Selasa, 23 Oktober 2012

Review: "Switch Girl!!" Live Action


Drama details:
  • Title: スイッチガール!!
  • Title (romaji): Switch Girl!!
  • Format: Renzoku
  • Genre: Romance
  • Episodes: TBA
  • Broadcast network: Fuji TV Two
  • Broadcast period: 2011-Dec-24 start
  • Air time: Saturday
Switch Girl!! adalah salah satu J-dorama yang gue tonton belakangan ini. Sebenarnya dorama ini sudah tayang sejak tahun lalu, tapi baru gue pelototin sekarang. Alasannya simpel. Soalnya, baru-baru ini juga gue lagi kesintingan sama salah satu aktor Jepun yang super hot, Renn Kiriyama. Hoho. Dan setelah baca profile dia, akhirnya gue digiring ke dorama yang dimainkan sama si Renn ini. Jiakakak!!! *dimutilasi pipi*

 


Switch Girl!! merupakan live action yang diadaptasi dari manga berjudul sama. Ceritanya tentang seorang model cewek SMA yang populer, fashionable, dan super cantik bernama Tamiya Nika (diperankan Nishiuchi Mariya). Nika adalah gadis impian bagi para cowok dan idola para cewek. Namun siapa sangka, sosok yang nyaris sempurna seperti Nika ternyata memiliki kepribadian rahasia lainnya yang disembunyikan rapat-rapat dari teman-temannya. Saat di rumah, Nika adalah gadis yang jorok, ceroboh, berisik, otaku, dan berantakan. Dia akan menghapus make up-nya, menguncir tiga rambutnya seperti orang gila, memakai kacamata, mengganti pakaian modisnya dengan training, hobi memakai CD nenek-nenek super lebar yang disebutnya 'safety underwear', doyan ikan asin, dan suka kentut sembarangan. Yup, Nika adalah seorang Switch Girl. Dua kepribadian yang bertolak belakang itu disebutnya ON-OFF mode. ON mode adalah saat dia menjadi Nika-sama yang dipuja banyak orang di sekolah, sedangkan OFF mode adalah saat dia berubah mengerikan di rumah. Nika bersama ibu dan kakaknya Rika (yang juga adalah Switch Girl), adalah para wanita pecinta diskon. Nika akan lebih mengerikan saat mengerahkan segala tenaga untuk bisa mendapatkan barang dan makanan dengan harga termurah di supermarket. Nino, sahabat Nika sejak TK, adalah satu-satunya orang di sekolah yang mengetahui rahasia Nika ini.

Tamiya Nika's ON-OFF Mode in Live Action




Tamiya Nika's ON-OFF Mode Manga Version

Suatu hari, kelas Nika kedatangan seorang siswa pindahan bernama Kamiyama Arata (diperankan Renn Kiriyama). Arata adalah sosok pemuda jenius yang memakai kacamata bulat tebal old-fashioned sehingga terlihat nerd seperti kutu buku. Ternyata sama seperti Nika, Arata memiliki kepribadian ON-OFF. Hanya saja, di luar sekolah, Arata akan menampilkan OFF modenya sebagai pemuda yang sangat tampan dan cool. Kacamata tebal yang dipakainya saat ON mode di sekolah agar dia tidak dikelilingi banyak wanita. Pasalnya, Arata sangat membenci wanita karena memiliki trauma di masa lalunya.

Kamiyama Arata's ON-OFF Mode in Live Action


Kamiyama Arata's ON-OFF Mode Manga Version

Nika menyukai Arata pada pandangan pertama saat melihat OFF mode Arata di atap sekolah. Sejak itu, Nika naksir berat pada Arata dan kadang terlalu agresif melakukan pendekatan ke Arata. Aksi pedekate-nya semakin gencar saat ibu dan kakaknya mendukung. Sementara Arata selalu tampak cuek, arogan, tidak banyak bicara, dan dingin.

Arata shock tiba-tiba digelayuti 2 wanita mengerikan: kakak dan ibu Nika! XD

Sejak hari pertama kepindahan Arata, kejeniusan pemuda itu membawanya untuk langsung mengetahui rahasia ON-OFF mode Nika. Hal itu terjadi setelah Nika menyelamatkan Arata yang tengah dikerjai musuh besar Nika di sekolah, Boss Monkey. Ditambah lagi, Arata ternyata adalah tetangga baru Nika di kompleks apartemen yang sama, dan malam sebelumnya telah melihat Nika dalam OFF mode. Di sisi lain, Nika juga menyadari ON-OFF mode yang dimiliki Arata. Mereka pun membuat perjanjian untuk saling menjaga rahasia masing-masing. Nah, dari sinilah kisah Nika si Switch Girl dimulai. Lalu, bagaimana selanjutnya? Apakah rahasia Nika akan terbongkar? Trauma apa yang menyebabkan Arata begitu benci pada wanita? Nonton aja live action ini! ;-)

Snapshot berikut adalah bukti yang menunjukkan keagresifan Nika yang tanpa disadarinya selalu berada dalam jarak terlalu dekat dengan Arata. Wkwkwk!

  
 

 


Berikutnya adalah salah satu adegan yang bikin gue panas-dingin dan doki-doki (baca: deg-degan). Di sini, Arata dijebak oleh musuh Nika di sebuah hotel, diberi obat yang membuatnya tidak bisa bergerak, hingga menjadi korban pembuatan sebuah video amatir menjijikan yang memperlihatkan dirinya 'diperkosa'. Kyaa!!! Arata-kun kowaiii!! >,<


 










Gambar berikutnya adalah adegan Nika nggak sengaja jatuh dan menimpa Arata hingga terlihat seperti sedang $%!#?*^&@ *SENSOR*. Adegan ini lucu banget! Hahaha!!! *ngakak koprol*

Live Action Version

Manga Version

Snapshot beberapa adegan Nika-Arata lainnya:


 


















Beberapa kali gue mendapati live action yang 'kacau', di mana alur cerita dibuat berbeda atau penggambaran karakter yang kurang pas dengan naskah asli manga/anime-nya. Dan itu selalu membuat gue kecewa. Tapi nggak dengan dorama ini. Menurut gue, penggambaran sosok Nika dan Arata di live action ini sangat brilian. Mariya dan Renn berhasil menghidupkan karakter tokoh masing-masing secara total. Nggak heran kalau banyak orang yang memuji akting mereka di dorama ini. Selain itu, alur cerita dibuat se-real mungkin dengan manga-nya. Kekonyolan khas manga/anime Jepang juga mampu ditampilkan dengan jempolan di dorama ini. Itu membuat dorama ini semakin kocak, menghibur, dan menarik untuk ditonton.

Ada pelajaran yang bisa gue dapatkan dari dorama ini. Pertama, don't judge the book by its cover. Menilai seseorang hanya dari penampilan adalah salah besar! Kedua, setiap orang sebenarnya memiliki ON-OFF modenya masing-masing, termasuk gue. Hehe. Menurut gue itu manusiawi. Pasalnya, secara alamiah kita akan menyembunyikan apapun yang menurut kita 'jelek', karena tidak ingin orang lain mengetahui kekurangan kita. Padahal kita sendiri sudah tahu kalau kita tidak sempurna. Manusia kadang aneh, ya? Haha! Ketiga, just be yourself! Klise, tapi ini benar. Apapun kondisi sekitarmu, menjadi diri sendiri adalah yang terbaik dan menyenangkan. Seperti yang dikatakan Arata saat Nika gengsi ketahuan kalau dia adalah otaku, "isn't that fine? It's very you!".

Dari skala 1 sampai 10, gue kasih 9 bintang untuk dorama ini. High recommended live action to watch! ^^


Drama details credit to: wiki.d-addicts.com
P.S. Some pictures are not belong to me.




Selasa, 16 Oktober 2012

Review: BRTC Blemish Recover Balm Sample Sachet

Produk yang bakal gue review kali ini, yaitu BRTC Blemish Recover Balm Sample Sachet. Buat yang belum tahu, ini adalah salah satu BB cream Korea yang cukup terkenal. Gue mutusin untuk beli sample sachet BB cream ini karena melihat banyaknya review bagus mengenai produk ini. Gue beli samplenya dulu karena harga tube BB cream ini tergolong lumayan mahal buat gue. Gue juga takutnya udah mahal-mahal dibeli, tapi ujungnya kalau nggak cocok kan sayang ya, bok?

BRTC Blemish Recover Balm Sample Sachet

Katanya sih BB cream ini mampu mengontrol kelebihan minyak pada wajah dan cocok banget buat yang punya kulit muka berjerawat (hell yeah, that's me!). Selain itu, coverage BB cream ini juga katanya jempolan. Nah, siapa coba yang nggak tergoda buat nyoba kalau udah gitu? Hahay! *tipe yang mudah tergoda iklan*

Berdasarkan website-nya, BRTC Blemish Recover Balm mengklaim:
  • Perfect Cover
  • Oil Control
  • BB Cream
  • SPF 28
  • Anti Oxidant
  • Moisturizer
Eniwei, waktu barang orderan gue dateng, sempet skeptis juga. Jangan-jangan ini barang KW. Secara sachet yang gue dapet beda banget sama sachet yang dibeli dan di-review di banyak blog. Malah ada salah satu blogger yang beli di online shop yang sama dengan gue tapi sample sachet yang didapatnya beda sama punya gue. Ngehe. Masa sih bisa beda barang padahal dari sumber yang sama? Padahal kita beli di trusted online shop. Setelah gue konfirmasi sama online shop yang bersangkutan, katanya sih itu kemasan terbaru. Hmmmm... gitu, ya?

Penampakan BRTC Blemish Recover Balm Sample Sachet yang gue dapet

Ini perbandingan BRTC Blemish Recover Balm Sample Sachet lainnya yang gue maksud

Berhubung udah terlanjur dibeli (entah KW atau memang kemasan terbaru kayak yang dibilang), tetap aja gue mau coba. Nah, apakah benar BB cream ini mampu melakukan tugasnya dengan baik di muka gue seperti klaim produknya? Well, inilah review gue setelah kurang lebih seminggu pemakaian:
  • Oil control-nya tergolong biasa untuk muka gue yang super duper oily. Padahal tadinya gue berharap lebih sama BB cream ini. Ternyata kilang minyak di T area gue mulai bocor dalam waktu 1-2 jam setelah pemakaian. Tapi kalau gue timpa loose powder terus ditimpa lagi sama compact powder sesudah BB cream ini, ternyata bisa bertahan lebih lama.
  • Coverage-nya medium, nggak jelek tapi nggak bagus-bagus amat juga. Untuk produk semahal ini, awalnya gue pikir kualitas coverage-nya yahud banget. Ternyata coverage BB cream ini cuma mempan untuk menutupi noda jerawat yang ringan, tapi bukan jerawat merah yang gede. Tapi nggak tahu kenapa, walau 'dosa-dosa' di muka gue nggak sepenuhnya tercover dengan BB cream ini, muka gue bisa keliatan lebih flawless. Apalagi kalau ditimpa sama compact powder yang cucok. Love it!
  • Warnanya nggak masuk untuk kulit muka gue T_T. Kebanyakan BB cream memang cuma menyediakan shade yang terbatas. Termasuk BB cream ini yang cuma punya 1 shade. Menurut gue sih shade BB cream ini lebih ke pinkish, sementara muka gue cenderung yellow. Tapi untungnya BB cream ini lama-lama bisa menyesuaikan dengan warna muka gue beberapa saat setelah pemakaian. Setau gue, itu memang sifat dari semua produk BB cream. Apapun warnanya, bakalan menyesuaikan dengan kulit muka kita. Dan gue suka itu. Solusinya biar nggak pektay kayak pakai topeng, menurut gue bisa pakai loose/compact powder yang shade-nya lebih gelap setelah pakai BB cream ini. Dan itu berhasil buat muka gue. :-)
  • Pengaruh sama jerawat gue? Eum... nope! Ada jerawat-jerawat kecil yang doyan bersemayam di pipi gue. Setelah pemakaian BB cream ini kurang lebih seminggu, nggak ngaruh apa-apa tuh sama jerawat gue. Mereka masih adem ayem aja di sana. Nggak hilang, tapi nggak meradang juga. -__-
  • Even out my skin dan hasilnya dewy di muka gue. Muka gue jadi keliatan lebih cerah, nggak kusam, dan sehat. Ini juga hal yang gue demen dari produk ini. :-) 
  • Susah banget buat di-blend! Ini termasuk produk BB cream yang paling susah buat di-blend dari beberapa produk BB cream lain yang pernah gue coba. Butuh kesabaran ekstra untuk nge-blend BB cream ini di muka kita. Kalau nggak rata, hasilnya jadi belang. Hufft!
  • It has SPF! Yes, gue suka banget sama produk yang mengandung SPF. Hei, SPF itu penting lho untuk muka! Dengan adanya SPF di produk yang kita pakai, bisa memberikan perlindungan ekstra buat muka kita saat berada di bawah sinar matahari. Kita jadi terhindar dari gejala penuaan dini dan resiko kanker kulit. Sip, kan? ;-)
  • Teksturnya ringan. Gue nggak suka make up yang terasa berat dan lengket di muka. Thanks God, BB cream ini nggak begitu. Ini yang gue suka banget dari produk Korea yang 1 ini. Menurut gue cocok untuk daily use. Makanya, gue suka pakai BB cream ini untuk keseharian di kantor. :-)
  • And yes, the last and one thing for sure, harganya soooo expensive! Ampun dah! Untuk sample sachet 1 ml ini aja harganya Rp5.900,-. Per sachet-nya bisa digunakan untuk pemakaian 2-3 kali. Tapi karena gue orangnya terlalu hemat (atau pelit? *plak*), jadi bisa sampai 4x! Jiakakak! Nah, untuk harga tubenya yang per 40 ml bisa 200 ribuan. Yang paling murah gue ketemu di online shop harganya Rp208.000,-. Sisanya di online shop lainnya, harganya di atas itu! >,<
And here's for the swatch: 

On my hand:

 


See the different? :-)


On my face:

Before: my bare face.
Dimohon dengan sangat untuk mengacuhkan ekspresi sok cemberut itu! >,<

After: I use BRTC Blemish Recover Balm only.
Astaga... pipi gue chubby banget di foto ini!! >,<

Will I repurchase?
Hmmm... pengen, sih... asalkan BB cream ini mengeluarkan shade yang lebih masuk untuk kulit muka gue dan harganya bisa lebih murah. Hehe.

Harga: Rp5.900,-/sachet
 

Blog Template by BloggerCandy.com

Full Edited by lovelyshironeko.blogspot.com