Kamis, 30 Mei 2013

"The Gifted Hands - Psychometry" Movie Review


Psychometry. Ini kosa kata baru buat gue. Gue mungkin nggak bakal tau kalau nggak nonton film Korea "The Gifted Hands - Psychometry".

Eh, apa? Korea? Pipi aja sampe ngomong tumben banget gue mau nonton film Korea. Secara emang dari dulu gue setia banget sama Jepang. Walau Indonesia dan dunia lagi dilanda Korean Wave, gue tetep nggak bisa pindah ke lain hati selain Jepang. Tapi sumpah, film yang satu ini bikin gue 'selingkuh' dikit ke Korea! :p

Film ini masih anyar banget. Baru rilis di Korea tanggal 7 Maret 2013 dan diputar di Blitzmegaplex Indonesia tanggal 5 Mei 2013. Yaay... kita kebagian tayangnya! \(=^u^=)/

Jadi ceritanya, ada seorang detektif konyol bernama Yang Choon-Dong (diperankan Kim Kang-Woo) yang nggak pernah berprestasi dan selalu bikin kekacauan di kantornya. Suatu saat ada seorang ibu yang melaporkan kalau anaknya diculik. Tapi nggak ada satu pun polisi di sana yang menanggapi serius laporan si ibu, kecuali si detektif bodoh itu. Yang Choon-Dong merasa kasus penculikan anak ini serius. Akhirnya, dengan semangat menggebu, si detektif dikasih tugas buat menyelidiki kasus ini sama atasannya.

Kim Kang-Woo sebagai Yang Choon-Dong

Nah, suatu malam, Yang Choon-Dong buang air kecil sembarangan di sebuah tembok. Tanpa dia sadari, di sebelahnya berdiri seorang cowok misterius memakai jaket hoodie hitam yang menutupi kepala dan mukanya. Cowok itu baru aja selesai melukis graffiti di tembok tempat Yang Choon-Dong buang air kecil. Yang Choon-Dong mengajak ngobrol cowok itu soal graffiti yang baru aja dibuatnya. Tapi si cowok malah minggat cuek. Karena nggak terima dicuekin, Yang Choon-Dong ngomel ke cowok itu dan baru aja mau ribut, si cowok udah lebih sigap menyemprotkan pilox yang tadi dipakenya bikin graffiti ke mata Yang Choon-Dong terus si cowok kabur gitu aja.




Sebulan kemudian, di sebuah taman bermain ditemukan mayat anak perempuan si ibu yang dulu pernah melaporkan kasus penculikan anaknya itu ke kantor Yang Choon-Dong. Yang Choon-Dong merasa bersalah karena nggak berhasil mengungkap kasus penculikan itu. Malamnya, Yang Choon-Dong menonton berita di televisi soal penemuan mayat anak perempuan tersebut. Dan seketika Yang Choon-Dong kaget saat berita itu menayangkan TKP penemuan mayat yang direkam reporter dari jembatan yang berada di atas taman. Pasalnya, lokasi itu persis dengan lukisan graffiti di tembok yang dibuat si cowok misterius sebulan sebelumnya. Bahkan kondisi mayat saat ditemukan pun persis dengan gambar graffiti di tembok.

Graffiti yang sama persis dengan kasus penculikan dan pembunuhan anak yang ditangani Yang Choon-Dong

Penasaran setengah busyet, Yang Choon-Dong pun menyelidiki si cowok misterius. Yang Choon-Dong menduga cowok itu adalah pelakunya, secara dia bisa melukis sama persis kasus penculikan dan pembunuhan anak perempuan tersebut. Setelah akhirnya berhasil menemukan si cowok yang tinggal sendirian di sebuah atap gedung bobrok, alih-alih menangkap, ternyata Yang Choon-Dong mendapati hal yang sama sekali nggak diduganya. Cowok misterius yang kemudian diketahui namanya Kim Joon (diperankan Kim Bum) itu ternyata adalah seseorang yang memiliki kemampuan psychometry. Ini diketahui Yang Choon-Dong saat tangan Kim Joon menyentuh tangannya waktu dia hendak menangkap Kim Joon. Ekspresi dan mata Kim Joon tiba-tiba berubah, dan dia mengatakan tentang masa lalu kelam Yang Choon-Dong yang nggak mungkin diketahui orang lain. Itulah sebabnya juga kemudian Yang Choon-Dong mengetahui bagaimana Kim Joon bisa melukis graffiti yang sama persis dengan kasus penculikan yang tengah ditanganinya. Dan ternyata bukan cuma itu. Kim Joon juga kerap mendapatkan clues berbagai kejahatan lainnya melalui kemampuannya, hingga membuatnya merasa tersiksa dan akhirnya memilih hidup menyendiri.

Kim Joon yang misterius, diperankan oleh Kim Bum

 


Sejak menyadari itu, Yang Choon-Dong meminta maaf sekaligus meminta bantuan Kim Joon untuk menolongnya mengungkap kasus penculikan dan pembunuhan anak dengan kemampuannya itu sebelum jatuh korban berikutnya. Awalnya Kim Joon sempat menolak karena dia nggak mau siapa pun tau tentang kemampuannya. Tapi karena merasa berhutang budi setelah ditolong Yang Choon-Dong dari orang-orang yang mengeroyoknya, Kim Joon pun bersedia membantu meski taruhannya nyawa. Ya, soalnya kemampuan psychometry yang dimiliki Kim Joon bisa membahayakan dirinya sendiri setiap kali digunakan. Minimal Kim Joon bakal mimisan tiap kali 'baca' histori dari objek yang dipegangnya. Bahkan nggak jarang Kim Joon muntah darah dan lemas kehabisan tenaga tiap kali menggunakan psychometry-nya.

Begini yang bakal dialami Kim Joon setelah memakai psychometry-nya

 

Kim Joon kerap kali nggak bisa mengontrol kemampuan psychometry yang dimilikinya


Kim Joon yang tengah mengeluarkan psychometry-nya untuk membantu kasus pembunuhan anak

Di sinilah dimulai keseruan duet Yang Choon-Dong dan Kim Joon untuk mengungkap kasus penculikan dan pembunuhan anak. Namun, di tengah penyelidikan, keduanya mendapat hambatan setelah Kim Joon dicurigai dan ditangkap oleh rekan dan atasan di kantor Yang Choon-Dong. Nggak tau apa alasannya, Kim Joon malah mengatakan kalau dialah pelaku yang mereka cari selama ini setelah menunjukkan psychometry-nya di ruang interogasi di hadapan para penyidik, termasuk rekan dan atasan Yang Choon-Dong yang menangkapnya.



 

Nah, lho! Apa yang terjadi selanjutnya? Penasaran? Cari tau sendiri aja dengan nonton langsung film ini! :p

Yang pasti menurut gue film Korea yang satu ini beda. Jarang banget gue nemuin film Korea dengan genre kayak gini. Seru, tegang, bikin penasaran, dan asik banget dipantengin dari awal sampe finish. Ditambah lagi si Kim Bum di film ini kakkoi banget. Gue suki banget sama hairstyle dia di film ini. Hei, jarang banget lho gue muji aktor Korea! Hehe. Tapi jujur, gue nggak bisa menutupi kekaguman gue sama akting dan penampilan si Kim Bum sebagai Kim Joon. Aura misteriusnya dapet banget. Dan ekspresi cool dan datarnya itu... aduh, bikin melting banget!! >,<





 "The Gifted Hands - Psychometry" pastinya film tahun ini yang wajib ditonton! Kalau dikasih bintang, eum... gue kasih lima bintang untuk film ini, deh! Happy watching, everybody! (^,^)v

Buat yang penasaran, ini gue kasih liat trailernya biar makin penasaran. Wkwkwk!


*) Foto: berbagai sumber

Rabu, 29 Mei 2013

The Box

Kurang dari sebulan lagi, lho!!! Waaaaaahhh....!!!! *jejeritan sama kalender*

Eh iya, seriusan. Kurang dari sebulan, gue bakal jadi bini orang! Hwew...!! #dagdigdug

Baiklah! Tanpa banyak cing to the cong, gue mau sharing lagi prepare merit lainnya. Kali ini tentang kotak-kotak yang bakal dipake untuk nampung barang-barang seserahan dan angsulan.




 

Kotak-kotaknya keliatan tradisional, ya? Secara disesuaikan sama tema merit gue yang niatnya sih kental unsur Jawa-nya. Begitu juga dengan warnanya yang nanti bernuansa merah.

Kotak di gambar pertama itu kotak yang nantinya bakal dipake buat seserahan. Bahannya dari bambu warna maroon dengan tutup mika. Jumlah kotaknya ada 3 set (1 set isi 3 biji). Belinya via internet di Rumah Hantaran (optional link Rumah Hantaran) barengan sama yang 1 set tenong isi 3 yang ada di gambar kedua. Tenongnya juga warna maroon. Nantinya bakal diisi untuk pisang sanggan sama kue-kue seserahan.

Lanjut ke gambar ketiga itu ada mendong 1 set isi 4 warna merah. Belinya di Pasar Beringharjo Jogjakarta. Gue nitip ortu waktu mereka lagi pergi ke Jogja tahun lalu. Mendong yang paling besar nantinya untuk diisi bed cover, sisanya yang 3 biji bakal angsulan Pipi. Eh, itu di kotak paling atas ada bunga-bunga putih tanda panitia nyelip ke-foto. Maapkeuun...! :p

Terakhir, ada tenong 2 biji warna merah. Belinya di salah satu mall di Bandar Lampung. Waktu itu gue dan Pipi memang lagi nyari tenong warna merah untuk kotak seserahan/angsulan dan kebetulan ketemu di mall itu. Tapi belinya harus satuan dan kebetulan memang tinggal sisa merah 2 biji itu. Tenongnya nanti untuk isi kue-kue angsulan Pipi.

Nah, berhubung kotak-kotak yang dibeli itu masih 'virgin' alias polos-los-los, kudu ada sedikit editan biar nantinya bisa lebih cantik pas dibawa di acara seserahan dong, ya? So, dengan penuh hasrat centil, gue hiaslah itu tutup-tutup kotaknya. Simpel tapi lumayan ngerubah penampilan si kotak lah! :D



See? Jadi lebih asoy geboy, kan? Hoho. Bahan-bahannya amat sangat mudah banget pula!


Keterangan sesuai gambar:
1. Bunga tempel (sesuai selera)
2. Double tape untuk nempel pita (disesuaikan dengan ukuran pita yang bakal ditempel)
3. Pita satin dan organdi (warna dan ukuran sesuai selera)
4. Gunting

Tuh, kan? Gampang banget, kan? Nah, ini baru tutupnya. Gue juga bakal hias sendiri angsulan Pipi dan seserahan gue. Kayak apa hiasannya? Gue kasih liat di postingan berikutnya, ya!

Semoga ini bisa bermanfaat bagi yang butuh referensi buat merit. Makasih yang udah baca! :-)

UPDATE!!
Enihaauuu... bagi yang di seputaran Bandar Lampung dan butuh jasa hias/sewa box seserahan, gue siap membantu, lho! Yup... sekarang gue buka jasa hias-menghias seserahan, mahar, mobil pengantin, dan make up (prewed, wisuda, pesta, etc.). Harga in shaa allah bersahabat, genks! Yuuk... cusss lah ceki ceki instagram Little Mimi Art untuk pelototin foto-foto karya ter-update dari gue! Ditunggu bookingannya, yak! Okehtengsbai! :D

Selasa, 28 Mei 2013

Touching Video from My Friend

Jadi, ceritanya kemarin temen gue ada yang iseng bikinin video dari foto-foto gue dan Pipi terus dikasih backsound musiknya One Ok Rock, salah satu band dari Jepang. Dia tag-in video buatannya itu ke fb gue dan Pipi. Videonya sederhana, tapi gue suka. Apalagi dengan musik yang touching banget kayak gitu. Uh... terharu... T_T

Ya udahlah ya, langsung aja ini dia videonya! ^^


Video made by Ryosuke Rei Agiri
Music by One Ok Rock - "Wherever You Are"

Sangkyuuuuu sangaaaattt buat Rei. Suka banget sama videonya. Beneran, deh! Terharu lagi, nih! T_T

Eniwei, ini dia gue kasih lirik lagunya One Ok Rock yang sangat menyentuh sekali banget itu...

Wherever you are
=== Dimanapun Engkau ===

I’m telling you
I softly whisper
Tonight tonight
You are my angel
I’m telling you
I softly whisper
Tonight… tonight
You are my angel
— Aku katakan padamu —
— Aku berbisik pelan —
— Malam ini… malam ini —
— Kau malaikatku —
愛してるよ
2人は一つに
Tonight tonight
I just say…
Aishiteru yo
Futari wa hitotsu ni
Tonight… tonight…
I just say…
— Aku mencintaimu —
— Berdua menjadi satu —
— Malam ini… Malam ini —
— Aku hanya bilang… —
Wherever you are, I always make you smile
Wherever you are, I’m always by your side
Whatever you say, 君を思う気持ち
I promise you“forever”right now
Wherever you are, I always make you smile
Wherever you are, I’m always by your side
Whatever you say, kimi wo omou kimochi
I promise you “forever” right now
— Dimanapun engkau, aku selalu membuatmu tersenyum —
— Dimanapun engkau, aku selalu di sisimu —
— Apapun yang kau katakan, perasaan itu aku rasa untukmu —
— Aku berjanji padamu “selamanya” sekarang —
I don’t need a reason
I just want you baby
Alright alright
Day after day
I don’t need a reason
I just want you baby
Alright alright
Day after day
— Aku tak butuh alasan —
— Aku hanya menginginkanmu, sayang —
— Benar, Benar —
— Dari hari ke hari —
この先長いことずっと
どうかこんな僕とずっと
死ぬまで Stay with me
We carry on…
Kono saki nagai koto zutto
Douka konna boku to zutto
Shinu made Stay with me -
We carry on….
— Untuk waktu yang lama sebelum ini —
— bagaimanapun juga selalu denganku yang seperti ini —
— Sampai mati, Tetaplah bersamaku —
— Kita hadapi —
Wherever you are, I always make you smile
Wherever you are, I’m always by your side
Whatever you say, 君を思う気持ち
I promise you“forever”right now
Wherever you are, I always make you smile
Wherever you are, I’m always by your side
Whatever you say, kimi wo omou kimochi
I promise you “forever” right now
— Dimanapun engkau, aku selalu membuatmu tersenyum —
— Dimanapun engkau, aku selalu di sisimu —
— Apapun yang kau katakan, perasaan itu aku rasa untukmu —
— Aku berjanji padamu “selamanya” sekarang —
Wherever you are, I never make you cry
Wherever you are, I’never say goodbye
Whatever you say, 君を思う気持ち
I promise you“forever”right now
Wherever you are, I never make you cry
Wherever you are, I never say goodbye
Whatever you say, kimi wo omou kimochi
I promise you “forever” right now
— Dimanapun engkau, aku tak kan pernah membuatmu menangis —
— Dimanapun engkau, aku tak kan pernah ucapkan selamat tinggal —
— Apapun yang kau katakan, perasaan itu aku rasa untukmu —
— Aku berjanji padamu “selamanya” sekarang —
僕らが出逢った日は2人にとって一番目の記念すべき日だね
Bokura ga deatta hi wa futari ni totte ichibanme no kinen subeki hi da ne
— Hari dimana kita bertemu, bagi kita berdua akan menjadi kenangan terpenting, kan? —
そして今日という日は2人にとって二番目の記念すべき日だね
Soshite kyou to iu hi wa futari ni totte nibanme no kinen subeki hi da ne
— Dan tampaknya hari ini, bagi kita berdua akan menjadi kenangan kedua terpenting, kan? —
心から愛せる人
心から愛しい人
この僕の愛の真ん中にはいつも心(きみ)がいるから
Kokoro kara aiseru hito
Kokoro kara itoshii hito
Kono boku no ai no mannaka ni wa itsumo kimi ga iru kara
— Orang yang aku cintai setulus hati —
— Orang yang paling aku sayangi setulus hati —
— Di lubuk terdalam cintaku, dimana kau akan selalu ada —
Wherever you are, I always make you smile
Wherever you are, I’m always by your side
Whatever you say, 君を思う気持ち
I promise you“forever”right now
Wherever you are, I always make you smile
Wherever you are, I’m always by your side
Whatever you say, kimi wo omou kimochi
I promise you “forever” right now
— Dimanapun engkau, aku selalu membuatmu tersenyum —
— Dimanapun engkau, aku selalu di sisimu —
— Apapun yang kau katakan, perasaan itu aku rasa untukmu —
— Aku berjanji padamu “selamanya” sekarang —


Lyric source: http://furahasekai.wordpress.com

Sabtu, 25 Mei 2013

Mahar (yang Katanya) ala-ala Scrapbook...

Oke, setelah bahas mahar apa yang gue minta dari Pipi yang curhatannya bisa diintip di sini, sekarang sesuai janji, gue mau bahas soal hias maharnya.

Kayak yang gue sebutin di posting soal mahar itu, gue pengen hias mahar sendiri. Kayaknya ribet banget gue jadi bocah, yak? Padahal kan tinggal bayar orang bikinin hiasan maharnya dan selesai! Tapi karena gue pengen semua yang berhubungan dengan pernikahan gue meninggalkan kesan, makanya gue usahain semuanya dikerjain sendiri, termasuk printilan kayak hias mahar gini. Ada kepuasan batin yang nggak bakal bisa dibeli dengan uang berapa pun kalau semua hasil keringet kita sendiri. Iya tho? *bangga elus-elus dagu*

Dari pertama gue pengennya sih bisa hias mahar ala scrapbook. Selain unik karena masih jarang yang hias mahar ala scrapbook (fyi, di tempat gue tinggal Bandar Lampung, peminat scrapbook masih minoritas banget dan toko yang jual bahan-bahan scrapbook cuma ada sebiji doang), gue liatnya lucu aja gitu kalau mahar dihias ala scrapbook daripada mesti dihias bentuk macem-macem kayak masjid, binatang, orang-orangan, endebreh endebrah. Eits, ini murni soal selera lho! *salim sama yang maharnya gitu*

Scrapbook sendiri berasal dari kata scrap yang dalam Bahasa Inggris artinya barang sisa. Scrapbook merupakan seni kreatif menempelkan foto, barang-barang sisa, dan sejenisnya pada sebuah media (biasanya kertas). Tapi ternyata, biar kata namanya 'scrap', bahan pembuat scrapbook sekarang sih nggak melulu dari barang bekas. Malah sekarang biar lebih cihuy diliat, scrapbook dibuat dengan menggunakan bahan-bahan khusus untuk scrapbooking. Dan berdasarkan pengalaman gue yang beli material scrapbook untuk hias mahar di store-nya, gue baru tau ternyata harganya nggak bisa dibilang murce, cyiin! Kamu kudu siapin budget minimal cepek cuma buat beli bunga-bungaan dan kupu-kupu malam hiasannya. And you know what? Total kerusakan beli semua bahan-bahan scrapbook itu 400 ribuan! He-eh, seriusan deh! Ternyata nggak semua yang bekas-bekas itu murah meriah ya, bok? T_T

Bahan-bahan scrapbook yang begituan doang mahalnya aje gile jungkir balik jengkang!

Oke, lupakan tragedi dompet-langsing-dalam-hitungan-detik gara-gara si material scrapbook! Karena emang niat awalnya pengen iseng bikin hias mahar sendiri, apapun resikonya dihadepin aja, deh! Semangat! *hibur diri*

Jadi, bermodal nekad dan jiwa kreatif (baca: kere, aneh, dan aktif), akhirnya gue hiaslah itu mahar yang udah dikasih Pipi. So, this is my very first time bikin kerajinan tangan mahar scrapbook kayak gini--dibantu Pipi ngerjainnya. Setelah gupek cari referensi dari berbagai sumber, inilah dia hasil prakarya gue: mahar (yang katanya) ala-ala scrapbook! :D

Mahar sebelum dibingkai

Maharnya udah dibingkai jadinya begini :-)

Yang ini juga lebih jelasnya mahar yang udah dibingkai ^^

Tema maharnya apa, ya? Eum... bunga dan kupu-kupu galau kali, ya? :D

Betewe, itu yang gulungin duit-duit kertasnya Pipi, lho! Hehe. Bangga deh sama si cami yang mau diajak kerja rodi hias mahar ini! :-*



Secara hasrat ngeksis sebagai banci foto yang gede, maka foto prewed gue dan Pipi harus ada juga di mahar, duong! Hahaha! Tapi biar nggak disangka kelewat narsis, jadi yang gue pamerin cuma foto kaki gue dan Pipi aja. Mukanya diumpetin dulu ajalah, ya? :p

Kaki-kaki yang eksis :p

Dan ini foto-foto pengerjaan dan detail mahar scrapbook yang gue bikin. ^^











Not bad lah ya untuk amatiran kayak gue? Iyain ajalah! Wkwkwk. Ada yang minat pengen dibuatin mahar macem gini? Boleh... asaaaaalll, wani piro? Jiakakak!

Siapa tau ada yang pengen ikutan bikin sendiri maharnya ala scrapbook kayak gini, ya monggo aja. Mudah-mudahan bisa jadi referensi buat para bridezilla yang lagi kebingungan pengen dibikin apaan hiasan maharnya. Makasih yang udah mau baca. Update-an tentang prepare merit gue lainnya menyusul, ya! :-)

Jumat, 24 Mei 2013

Maharku adalah Kesanggupanmu...

Wow! Wow! Wow! Nggak kerasa ternyata tinggal kurang lebih sebulan lagi sebelum hari H. Dan woooow... masih banyak banget hutang gue untuk update blog ini tentang segala macem persiapan merit. Huhu. Sebenernya sih pengen banget bisa posting satu per satu dari kemarin-kemarin. Tapi berhubung banyak banget hal yang mesti disiapin, gue jadi males buat curhat di blog yang nggak seberapa ini. _ _"

Oke, sekarang gue cicil ya persiapan yang belum di-update. Hehe. Kita mulai dari yang menurut gue penting dulu dalam sebuah pernikahan, yaitu mahar. Kalau dalam ajaran agama gue, salah satu syarat menikah ya kudu ada maharnya.

Mahar atau Mas Kawin adalah harta yang diberikan oleh pihak mempelai laki-laki (atau keluarganya) kepada mempelai perempuan (atau keluarga dari mempelai perempuan) pada saat pernikahan (source: id.wikipedia.org). Bentuk mahar biasanya berupa uang tunai, emas, tanah, rumah, dan macam lainnya yang memiliki nilai uang sebagai acuannya. Tapi ada juga yang memberikan seperangkat alat solat, jasa, atau menaikkan haji istrinya. Mahar sepenuhnya hak dari CPW untuk meminta atau menolak pada CPP yang melamarnya. Namun, meski diberi hak veto menentukan bentuk dan jumlah mahar apa yang diinginkannya dari CPP, sebaiknya CPW menetapkan mahar yang nggak memberatkan sang CPP, ya! ^^

“Mahar yang paling baik adalah mahar yang paling sederhana.” (HR An-Nasa’i)

“Sesungguhnya termasuk keberuntungan perempuan adalah mudah lamarannya, ringan maskawinnya, dan subur rahimnya.” (HR Ahmad)

Mahar sifatnya bukan ketetapan tapi kesepakatan antara kedua belah pihak. Kemampuan tiap orang berbeda. Jadi sebaiknya mahar disesuaikan dengan kemampuan CPP untuk bisa memenuhinya. Mahar bisa dibilang 'nafkah' pertama suami kepada istrinya. Jadi, yang terpenting dan perlu diperhatikan, bukan besar kecilnya nilai mahar, tapi gimana usaha si laki-laki dalam memenuhi kewajibannya mendapatkan mahar itu.

Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.” (An-Nisa: 4)

Awalnya gue sempat bingung waktu ditanya pengen mahar apa. Tapi sejak awal, gue nggak mau alat solat sebagai mahar--cukup ada di seserahan aja. Bagi gue terlalu berat mahar dengan seperangkat alat solat. Bukan karena mengacuhkan kewajiban solat. Tapi itu kan simbol agama yang mesti kita jaga amanahnya tiap saat dan nggak boleh disepelekan. Jadi, setelah mikir lagi, akhirnya dengan berpedoman hadits dan Al-Qur'an di atas, gue mutusin minta mahar di luar alat solat yang insyaallah nggak memberatkan Pipi. Gue nggak minta emas puluhan gram, duit berpuluh-puluh juta, rumah, atau bahkan mobil mewah seharga milyaran rupiah. Mahar yang gue minta dari Pipi cukup uang tunai yang disesuaikan dengan tanggal merit kami nanti. Sempat gonta-ganti nominalnya sampe akhirnya gue pilih yang paling simpel dan ringan sejumlah Rp23.613,-. Semuanya sesuai tanggal pernikahan nanti, yaitu 23 Juni 2013. Satu hal lagi yang gue minta untuk mahar itu adalah uang maharnya harus uang kuno semua. Terserah dari tahun berapa aja. Pipi menyanggupi dan bilang kalau mahar gue nggak memberatkan dia sama sekali.

Setelah menyanggupi sejak akhir tahun lalu, Pipi langsung berburu berbagai lapak uang kuno dari berbagai sumber, termasuk internet, sampe akhirnya Pipi berhasil mengumpulkan semua uang mahar yang gue minta. Nah, di sinilah kebegoan gue kumat. Awalnya gue minta uang maharnya koin semua. Eh, setelah Pipi kumpulin susah-payah, tiba-tiba seenak udel gue minta ganti beberapa uang koin jadi uang kertas! Alesannya? Karena gue pengen hias sendiri mahar gue nanti. Kalau maharnya koin semua, gue bingung mesti hias begimane! =..=" *alesan bego*

Final uang mahar yang gue minta dari Pipi ^^

Untungnya, Pipi nggak ada masalah dan langsung aja gitu dia nyanggupin sampe akhirnya terkumpullah duit mahar sejumlah yang gue minta, nggak kurang dan nggak lebih. Makasih, sayaaaangg!!! *peyuk Pipi kenceng*

Jadi, duit maharnya udah ada. Sekarang tinggal hiasnya. Kayak yang gue bilang, gue pengen hias mahar sendiri. Gimana hiasnya? Dilanjut aja di postingan berikutnya, ya! Ja ne...!!! ^^

Rabu, 08 Mei 2013

Angsulan Chapter 1

Dalam rentetan pernikahan adat (khususnya Jawa) di Indonesia, dikenal adanya istilah seserahan atau hantaran, yang diberikan pihak calon pengantin pria (CPP) kepada calon pengantin wanita (CPW). Seserahan sendiri berupa barang-barang keperluan si CPW. Kalau dulu soal seserahan biasanya diserahkan sepenuhnya pada pihak CPP, sekarang udah banyak CPW yang terlibat atau dilibatkan dalam urusan seserahan. Mulai dari pemilihan barang-barangnya hingga hiasnya. Hal ini dimaksudkan agar nantinya yang diberi seserahan ini--yaitu si CPW sendiri--nggak merasa kecewa dengan barang yang diterimanya, sesuai seleranya, pas ukurannya, dan pastinya bakalan bisa dipakai dengan riang gembira setelah merit. :p

Fyi, yang minat cek posting gue soal seserahan ada di sini, ya! :-)

Penyerahan barang-barang hantaran ini biasanya dilakukan dalam suatu acara khusus, tergantung adat daerah masing-masing. Kalau di Jawa biasanya di malam Midodareni. Tapi zaman sekarang sih demi kepraktisan, banyak yang menyerahkan seserahan sebelum berlangsungnya akad nikah. Nah, setelah seserahan diberikan, di akhir acara, biasanya bakalan ada 'oleh-oleh' yang diberikan pihak keluarga CPW kepada pihak keluarga CPP, sebagai balasan atau simbol rasa terima kasih atas seserahan yang telah diberikan. Nah, 'oleh-oleh' untuk CPP inilah yang disebut angsulan atau angsul-angsul.

Contoh angsulan segala macam toiletries atawa perlenongan cowok

Contoh angsulan seperangkat alat solat

Contoh angsulan pakaian kerja

Dalam pernikahan gue nanti, gue pun udah menyiapkan angsulan untuk Pipi. Jumlah angsulan sesuai adat Jawa (katanya) harus ganjil tapi nggak boleh melebihi jumlah seserahan. Setelah diskusi sama Yang Mulia Ayahanda dan Ibunda Ratu (baca: bapak'e dan mbok'e), plus si empunya penerima angsulan itu--yang nggak lain nggak bukan adalah Pipi sendiri--box angsulan yang bakal dikasih nanti ditetapkan sejumlah 5 box aja, udah termasuk 2 box untuk makanan. Jiaaah... dikit amat kali ya kalau dibanding seserahan gue yang 13 box itu? Ini modus pelit atau ngirit? Jiakakak!

Contoh angsulan yang disebut "Kancing Gelung", yaitu seperangkat
pakaian yang bakal dipakai CPP saat akad

Sama halnya dengan seserahan yang semuanya barang-barang kebutuhan gue, isi angsulan itu nantinya adalah barang-barang keperluan Pipi. Kalau semua seserahan gue yang bayarnya dibandarin Pipi, untuk angsulan gantian gue yang jadi bandarnya dan Pipi cuma tinggal asoy geboy milih barang-barang apa aja yang dia mau untuk angsulan. Udah sempet parno duluan, jangan-jangan ini bisa jadi ajang balas dendam Pipi meras dompet gue. Hiks! Tapi untungnya, cami gue yang satu ini amat sangat perhatian dan penuh belas asih kayak Tong Sam Cong gurunya Sun Go Kong. Dia sama sekali nggak ada niat untuk 'memiskinkan' gue! Wkwkwk! Malahan dia dengan sangat hati-hati memilih barang-barang yang harganya 'nggak ngajak berantem' dan nggak bikin ATM gue meledak. Hwuaa... makasih, chayanx! *peluk Pipi sampe gepeng*

Angsulan kayak gini nih yang bakalan bikin ATM kemarau
dalam hitungan detik! :D

Pemilihan barang-barang angsulan Pipi terbilang cepat secara emang box-nya sedikit. Tapi bukan cuma karena itu. Pipi juga sebenernya nggak ribet kayak gue kalau milih barang-barang yang dia mau. Nggak perlu thawaf ngelilingin satu mall dulu atau kunjungan door to door ke semua butik/toko dulu dan ujung-ujungnya balik ke butik/toko yang pertama kali dikunjungin cuma demi beli barang inceran yang pertama kali diincer di butik/toko itu. Wkwkwk!

Kalau Pipi, barang apa yang dia mau untuk angsulan langsung aja dia cari pas kebetulan kita lagi jalan di mall. Kalau kebetulan barang yang dia mau stoknya lagi kosong atau warnanya nggak ada, dia kreatif, inisiatif, dan pemaaf banget untuk langsung cari alternatif barang lainnya. Ya ampun, kalau gue sih ya, misal barang yang gue mau lagi kosong, gue bakal maki-maki etalase sama mbak2-mbak SPG-nya *lho?* terus minggat cari tempat lain yang jual barang yang sama, dan kalau masih tetep kosong di semua tempat, gue nggak bakalan berpaling ke lain hati dan bakalan keukeuh nunggu tuh barang nongol sampe si Atun adeknya si Doel kurus terus gemuk lagi terus kurus lagi! Oke... mungkin inilah yang namanya perbedaan tipis antara setia, ngotot, sama bego! -__-

Daaaan... apa aja barang-barang angsulan untuk Pipi? Ini dia list-nya:

Box 1: 
Handuk (1 pcs), undies (2 pcs), dan segala keperluan perlenongan Pipi (parfum, deodoran, shaver, hand and body lotion, pembersih muka, dan toiletries cowok lainnya).

Box 2:
Perlengkapan solat (Baju Koko, Sajadah, Peci, dan Sarung). 

Box 3:
Peralatan Makan (setengah lusin set cangkir + tatakan dan setengah lusin piring kecil).
Note: box ini isinya atas saran dari nyokap yang katanya kudu ada alat makannya biar nanti pas berumah tangga nggak kekurangan pangan. Aamiin. Seserahan gue juga ada alat makannya.

Box 4:
Jadah dan Wajik.
Note: ini sih ngikutin adat Jawa yang katanya juga harus ada makanan tradisional yang lengket biar mempelainya lengket terus selamanya. Aamiin. Di seserahan gue juga ada jadah-wajiknya.

Box 5:
Jajan pasar.

Alhamdulillah semuanya udah lengkap, kecuali makanan yang disiapin di hari H aja. Semua box angsulan berwarna merah cabe, agak beda dikit sama box seserahan gue yang bernuansa merah maroon. Intinya tetep ada warna merah sesuai nuansa nikah gue. :-)

Proses hias-menghias box Pipi pun nyaris kelar, cuma tinggal sentuhan dikit lagi. Untuk urusan hias-menghiasnya, cukup gue aja yang ngerjain dibantu sama Pipi. Dan bukan cuma angsulan, tapi juga seserahan dan beberapa printilan merit lainnya gue yang hias sendiri dibantu asisten tercinta, tentu aja si Pipi. Apa aja itu dan gimana hasilnya? Ditunggu aja update-annya, ya!

Semoga posting ini bermanfaat untuk temen-temen yang juga lagi butuh referensi nyiapin merit. Arigatou!


*) Sumber gambar: Google
UPDATE!!
Enihaauuu... bagi yang di seputaran Bandar Lampung dan butuh jasa hias/sewa box seserahan, gue siap membantu, lho! Yup... sekarang gue buka jasa hias-menghias seserahan, mahar, mobil pengantin, dan make up (prewed, wisuda, pesta, etc.). Harga in shaa allah bersahabat, genks! Yuuk... cusss lah ceki ceki instagram Little Mimi Art untuk pelototin foto-foto karya ter-update dari gue! Ditunggu bookingannya, yak! Okehtengsbai! :D
 

Blog Template by BloggerCandy.com

Full Edited by lovelyshironeko.blogspot.com