Selasa, 26 November 2013

Review Resepsi (Sederhana)

Gue tipe yang nggak mau repot memaksakan gengsi. Sejak awal, gue pengen resepsi cukup diadakan dengan sederhana di rumah. Hemat. Itu poin utamanya. Gue agak nggak rela hati menghamburkan duit cuma buat resepsian di gedung yang durasinya bahkan nggak nyampe sehari, cyin! Mending duitnya bakal kebutuhan lain yang lebih penting atau tabungan masa depan gue dan Pipi. Selain itu, rumah adalah venue yang punya fleksibilitas tinggi soal waktu. Kita bisa memulai dan mengakhiri pesta kapan aja kita mau. Yah pokoknya gitu deh, cing! Klise dan klasik. Rumah tetep pilihan venue resepsi ideal bagi gue. Kecuali kalau ada yang mau modalin nikahan gue dengan budget tak terhingga dan gedungnya bisa disewa sehari semalem tanpa biaya tambahan. Haha!

Acara resepsi gue berlangsung di hari yang sama setelah akad nikah, yaitu Minggu, 23 Juni 2013, tepat jam 10 teng sesuai schedule. Beda banget sama akad yang kudu molor setengah jam gara-gara manten dodol (take a peek cerita akad). Tradisional Jogja bernuansa warna maroon jadi tema resepsi gue. Acara diawali dengan upacara Panggih ala Jogja, terus upacara Bubak Kawah (makna simbolis dalam adat Jawa bahwa saat itu orang tua gue mantu pertama), dilanjut Tari Karonsih dan pelepasan sepasang merpati, ditutup doa, and the last... acara santap-menyantap! Sementara para tamu pada binal menyerbu buffet dan pondokan biadab yang bikin nggak kuat iman, mantennya malah langsung sibuk riang gembira meladeni para tamu lainnya yang nggak binal sama buffet dan pondokan yang ngebet foto bareng kita tiap abis salaman. Hoho! *manten sok ngartis*

Upacara Panggih. Klik aja gambarnya untuk lihat lebih jelas ^^

Upacara Bubak Kawah, Tari Karonsih, dan pelepasan sepasang merpati. Klik gambarnya untuk memperbesar ^^

Eniwei baidewei nowei, walau niat awalnya diadakan dengan sederhana di rumah, pada akhirnya resepsi gue malah jadi meriah, sodara-sodara! Dipastikan lebih dari 1.000 tamu yang hadir. Sebenernya gue cuma pengen mengundang sedikit orang. Tamu gue sendiri cuma terdiri dari para sahabat dan rekan kantor yang nggak lebih dari 50 orang. Tapi rencana itu menguap begitu aja. Orang tua gue sangat nggak setuju dengan ide itu. Budaya kita yang masih terlalu mainstream bahwa sebuah pesta pernikahan harus mengundang semua orang yang dikenal kayaknya jadi alasan utama orang tua menolak ide minim tamu gue. Kalau pada nggak diundang, nanti takut jadi omongan orang, takut disangka sombong, nggak enak hati, bla bla bla. -__-"

Gue pun mengalah untuk mau menambah undangan. Hasil kompromi nggak boleh lebih dari 600 orang, dengan pembagian 50% jatah bokap-nyokap dan 50% buat gue, Pipi, mama calon mertua (waktu itu masih calon), dan para kakak. Tapi riilnya sih undangan untuk orang tua gue membengkak dan disiasati dengan (terpaksa) memangkas list tamu kita dan yang lain. Itu pun masih kurang juga karena kayaknya 600 undangan itu mestinya jumlah tamu orang tua gue sendiri. Ckckck! Gue dan Pipi akhirnya (atau begonya?) malah latah mengundang semua teman yang layak diundang (yang totalnya buncit jadi 200-an orang!) melalui social media dikarenakan keterbatasan undangan fisik yang ngepres. Weleh... weleh... bener-bener luluh lantak intimate party impian gue! *jedotin kepala ke panci*

Tapi ya sudahlah, pemirsa... bagaimana pun pernikahan kan melibatkan banyak pihak termasuk orang tua, jadi saling menghargai aja. Meski di sana-sini masih banyak kekurangan dan agak melenceng dari planning awal, gue tetep bersyukur karena banyaknya tamu berarti banyak orang yang mendoakan kita. Yang penting acaranya berjalan lancar, tamu senang, makanan berlimpah bahkan sisa banyak, dan mantennya cakep! Yang terakhir itu ahey sekali! XD

Pada akhirnya, gue merasa pernikahan gue tetep sederhana, tapi meriah. Meriah tapi nggak berlebihan. Semuanya diselenggarakan sesuai dengan kemampuan dan alhamdulillah selesai acara masih ada sisa tabungan di ATM dan sisa dana lainnya yang kita pake untuk kredit motor. Yah... balik lagi ke prinsip, sih! Sesederhana atau semewah apapun, yang namanya pernikahan tetep aja disebut pernikahan. Resepsi hanya sebuah ceremonial belaka. Yang terpenting adalah bagaimana menjalani kehidupan rumah tangga setelah resepsi itu berlangsung. Ya, nggak? *kesambet Mario Teguh*

Sepintas soal vendor (review lengkap masing-masing vendor mampir ke sini yak! ^^)
  • Make Up & Adat: Salon Shinta (Ibu Sundari). Ambil sepaket sama acara seserahan. Kata orang-orang sih gue manglingi. *mudah-mudahan pada nggak boong, deh! :p*
  • Dekorasi: kerja bakti. Pelaminan dan kamar manten udah sepaket sama salon. Gerbang tuwuhan hasil kreasi om gue. Pondokan dan buffet kerjaannya orang catering. Udah segitu aja. Nyehehehe! 
  • Catering: Catering Kartini. Ueenaaak (pengakuan dari beberapa teman sih mereka sampe ketagihan pengen makan mulu! :D), dapet diskon dan bonus, dan masih sisa banyak walau tamu rame banget!
 
  • Dokumentasi: Infra Photoworks (Mas Irfan and team). Gue minta paket all in. Semua foto dan video dari prewed, acara seserahan, sampe hari H doi yang handle.
 
  • Tenda: Estu Sae Group. Sori tapi gue harus jujur, ini vendor paling nggak banget di acara gue. Gue bakal curhat lain waktu. :'-(
  • Entertainment: Juwita Music. Gue pengen hiburannya full campur sari biar kesan njawaninya kentel. Norak? Ah, bodo amat! Suka-suka gue lah, pesta-pesta gue! Nyahaha! 
  • Undangan dan Souvenir: Jogja Kreasi dan Ucok Souvenir Jogza. Disesuaikan tema yang tradisional, undangannya bambu dengan desain khas Jogja. Souvenirnya juga dipilih yang kesannya tradisional tapi punya manfaat kayak centong nasi kayu sonokeling itu.

 
  • Henna dan Nail Art: Pita Henna dan Belleza Salon. Cerita nail art sebenarnya udah pernah dikupas di sini. Tapi untuk vendornya, bakal dibahas sendiri, ya!
 

The People:

My family

Pipi's family

Our family

dengan para kakak dan para adik :3

My big famz

My besties ever: SanDeGA! Kita udah sohiban sejak SMP. Sayang, minus 3 personil di foto ini, karena ada di luar kota dan sikonnya nggak memungkinkan balik ke Bandar Lampung. Hiks!

Ria (left) dan Keti (right) ini juga sohibul khoir gue sejak ngampus dulu. Terutama Ria yang sering ikutan gue nge-gahol bareng SanDeGA

Terakhir adalah galeri foto per-narsis-sisasi-an gue dan Pipi yang ngeksis di kewongan. Silakan dicekibrot dan muntah berjamaah! Wkwkwk! Kalau perlu nggak usah dilihat aja, deh! Karena virus narsis itu bisa menular! Nyahahaha! *ngakak salto*
  • Ageman/busana pertama: Paes Ageng Kanigaran






  • Ageman/busana kedua: kebaya maroon





Jumat, 01 November 2013

Tex Saverio, Bishounen Designer of Indonesia


KYAAAAAAAAA...!!!!!!!!!!!!!!!


 KYAAAAAAAAAAAAAAA......!!!!!!!!!!!!!!!


KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA.....!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

HUSH!! BERSISIK...!!! *nelen mic musholla*

Hadeeh... belum juga mulai postingnya udah jejeritan. Yah... harap dimaapkeun. Gue suka nggak kuat iman gitu kalau liat yang bishie-bishie cenderung uke kayak foto-foto babang di atas itu! Jiakak! *merem-melek*

Sebenernya mau posting ini juga mesti ngitungin kancing baju dulu tadi. Antara pengen diposting atau nggak. Secara kayaknya kok basi gitu gue baru ripiu sekarang, padahal makhluk indah yang mau gue ripiu ini udah nongol dari zaman kapan dah! Haha! *dasar nggak gahol*

Pertama liat, gue kira doski itu ikemen cosplayer dari Jepun or personil boiben Korea. Syumpeh demi Neptunus, itu tampang anime banget dan sangat 3D sekali kan, bok? Cewek mana coba yang nggak melting liat muke nyang begitu? *pingsyan dengan sukses*

Yowes, daripada keababilan gue semakin binal, cuss aja langsung kita kenalan sama doski. Eum... bagi yang udah tau dia, codotnya diem aja, ya. Nggak usah berisik di mari. Jiakakak! *nggak ngaca*

Kalau tadi gue bilang doski dari Jepun or Korea, hadeh... maafkan atas dosa ketidakgaholan gue. Nggak perlu deh jauh-jauh ke dua negara hebring itu cuma demi mantengin bishie begini. Soalnya doski ini asli Indo, bok! Ho-oh... beneran! (akhirnyaaa~~Indo punya ikemen juga!) *nangis haru seember*

Namanya Tex Saverio (aih... namanya canggih banget ya, bok? kalau dipenggal jadi kayak kode terselubung gitu --> Tex.Save.Rio! :p *efek kebanyakan nonton dorama detektif-detektifan nih*). Lahir di Jakarta, 28 Agustus 1984 silam. Doski adalah seorang fashion designer muda yang namanya mendadak jadi bahan gosipan emak-emak di dunia maya beberapa tahun belakangan. Seorang blogger Amerika bernama Perez Hilton takjub melihat baju-baju unik yang dipamerkan pada Jakarta Fashion Week 2010 dan mengira itu adalah rancangan Alexander McQueen (googling gih buat yang belum tau legenda fashion ini -__-). Betapa terkejutnya si Perez kalau ternyata baju-baju tersebut bukanlah rancangan McQueen tapi hanya rancangan dari seorang cowok cantik keren dari Jakarta bernama Tex Saverio.

Mulai deh tuh banyak orang-orang Hollywood yang kepo siapa Rio sebenernya. Salah satunya Nicola Formichetti, penata busananya Lady Gaga. Sayang, saat itu Nicola kesulitan menghubungi Rio. Pucuk di cinta, Rio pun tiba (haissh!). Ternyata di saat bersamaan Rio juga berusaha menghubungi Nicola melalui pesbuk dan awalnya cuma iseng memperkenalkan diri sebagai designer muda dari Indo, bla bla bla. Nicola yang emang dari awal kepincut sama Rio, langsung aja mengajak Rio bekerja sama di proyek Lady Gaga. So, dari sini lah Rio dan masterpiece-nya "La Glacon" yang dipake sama Lady Gaga di Harper's Bazaar menjadi lebih dikepoin lagi sama penduduk Hollywood. Nggak sampai di situ sepak terjang Rio di dunia mode internasional. Gaun pengantin Katniss (Jennifer Lawrence) dalam poster film "The Hunger Games" juga mendadak jadi perbincangan hangat. Mereka penasaran siapa perancang gaun unik itu. Lagi-lagi, nama Rio muncul sebagai designer yang nggak diduga-duga. Seleb seletingan Kim Kadarshian pun akhirnya jatuh hati pada rancangan Rio. Di Indo sendiri, artis yang udah nyobain bajunya Rio adalah si sexy nan eksotik Anggun.

Lady Gaga memakai "La Glacon"-nya Rio untuk pemotretan Harper's Bazaar

Kim Kadarshian dengan gaun rancangan Rio. Gambar diambil dari twitter-nya Rio @texsaverio

Katniss dalam poster film "The Hunger Games" memakai gaun pengantin rancangan Rio

Mbak Anggun tampil seksoy dengan bajunya Rio

Sejak namanya mulai diperhitungkan baik lokal dan interlokal (internasional kali maksudnya, jeung -__-), Rio sekarang dapet julukan baru "Alexander McQueen-nya Indonesia". Tapi kalau dari berbagai interview yang gue baca dan tonton, Rio sendiri agak berat hati menerima gelar itu. Secara ya si McQueen itu kan udah legend banget, sementara dia masih designer piyik. Tapi akhirnya Rio menganggap julukan itu dijadikan cambuk biar dia bisa terus berkarya sehebat McQueen suatu hari nanti. Wah... pemuda yang wise dan rendah hati sekali dirimu ya, Nak! Padahal asli design-design kamu emang bikin dunia ber-WOW-ria, lho! *langsung standing applause*

Satu hal yang pasti, sejak mulai dikenal, Rio jadi lebih selektif untuk memilih siapa aja yang pantas memakai baju rancangannya. Sebenernya bukan maksud nyombong tapi lebih memuaskan idealismenya dia aja. Menurut Rio, image dan karakter rancangannya harus selalu dijaga. Caranya dengan nggak menerima semua tawaran yang bertentangan dengan idealismenya yang selalu out of box itu. Wah, anak muda yang punya prinsip juga, nih! Bagus, bagus!

Yak, itu cuma sekelumit aja tentang siapa pemuda unyu pemilik wajah bishounen bernama Tex Saverio dan karirnya sebagai fashion designer muda yang mendunia dari Indonesia. Kalau bagi gue sendiri dan mungkin banyak cewek laennya, di balik so yeah-nya skill dia yang brilian itu sebenernya sih kita lebih concern sama tampangnya, deh! (hayoo... ngaku! :p). Jarang banget kan ada designer cowok secantik sekeren itu? (dan dia dari Indonesia pula!). Secara ya, biasanya tuh tipe muka kayak dia nggak jauh dari tampang cosplayer, aktor, atau personil boiben. Tapi kalau suatu saat nanti Rio mutusin beneran bikin boiben sih ya nggak apa-apa juga. Hehe. Soalnya bukan cuma fisiknya aja yang udah jelas-jelas nyegerin mata, suaranya juga syahdu-syahdu gimana getoh! Bikin yang dengar jadi... auh... erfgh... ah, ya gitu deh! Haha! (mulai deh mesum lebay tingkat kecamatannya! :D) *dikelitikin pake golok sama Pipi*

Tapi soal tampang bishie cenderung uke-nya itu kayaknya banyak yang setubuh sama gue. Terbukti Rio masuk dalam daftar designer paling tampan di dunia, lho! (sumbernya gue lupa :p). Bukan cuma itu. Berdasarkan survey yang gue lakukan dari googling ke berbagai blog dan situs, Rio sekarang punya banyak fans dari kalangan cewek-cewek penggila boiben. WOW sekali, kan... baru kali ini ada fenomena designer yang punya banyak fanbase-nya! Ini gara-gara cantiknya cakepnya Rio kebangetan, sih! Bikin cewek-cewek yang liat doki-doki. Bener-bener nggak baik untuk kesehatan jantung nih kayaknya liat mukanya lama-lama. Huahaha!

Nah, buat kepo-ers centil yang belum puas dengan foto-foto Rio di prolog awal, gue berbaik hati meng-upload lebih banyak lagi foto-foto Rio beserta rancangannya sebagai ending posting ini. Silakan dicekibrot aja dengan sukacita riang gembira bebeh bala-bala. Tapi dimohon dengan sangat bagi para cewek-cewek, dilarang ngencesin blog gue ini setelah mantengin foto-fotonya Rio, ya! *nyiapin selampek*

Aw... aw... aw... itu pinggang... iri dengki gue liatnya! >_< *hasrat nggak kesampean langsing*

Syumpeh ya gue demen banget cowok yang pake hoodie nutupin muka kayak gini. Kesannya misterius. Dan Rio beberapa kali berpenampilan kayak gini untuk interview on air tipi atau off air. Kakkoi...!!

Malah jadi kayak manekin gitu -__-

Ini yang gue bilang tampang 3D! Ya ampyun itu muka kayak anime banget, kan? Kan? Kaan?? Kaaan??

I dunno what to say. He is just... sooo... damn hot!

Kalau keren itu kira-kira, dong! Nggak ada foto jeleknya tah?! *mimisan segalon*

Sekarang perhatikan betapa ekstentrik, dramatisir, unik, penuh detail, dan out of box-nya design-design karya Rio berikut ini. Inilah yang Rio sebut sebagai karakter dan idealismenya itu. Meski amaze banget, gue bingung pake baju-baju begituan bakal ke mana. Bahkan kalau dipake ke kondangan juga kayaknya agak-agak kehebohan gitu deh, cyiin! -__-



 




Foto: berbagai sumber
 

Blog Template by BloggerCandy.com

Full Edited by lovelyshironeko.blogspot.com