tanpa orang tua. Sedangkan aku, di sekitarku ada keluargaku yang siap menggantikan posisi Pipi untuk menjagaku selama dia bekerja di luar kota. Plus, jangan lupakan seekor kucing kecil putih nan lucu bernama Nyan-Chan, yang begitu lincah dan nyaris setiap hari tidak pernah absen mencakarku sekedar mengajak bermain. Dan jika itu belum cukup, faktanya, di luar sana ada banyak istri yang bahkan lebih sengsara dibanding ibuku dulu. Merelakan suami perwiranya yang harus ditugaskan ke medan perang di luar kota bahkan luar negeri selama berbulan-bulan hingga tahunan lamanya. Jadi, apalagi yang mesti aku khawatirkan? Hanya perlu menunggu beberapa hari untuk bisa bertemu di akhir minggu. Bukankah pertemuan yang tertunda membuat kerinduan semakin menggebu saat akhirnya bertemu kembali? Ah... kuanggap itu romantis jika tidak ingin dibilang menyedihkan. :)

Jadi, begitulah. Di hari Senin pagi itu aku memang menangis. Menangis karena berbagai perasaan yang membaur. Jika ini memang yang terbaik bagi kami, sungguh... aku memegang janjiku untuk ikhlas dan rela. Kuharap di sana suamiku juga memegang janjinya yang pernah diucap malam itu. Semoga ini hanya sementara dan suatu saat nanti kami akan bisa bersama kembali di Bandar Lampung--seperti sebelumnya. Aamiin.

Dan oh ya, hari ini aku tersenyum. Tidak lagi menangis dan melewati dengan baik malam pertama tidur tanpa suami di sampingku. Kami pun saling bertukar pesan rindu melalui BBM dan social media. Serasa pasangan yang baru saja berpacaran. Hihi. Yah... mungkin inilah warna-warni baru di tahun pertama pernikahan kami. Sepertinya, kami memang harus siap menyambut warna-warni lain di kehidupan pernikahan kami di tahun-tahun selanjutnya! ^^

Love you always dearest Pipi,
XOXO
Mimi
 

Kamis, 19 Desember 2013

Save the Day, Save the Budget!

"...dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-'A`raf [7] : 31)
Nggak sedikit temen gue para capeng yang nanya tentang segala tetek-bengek perkewongan, saat sebelum atau setelah gue merit. Dengan gaya bak seorang guru besar dalam hal perkewongan, gue menjawab semua pertanyaan mereka dengan berbagai jawaban super yang canggih nan diplomatis. Mereka pun bertepuk tangan riuh merasa terpuaskan atas jawaban gue. Oh okay, itu cuma imajinasi gue aja. The truth is gue menjawab pertanyaan mereka lebih kayak curhat ketimbang sharing. Ha-ha. Iya, kalau yang ini gue serius. Intinya adalah gue cuma bisa kasih jawaban sesuai sama pengalaman yang udah gue lewati. That's it.

Kebanyakan temen gue itu menanyakan berapa budget yang mesti dipasrahkan keluar untuk sebuah pesta kewongan. Maklum, hari gini dana emang jadi momok yang bisa bikin kewongan pending atau bahkan cancel. Kalau kasusnya gini kasian juga, ya? Apalagi kalau gejongnya minim, biaya hidup bengkak, dan nabung cuma bisa recehan ala kadarnya. Kalau kayak gitu, sampe Monas pindah ke bulan juga elo nggak bakal kawin-kawin, dong! :D


Sebenernya kalau niat elo pengen sah aja secara hukum agama dan negara, cuma modal Rp500.000,- juga udah bisa, kok! Eum... teorinya sih malah jauuuh di bawah itu. Nih, buat temen-temen gue tercintah dan para capeng yang belum tahu, berdasarkan PP no.51 tahun 2000 dan PP no.47 tahun 2004, biaya pencatatan perkawinan di KUA sebenernya cuma Rp30.000,- aja! Seriusan, dengan 30.000 perak doang elo udah bisa kimpoi! Itu biayanya bahkan lebih murah dari harga paket hematnya McD, cing! Tuh, kudunya biaya kewongan mah nggak perlu jadi momok lha ya, bray!

Iya. Emang gitu. Harusnya sih. But c'mon, get real! Masalahnya sekarang adalah gimana kalau perkimpoian nan sakral elo itu kudu disangkutpautin sama pengakuan secara sosial dan budaya. Let's say, resepsi misalnya. Bagi yang mampu atau memaksakan mampu, biasanya kepentok sama yang namanya gengsi. Gengsi kalau pestanya cuma sederhana, gengsi kalau nggak di gedung mewah, gengsi kalau nggak pake vendor terkenal bin mahal, dan segala gengsi lainnya. Oh, dan jangan lupakan orang tua. Kebanyakan kasus, justru mereka yang biasanya berandil besar punya hasrat gengsi dalam pesta pernikahan anaknya. Nah, ini letak momok menakutkan itu sebenernya.

Pengalaman kewong kemarin, alhamdulillah segala per-gengsi-an itu nggak ada dalam kamus gue. Gue sejak awal mutusin untuk mengadakan resepsi sederhana di rumah. Alhamdulillah ortu asyik-asyik aja. Bermewah-mewah di gedung sebenernya bisa aja. Tapi buat apa? Apa itu menjamin gue nggak bakal mewek setelahnya karena duit bertus-tus jut-jut ludes dalam sekejab hanya demi perayaan beberapa jam? Terlebih seandainya duit tus-tus jut-jut itu ternyata hasil ngutang sana-sini? Aih, itu lebih menakutkan bagi gue daripada sekedar mengejar gengsi, ya nek!

Gue ada cerita sedikit yang bisa kita renungin sama-sama. Di salah satu forum situs yang membahas tentang berapa biaya yang dikeluarkan untuk merit, beberapa orang mengaku menipiskan dompet mereka mulai ratusan juta bahkan hingga 1 M cuma buat resepsi! Wow pake banget! Angka yang super fantastis buat gue yang rakyat jelata ini. Kalau beli es cendol bisa untuk persediaan berapa tahun tuh? Entah mereka adalah para pengejar gengsi atau cuma orang-orang yang kebingungan buang duit ke mana saking banyaknya. Tapi anehnya, setelah pengakuan dosa itu, mereka terkesan menyesali tiap rupiah yang mereka kucurkan itu. Kayaknya mereka sadar kalau pada akhirnya begitulah sosial-budaya menjalankan perannya. Apa para tamu yang dijamu dengan segala kemewahan resepsi bakal peduli kalau duit yang punya hajat ludes demi jamuan tersebut? Nggak. Nenek-nenek salto juga tahu. Ujungnya tinggal gigit jari sama gengsi. :p


Nah, ini gue cuma sekedar berbagi ya, bukan bermaksud doktrin apalagi menggurui, gue punya tips tersendiri untuk menghemat budget kewongan kemarin. Anggep aja ini sekaligus menjawab pertanyaan temen-temen yang udah nanya ke gue. Gue cuma menulis ulang pengalaman gue berdasarkan pemikiran simple gue tentang prinsip hemat bin irit (bukan pelit) dalam budgeting perkimpoian. Hopefully helpful! ^_^

1. Se-galaksi bima sakti juga tahu, kalau pengen hemat ya adain resepsi sederhana aja di rumah. 
Yup! Itu bisa memangkas biaya sewa gedung, dekorasi, transportasi, charge vendor, dan printilan lainnya. Terbukti, setelah hitung-hitungan bareng nyokap, budget resepsi gue bisa mencapai 2x lipat kalau di gedung. Buat gue, itu duit yang gede banget. Bisa buat DP rumah, kebeli motor baru, dan biaya beranak. Tapi kalau rumah elo nggak memungkinkan, cari alternatif gedung yang murah atau resto juga bisa. Tapi jangan langsung tergiur harga sewa murah. Tanya lagi detail harga di luar biaya sewa. Justru biasanya yang bikin bengkak anggaran itu ya karena ada charge tambahan lagi di sana-sini dari pihak gedungnya.

2. Semakin banyak tamu yang diundang, semakin langsing dompet elo! :D
Makanya, pastiin bener-bener list undangan elo. Soalnya ini berkorelasi sama porsi catering yang dipesen, undangan yang dicetak, souvenir, dan seterusnya. Pengalaman gue, jumlah tamu yang bakal diundang kudu didiskusiin bener-bener dulu sama ortu. Kalau udah ada dealing sekian orang, bisa memudahkan budgeting printilan lainnya. Yang pasti, make sure apakah mengundang sekian orang dan menghabiskan sekian rupiah untuk jamuan mereka itu sesuai kemampuan finansial elo atau nggak? Kalau nggak, ya jangan dipaksain! Undang orang-orang terdekat aja yang elo kenal, kayak keluarga, para sahabat, dan tetangga kiri-kanan.

3. Makanan memonopoli 50% (bahkan lebih) dari total anggaran.
Makanan adalah hal yang paling krusial dari sebuah pesta. Faktanya, tamu yang datang ke resepsi pasti mengincar makanan yang ada di pesta itu. Bahan gosip hits emak-emak sekompleks dari sebuah resepsi pernikahan mayoritas disebabkan karena makanan yang disajikan, bukan karena dekorasi atau printilan lainnya. Kalau nggak mau repot, elo bisa pesen catering. Nggak mesti catering terkenal nan mehong, yang penting elo yakin catering itu punya jaminan kualitas dan cita rasa masakannya jempolan. Kalau mau lebih hemat, minta bantuan keluarga atau tetangga elo yang pinter masak. Selain rasa, jumlahnya juga harus mencukupi. Perhitungan porsi buffet yang elo sajikan kudu jumlah tamu dikali 2, dengan asumsi tamu yang diundang biasanya mengajak orang lain untuk menemaninya. Perhitungan ini mutlak kalau elo nggak mau malu di hajatan elo sendiri karena kekurangan makanan. Terbukti, dengan perhitungan macam gini, para tamu yang dateng ke resepsi gue (yang ternyata lebih rame dari yang diperkirakan), semua kebagian makanan sampe acara kelar. Makanannya malah sisa banyak jadi besoknya masih bisa berbagi rezeki lagi ke para tetangga. Alhamdulillah, ya! :D

4. JANGAN boros cuma buat undangan dan souvenir!
Sengaja banget gue capslock "JANGAN" yang artinya ya beneran jangan, nek! Banyak capeng menganggap kesan pertama dari sebuah pernikahan dilihat dari seberapa bagus atau mewahnya undangan. Lemme say this: sebagus atau semewah apapun undangan elo, ujungnya bakal berakhir di kotak sampah! Nah, suck it! Undangan tuh yang penting siapa yang punya hajat, lokasi, dan waktunya terpampang jelas. Souvenir juga gitu. Pilihlah souvenir yang memiliki manfaat, bukan souvenir yang mehong tapi cuma bakal jadi pajangan doang. Buang-buang duit itu namanya. Kalau elo kreatif dan pengen lebih hemat, undangan dan souvenir bisa elo bikin sendiri. Kalau gue, dengan memilih undangan dan souvenir ber-range harga 2.000-an perak aja, pastinya kocek yang elo keluarin buat DP motor matic yang murah lebih gede dibanding kocek yang gue keluarin buat order 600 pcs undangan dan 650 pcs souvenir kewongan gue kemarin. Biaya itu udah termasuk ongkirnya dari Jogja ke Bandar Lampung. Meski murce meriong, nyaris semua tamu yang dapet undangannya bilang kalau undangan gue unik. Nggak sedikit juga dari mereka yang terinspirasi pengen order undangan sejenis. Tuh, yang keren nggak mesti mehong, kan? ;-)

5. Pilih dekorasi minimalis dan hindari menggunakan bunga segar.
Atas nama pengiritan, dekorlah resepsi elo seminimalis mungkin tapi tetep cantik. Nggak perlu pake bunga segar sebagai dekorasi. Sejauh pengamatan gue tiap dateng ke resepsi orang, dekorasi full bunga segar adalah pemborosan paling nyata dari sebuah pesta pernikahan. Karena selain harganya yang mahal, bunga segar ujungnya cuma bakal jadi sampah selesai acara. Solusinya, elo bisa mempercantik dekor dengan bunga imitasi, diganti pake hiasan balon, atau barang-barang daur ulang juga nggak kalah seru. Gue memilih alternatif pertama untuk dekorasi resepsi gue dan terbukti tetep manis. Percaya deh, tamu nggak bakal terlalu ngeh sama dekorasi elo. Mending duit dekornya elo alokasikan ke makanan. Soalnya seheboh atau seminim apapun dekorasi pesta, nyatanya tamu PASTI lebih peduli sama makanannya! :D

6. Baju pengantin terbaik adalah yang disewa BUKAN dijahit.
Ini kalau elo mikirnya hemat total. Dan gue setuju. Banyak gue denger cerita penyesalan manten gara-gara waktu merit lebih milih menjahit sendiri bajunya dibanding menyewa cuma demi kesempurnaan penampilan yang semu. Bahkan ada yang sampe pake jasa designer dan bajunya kudu full payet atau dihiasi segala macem batuan, mulai batu swarovski sampe batu kali. Hihi. Padahal ya pemirsa, tuh baju cuma bakal dipake sekali seumur hidup, itu pun cuma beberapa jam. Gue berani taruhan, selesai acara bajunya cuma nangkring doang menuh-menuhin lemari. Gue bisa ngomong gini karena denger curhatan temen gue sendiri. Sekian jeti dia hamburkan cuma demi menjahit seonggok gaun impian yang nggak ada gunanya sekarang. Dia sadar mestinya saat itu dia bisa lebih wise untuk menyewa aja baju pengantinnya. Biayanya jauh lebih murah dan nggak berakhir pada pemborosan bin mubazir.

7. Nggak perlu upacara adat yang kelewat lengkap.
Sangat disarankan buat elo yang emang punya dana super mepet, nih! Seringkali ketika mengadakan pernikahan anaknya, orang tua pengen pake upacara adat lengkap. Sebenernya nggak ada salahnya sih ikutin maunya ortu. Itung-itung pelestarian budaya juga. Masalahnya adalah hari gini upacara adat lengkap biasanya butuh biaya lumayan gede. Salah satu penyebab penggelembungan dahsyat anggaran merit karena upacara adat ini. Gue memilih nggak pake Siraman dan Midodareni karena alasan itu juga. Tapi demi membahagiakan ortu plus keinginan pribadi yang emang nggak mau identitas suku bangsa gue hilang, gue tetep mencomot sebagian kecil aja upacara adat Jogja di kewongan gue, yaitu Panggih dan Bubak Kawah. Gue juga mutusin memakai Paes Ageng biar identitas gue sebagai orang Jogja tetep kental. Menurut gue ini win-win solution untuk menengahi keinginan kita dan ortu, dan pastinya juga nggak keluar terlalu banyak budget.

8. Rajin survei vendor murah dan berkualitas.
Elo kudu rajin--kalau perlu lebih rajin dari anak SD yang belajar buat ulangan--untuk survei dan tanya sana-sini demi mendapatkan vendor berkualitas tapi damai di kantong. Surveilah mulai dari vendor abal-abal sampe vendor kalangan jetset (kalau yang ini harganya pasti ngajak berantem, tapi sekedar iseng cari referensi bolehlah! :p). Jangan dulu tergiur tawaran paket murah dari suatu vendor. Elo kudu perhatiin kualitas, jam terbang, portofolio, dan banding harga masing-masing vendor. Kalau perlu saat elo udah dapetin harga termurah, elo minta diskon lagi! Pasang muka tembok aja. Kan demi ngirit! *plak*. Kalau udah klik dan deal harga, pastiin setelahnya elo DP tanggal biar nggak keduluan sama yang lain. Pasalnya vendor tipe murce bin berkualitas sesungguhnya adalah vendor inceran sejuta umat! Nyahahaha!

9. Tentukan skala prioritas!
Terakhir dan ini yang menurut gue paling penting, elo kudu bikin skala prioritas! Demi mewujudkan pesta pernikahan spektakuler sepanjang abad, banyak capeng yang akhirnya terbuai pada keinginan dan kesenangan semata, bukan pada kebutuhan mereka yang sesungguhnya. Nggak heran kalau akhirnya tabungan mereka jadi terkuras sampe kering kerontang. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya elo bikin list detail apa aja yang penting dalam pernikahan elo. Tendang jauh-jauh ke Neptunus segala hal yang nggak mesti ada. Misalnya aja dekorasi yang heboh bin mewah dan mencetak banyak-banyak foto prewed dengan frame segede gaban. Itu semua buat apaan? Mau bikin pameran tah? Pajangan doang, kan? Udah deh, batasi pengeluaran untuk hal-hal nggak penting kayak gitu!

Yak, akhirnya sampe di sinilah ocehan gue tentang segala hal menyangkut penghematan budget perkewongan. Sekali lagi, semua ini versi gue. Mungkin banyak capeng laen punya trik berbeda. Kalau ada yang mau nambahin, monggo tulis di komen. Kalau ada yang merasa cukup dengan yang gue posting ini dan pengen segera dipraktekkan, ya monggo juga! Happy wedding aja deh dari gue! :D
 

Blog Template by BloggerCandy.com

Full Edited by lovelyshironeko.blogspot.com